Orang Miskin ini Memilih 3 Nasihat daripada Uang dan Ternyata 3 Nasihat itu Menyelamatkannya

72

Erabaru.net. Orang miskin bekerja selama 20 tahun — ketika dia meminta gaji pada atasannya, dia diberi 3 pilihan.

Di gunung, seorang petani miskin dan istrinya berjuang untuk bertahan hidup. Maka petani itu memutuskan untuk pergi demi mencari pekerjaan yang lebih baik.

Sebelum berangkat, dia memberi tahu istrinya,“Saya akan pergi untuk waktu yang lama, tetapi saya akan selalu setia padamu, dapatkah kamu berjanji padaku?”

“Ya, aku akan menunggumu dan selalu setia padamu,” kata istrinya ketika mereka berpelukan.Setelah beberapa hari berjalan, pria itu sampai di sebuah kota kecil dan mencari pekerjaan.

Dia meminta bosnya untuk menyimpan semua gajinya sampai dia siap untuk kembali ke rumah, dan bosnya setuju. Dua puluh tahun kemudian, pria itu memberi tahu bosnya,“Sudah waktunya saya untuk pergi. Tolong beri saya uang yang saya dapatkan.”

Bos berkata, “Kamu telah bekerja keras dan mendapatkan sejumlah besar uang. Namun, saya ingin memberimu PENAWARAN.

Kamu ambil uang itu, atau aku akan memberimu TIGA nasihat. Kamu hanya dapat memilih satu diantaranya. Pikirkan sebelum memberiku jawaban.”

Pria itu merenungkannya selama dua hari, lalu memberi tahu bosnya, “Saya telah memutuskan TIDAK mengambil uang itu. Tolong beri saya tiga nasihat.” Bos tersenyum itu, “Pertama, jangan ambil jalan pintas dalam hidup, itu sangat beresiko dan bahkan mungkin bisa mengakhiri hidupmu.

Kedua, jangan terlalu penasaran. PENASARAN di dalam kejahatan akan menjadi AKHIR bagimu.”
“Terakhir, jangan pernah membuat KEPUTUSAN ketika marah atau terluka, atau kamu akan menderita PENYESALAN selamanya.”

Bos itu kemudian memberinya tiga potong roti dan berkata, “Dua roti pertama untuk perjalananmu, dan yang ketiga adalah ketika kamu sampai di rumah.” Pria itu mengucapkan terima kasih kepada bos dan berangkat.

Pada hari pertama dia bertemu seorang musafir yang menanyakan mau kemana.
Pria itu menjawab, “Saya akan pulang setelah 20 tahun bekerja. Saya harus berjalan di jalan ini selama 20 hari.”

Orang asing itu berkata, “Saya akan menunjukkan kepada Anda jalan pintas yang hanya butuh waktu LIMA hari.” Pria itu memilih mengambil jalan pintas, tapi tiba-tiba dia ingat nasihat PERTAMA,
dan berbalik untuk melanjutkan di jalan semula.

Dia telah menghindari PENYERGAPAN. Pada malam hari dia sampai ke sebuah desa, dan berniat untuk menginap satu malam. Ketika dia sedang tidur, raungan keras membangunkannya.

Penasaran, dia melompat berdiri dan membuka pintu, tapi kemudian dia ingat nasihat kedua
dan kembali tidur. Pagi berikutnya, pemilik kamar memberitahunya, “HARIMAU terkadang datang ke desa di malam hari. Semua orang mengunci pintu mereka. Saya senang Anda aman di sini.”

Setelah 20 hari dan malam yang melelahkan, pria itu telah sampai di RUMAH. Saat itu sore hari. Ada cahaya di jendela. Dipenuhi rasa sukacita, dia berjalan ke jendela.

Tetapi kegembiraannya berubah KAGET dan MARAH ketika melihat istrinya memeluk pria lain.
Kebencian memenuhi hatinya dan dia ingin menghadapi dan membunuh mereka berdua.

Tapi kemudian dia ingat nasihat ketiga, dan dia menahan diri. Malam itu dia tinggal di gudang.

Ketika matahari terbit, dia sudah tenang dan berpikir, “Aku akan kembali berkerja pada bos dan tidak akan membunuh istriku dan kekasihnya, tetapi sebelum pergi, aku harus mengatakan bahwa aku setia selama ini. ”

Dia mengetuk pintu, dan istrinya membukanya, dan langsung memeluknya. Dengan kasar dia mendorongnya pergi dan sambil menangis berkata,”Aku tetap setia kepadamu selama ini, tapi kamu mengkhianatiku!”

“Tidak, aku tidak berkhianat …” “Aku melihatmu dengan seorang pria tadi malam!” “Dia adalah anak laki-laki kita,” jawab istrinya. “Aku hamil ketika kamu pergi, dan anak laki-laki kita berumur 20 tahun hari ini.”

Akhirnya, mereka dengan gembira saling berpelukan. Kemudian ketiganya duduk untuk membagikan roti terakhir bersama-sama. Ketika pria itu memotong roti, dia menemukan bosnya telah menempatkan UANG di dalamnya yang telah dia dapatkan selama 20 tahun bekerja, plus bunga.

Hidup penuh dengan kesulitan dan godaan, satu-satunya hal yang membuat kita aman dari kehancuran adalah nilai-nilai baik dan pengendalian diri.

Salah satu ujian tersulit yang harus kita hadapi dalam hidup kita adalah menjadi sabar.
Seringkali, kita perlu berkorban sebagai ujian terhadap iman kita di dalam “sisi pengetahuan kita yang melekat” dan tingkat belas kasih kita yang sesungguhnya.

Pilihan kita bisa berubah menjadi kritis, tetapi jika kita berhasil mempertahankan satu percikan kebaikan dalam diri kita, hasilnya pasti akan positif.(eb)

Video Rekomendasi :

Bayi Perempuan Ini Baru Lahir Dalam Hitungan Detik, Dia Sudah Melakukan Sesuatu yang Menakjubkan