Erabaru.net. Ketika serangan sakit tiba-tiba terjadi atau mengalami pendarahan karena cedera serius, hal pertama yang umumnya dilakukan adalah segera dilarikan ke gawat darurat untuk mendaftar untuk mendapat penangan sesegera mungkin. Tentu saja, jika dibawa ke ruang gawat darurat itu karena situasinya “mendesak”. Namun, meski “situasi darurat” juga tetap berlaku mekanisme prioritas dan tingkat keparahan pasien.

Beberapa waktu lalu, seorang perawat yang bertugas di bagian gawat darurat rumah sakit bernama Vanesa Hong menumpahkan keluhannya di situs bc3ts.com (Salah satu komunitas media sosial di Taiwan).

Vanesa menuturkan, sebelumnya dia bertemu dengan seorang pasien yang tidak mau tahu dengan situasi (antara pasien dengan gejala (sakit) ringan dan pasien kritis).

Pasien ini benar-benar tidak menghargai pekerjaan staf medis, hanya memikirkan dirinya agar segera mendapat penanganan, tidak peduli dengan pasien lain di rumah sakit,

Sang pasien bahkan menyuruh seseorang – mungkin anggota keluarga atau teman untuk mengawasi pekerjaan para perawat dari belakang, memberikan tekanan secara halus agar perawat bisa segera menanganinya dulu!

Pada saat itu, Vanesa kebetulan sedang menangani 3 pasien kritis yang datang pada saat yang sama dengan pasien yang minta diprioritaskan itu : Salah satu pasien penderita infark miokard akut atau serangan jantung akut, dan pasien yang mengalami pendarahan otak akibat kecelakaan lalu lintas, serta pasien dengan gula darah < 30 mg/dl.

Jantung ketiga pasien ini dapat berhenti kapan saja dan akan langsung pindah ke dunia lain pada detik berikutnya jika tidak segera ditangani.

Tepat pada saat itu, seorang pasien yang mengalami vaginal bleeding / perdarahan vagina, tetapi tanda kehidupan stabil datang ke rumah sakit, kemudian mengambil nomor antrian, namun, saat menunggu sampai namanya dipanggil, tiba-tiba saja dia langsung menuju ke ruang gawat darurat dan menatap tajam perawat bernama Vanesa Hong.

Karena kondisi pasien dengan cedera tingkat lima sangat mendesak, Vanesa Hong kemudian dengan nada tinggi menyuruh pasien dengan kondisi cedera tingkat tiga itu untuk keluar.

Namun, sang pasien yang tampaknya tidak mengerti bahasa Mandarin itu, bukan saja tidak pergi, dia malah menyuruh dua orangnya masuk untuk mengawasi Vanesa Hong.

“Maaf, ini adalah ruang gawat darurat, tempat di mana dokter dan perawat menangani pasien kritis, apalagi masih ada pasien lain di ruangan ini, jadi tolong hormati juga orang lain, ok ?” kata Vanesa tegas.

gambar

“Pemeriksaan pasien dengan cedera tingkat tiga bisa dievaluasi 30 menit kemudian, tidak perlu harus segera ditangani saat itu juga, jadi tolong kalian hormati pasien dengan cedera tingkat 5, jangan pikir Anda yang paling mendesak, karena masih ada yang lebih mendesak dan perlu segera ditangani daripada Anda!” Kata Vanesa Hong mulai marah.

Vanesa juga mengatakan, bahwa sebagai staf medis profesional, dia pasti akan memberikan semua penangangan yang dibutuhkan pada setiap pasien.

“Meski Anda sangat mendesak, tapi masih ada yang lebih mendesak!” ujarnya.

“Dan meski Anda menyuruh orang-orang untuk mengawasi petugas medis yang sedang fokus pada tanggung jawabnya, saya juga akan bersikap lebih buruk lagi untuk mengusir orang-orang yang punya sikap buruk seperti itu!” Tegas Vanesa.

Memang, semua orang akan terburu-buru ketika mereka terluka atau sakit. Namun, prosedur di ruang gawat darurat adalah berdasarkan tingkat cedera pasien, bukan berdasarkan siapa yang datang lebih dulu.

Bagaimanapun juga, kondisi Anda tidak berada di ujung tanduk, sementara nyawa pasien lain, bahkan satu jam saja nyaris tidak bisa dilewatinya !

Menanggapi hal itu, netizen pun berkomentar : “Kamar mayat di ruang bawah tanah itu bebas antri, ke sana saja kalau mau didahulukan”, “Pendarahan vagina saja ditemani oleh dua orang (pengawal), dan mungkin saya tahu mengapa terjadi pendarahan”, “Para petugas medis telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai prosedur, mantap dan profesional”. Demikian sepenggal komentar netizen.(jhn/yant)

Sumber: life.soundofhope.org

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular