Erabaru.net. Sepasang suami istri selamat dari kapal yang tenggelam tetapi kemudian dihadapkan pada suatu keputusan.

Hanya tersisa satu kursi di sekoci, siapa yang harus diselamatkan?Seorang guru sedang menceritakan kapal pesiar yang mulai terbalik.

Semua penumpang di kapal harus diungsikan. Sepasang suami istri menuju ke sekoci terakhir dan menemukan hanya ada ruang untuk satu orang lagi.

Pada saat itu, pria itu mendorong istrinya ke belakang dan melompat sendirian ke sekoci itu. Wanita itu meneriakkan sesuatu pada suaminya dan menerima nasibnya di kapal yang tenggelam.

Guru bertanya, “Menurutmu, apa yang ia teriakan?” “Aku membencimu!”
“Saya buta” -semua nurid berteriak dengan bersemangat.

Lalu guru berpaling kepada seorang anak laki-laki yang diam dan bertanya kepadanya.
Anak laki-laki itu berkata, “Guru, saya yakin istrinya berteriak,”Jaga anak kita!”

“Pernahkah kamu mendengar cerita ini sebelumnya?” tanya sang guru sambil terkejut.
“Tidak, tapi itulah yang diucapkan ibuku pada ayahku beberapa saat sebelum penyakit itu merenggut nyawanya.”

Sang guru tercengang dan berkata, “Jawabanmu adalah benar.”
“Kapal itu tenggelam, dan pria itu pulang ke rumah dan membesarkan putri mereka.”

“Dan ketika pria itu meninggal dunia, putri mereka menemukan buku hariannya.”
“Putri itu baru mengetahui bahwa ibunya telah didiagnosis menderita penyakit mematikan sebelum menaiki kapal pesiar.”

“Pada saat kritis, wanita pemberani ini mengorbankan dirinya dengan terjun ke laut yang membeku.”

“Namun sebelum tenggelam, ia meneriakkan satu permintaan terakhir pada suaminya:
“Hiduplah, hiduplah demi putri kita!”

“Dalam buku hariannya, sang suami menulis, “Betapa aku berharap menggenggam tanganmu dan tenggelam ke dasar lautan bersamamu …”

Cerita selesai dan seluruh kelas tetap hening …. Jangan hanya fokus apa yang tampak pada permukaan dan menilai orang lain tanpa pemahaman.

Orang yang suka mentraktir teman bukan karena ia banyak uang tetapi karena ia menghargai persahabatan melebihi uang.

Orang yang mengambil inisiatif di tempat kerja bukan karena ia bodoh tetapi karena ia memahami konsep tanggung jawab.

Orang yang sering mengirim pesan tertulis pada anda bukan karena ia tidak ada kerjaan tetapi karena anda ada di hatinya.(eb)

Video Rekomendasi:

Malaikat Kiriman TUHAN

Share

Video Popular