Erabaru.net. Sebagai seorang ibu, menyayangi dan merawat anak-anak adalah hal yang wajar, tetapi jangan juga menganggap kasih sayang ibu itu sebagai perisai atas kesalahan sendiri.

Baru-baru ini, seorang ibu tidak sengaja memberikan sirup obat batuk yang sudah kadaluarsa kepada anaknya, tetapi dia menyalahkan dokter dan menuntut kompensasi.

Ilustrasi (Foto: photoAC)

Beberapa waktu yang lalu, seorang netizen membagikan foto screenshot di situs berbagi informasi tentang seorang ibu yang menuntut kompensasi pada dokter.

Dua tahun lalu, ibu ini pernah membawa anaknya ke klinik, dokter yang memeriksanya kemudian memberikan sebotol sirup obat batuk, tetapi dia tidak langsung memberi minum sirup obat batuk itu pada anaknya setelah pulang ke rumah.

Dua tahun kemudian, saat anaknya flu, sang ibu pun teringat masih ada sirup obat batuk yang diberikan dokter, lalu segera memberi minum pada anaknya. Namun, dia baru sadar ternyata obat itu sudah kadaluarsa setelah diminum anaknya!

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Biasanya orang-orang hanya akan menyalahkan dirinya yang ceroboh karena tanpa sengaja memberikan obat yang sudah kadaluarsa pada anaknya, dan tidak akan menyalahkan dokter, bukan? Tetapi beda dengan ibu yang satu ini.

Berikut mari kita lihat apa yang akan dilakukan ibu monster ini selanjutnya.

Ibu ini menulis surat keluhan kepada dokter : “Kalau memang masa pakai sirup obat batuknya sudah berakhir pada bulan Februari, atau dengan kata lain ketika Anda memberikan sirup obat batuk yang sisa masa penggunaannya akan kadaluarsa sekitar satu tahun lebih, seharusnya obat semacam itu tidak boleh diberikan ke pasien.

“Tolong beri saya penjelasan yang rasional, dan harap dibalas. Anda telah membahayakan anak saya minum obat kadaluarsa, bagaimana Anda akan menanggung akibatnya?”

Ibu ini benar-benar menggunakan logika dewa setelah netizen membaca surat saktinya.

Ilustrasi (Foto : photoAC)

Namun, jawaban dokter itu juga tak kalah hebatnya. Dia menceritakan bahwa 15 hari yang lalu dia membeli sabotol susu murni di minimarket, namun dia melihat masa pakai tinggal 5 hari lagi. Kalau menurut logika ibu itu, “Susu yang saya beli hanya tinggal 10 hari lagi sudah kadaluarsa, jadi seharusnya susu seperti itu tidak boleh dijual lagi.”

Kalau begitu apa yang harus dilakukan ?

Dokter itu melanjutkan, “Harap ibu tunggu beberapa hari lagi, saya sedang mengajukan ganti rugi ke pusatnya langsung, nanti saya akan menanggapi klaim ibu bagamana prosedur pertangggung-jawabannya setelah saya mendapat jawaban dari pusat pengelola minimarket.

“ Untuk sementara ini, sebaiknya ibu fokus dulu pada kondisi anak ibu, dan jangan lupa segera periksa ke dokter jika kondisinya belum juga membaik. ”

Setelah membaca keluhan dan tanggapan dokter terkait, netizen pun memberikan beragam komentar :

“Intinya, apa pun itu, yang disalahkan tetap orang lain ya bu.”

“Ibu seperti ini, otaknya mungkin sudah kadaluarsa ya !”

“Kalau tidak, apa perlu meminta dokter membuka sirup obat yang bisa awet selama 10 tahun?”

“Maklum saja, namanya juga orangtua monster”.

“Benar-benar mengkhawatirkan generasi seperti apa nantinya dibawah didikan ibu seperti itu”.

”Yang harus segera diperiksa itu sebenarnya ibu monster itu”.

Dan beragam komentar lain yang sebagian besar mengkritik ibu itu.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular