Erabaru.net. Suatu hari, seorang pria bersama temannya sedang melakukan penjelajahan hutan di hutan hujan tropis. Saat mereka berjalan berkeliling, mereka menemukan bunga putih yang aneh.

Penemuan itu mencuri perhatian kedua orang yang belum pernah melihat bunga-bunga seperti itu. Karena penasaran, pria itu memutuskan untuk melihat bunga lebih dekat dan menyentuhnya.

Lebih mengejutkan lagi, begitu bunga aneh itu tersentuh, mereka bergerak dan mengejutkan lelaki itu dan selanjutnya mendorong pria itu memanggil temannya. Perlahan-lahan, bunga yang bergerak mulai menampakkan dirinya.

Kepala bunga mulai muncul dan ketika melihat dua pria berdiri di dekatnya, bunga-bunga mulai terbang dan melarikan diri.

Siapa yang mengira bahwa bunga yang bergerak itu sebenarnya adalah burung. Mereka kemudian mulai mencari lebih banyak informasi mengenai burung tersebut melalui internet dan menemukan bahwa itu disebut ‘Lyrebird’.

Burung janatan dewasa ‘Lyrebird’ memiliki bulu coklat tua di kepalanya sementara punggungnya berwarna abu-abu. Bagian bawah tubuh burung berwarna pucat dan sedikit abu-abu.

Ekornya sepanjang 50-60 cm dikenal sebagai ‘lyrates’. Secara keseluruhan, burung ini memiliki tujuh pasang bulu dengan bagian tengah lebih panjang dari yang lain.

Suara yang dihasilkan oleh ‘Lyrebird’ sangat unik yang terdengar seperti mesin mobil, gonggongan anjing dan banyak lagi. Dia juga bisa menghasilkan suara yang keras, memekakkan telinga dan menggelegar seperti lonceng.

‘Lyrebird’ memilih hutan hujan tropis basah sebagai habitatnya seperti di Tasmania, Australia. Jenis burung ini pemalu dan tidak akan mudah menampakkan dirinya sendiri.

Selain itu, Lyrebird jantan akan memastikan keamanan area untuk menarik perhatian betina. Mereka akan menari dan menghasilkan suara merdu untuk mencuri perhatian Lyrebird betina .

Musim kawin terjadi sekitar bulan April hingga Oktober dan di utara dari Mei hingga Agustus. ‘Lyrebird’ jantan akan membangun sarang menggunakan dedaunan dan ranting dari tanaman.

Telurnya berwarna ungu dan abu-abu, dan membutuhkan setidaknya enam minggu untuk menetas. Dari periode enam hingga sepuluh minggu, bayi yang baru lahir akan meninggalkan sarang tetapi masih bergantung pada induknya selama tujuh hingga delapan bulan ke depan.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular