Erabaru.net. Mahar adalah harta yang diberikan dari keluarga pengantin perempuan ke pengantin pria atau keluarganya. Pertukaran ini kontras dengan konsep harga pengantin di mana laki-laki yang harus memberikan sejumlah barang atau uang tertentu kepada keluarga pengantin perempuan untuk mendapatkan pernikahannya. Dalam masyarakat India, praktik tradisional ini umum dijumpai hingga tahun 1961, dan selanjutnya sudah dilarang.

Meskipun sistem ini telah dilarang, namun, sulit untuk menyingkirkan praktik tradisional yang telah dilakukan selama berabad-abad ini. Masih ada minoritas penduduk yang bersikeras melanjutkan praktik ini.

Mahar adalah barang atau uang yang diberikan dari keluarga pengantin ke pengantin pria atau keluarganya

Alasan mengapa praktik ini dilarang adalah karena ia telah membebani keluarga-keluarga yang memiliki anak perempuan. Dengn demikian, sehingga keluarga akan berusaha keras untuk mencoba dan memastikan mereka tidak memiliki anak perempuan untuk dirawat karena mereka hanya akan menjadi beban bagi keluarga di masa depan. Ini telah menyebabkan pembunuhan massal kaum perempuan di India yang telah menyebabkan rasio jenis kelamin terdistorsi di negara ini.

Baru-baru ini ada kasus yang melibatkan seorang wanita yang menuduh bahwa suaminya telah melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan untuk membayar maharnya. Dia melaporkan bahwa suaminya telah mengambil dan menjual salah satu ginjalnya untuk melunasi mas kawinnya.

Rita Sarkar menikah dengan suaminya, Biswajit Sarkar pada tahun 2005. Berbagai laporan mengindikasikan bahwa keluarga suaminya telah menyiksanya selama ini karena keluarganya tidak mampu membayar mas kawin. The Hindustan Times melaporkan bahwa keluarga pria telah meminta sekitar 20 juta rupiah untuk menikahi putra mereka tetapi keluarga gadis itu tidak memiliki kekayaan.

Seorang wanita menuduh bahwa suaminya telah mengambil dan menjual ginjalnya untuk membayar maharnya

Rita Sarkar sedih bahwa dia seperti tinggal di neraka selama 12 tahun setelah pernikahan dengan suaminya. Dia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan diperlakukan seperti sampah atas dasar bahwa keluarganya tidak dapat membayar keseluruhan mas kawinnya. Dia disiksa secara fisik dan mental oleh suaminya dan keluarganya.

Dia disiksa oleh suaminya dan keluarganya karena gagal memberikan mas kawin yang berarti

Insiden mengenai ginjalnya bermula sekitar 2 tahun yang lalu ketika Rita yang berasal dari Benggala Barat merasakan sakit yang sangat dan menyiksa di perutnya. Suaminya membawanya ke rumah sakit swasta yang terletak di Kolkata.

Dia melaporkan, “Setelah pemeriksaan, saya diberi tahu oleh staf medis bahwa diperlukan operasi usus buntu. Namun, setelah menjalani operasi pada hari berikutnya, rasa sakit semakin meningkat di punggung bawah saya. ”

Rita melanjutkan dengan menyatakan, “Suami saya memperingatkan saya untuk tidak mengungkapkan operasi di Kolkata kepada siapa pun. Saya memintanya untuk membawa saya ke dokter untuk mengobati rasa sakit, tetapi dia mengabaikan saya. ”

Dia merasakan sakit yang sangat di perutnya dan dibawa oleh suaminya ke rumah sakit swasta di Kolkata

The Washington Post melaporkan bahwa Rita telah dikurung di rumahnya selama beberapa bulan setelah operasi dan dia tidak bisa meninggalkan rumah. Sekitar tiga bulan yang kemudian, dia mengalami gelombang rasa sakit di punggungnya dan dibawa ke the Northern Hospital and College of Medicine oleh seorang kerabat keluarganya.

Setelah melakukan ultra-sound , dokter menyampaikan kepadanya bahwa dia telah kehilangan ginjal. Tak habis pikir, Rita sekarang tahu mengapa dia menderita rasa sakit yang luar biasa setelah suaminya membawanya ke rumah sakit swasta di Kolkata.

Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya karena itu dia pergi dan mendapat pendapat kedua dari rumah sakit lain di Malda. Dia ketakutan karena kepastian mereka memberi diagnosa yang sama dan mengatakan kepadanya bahwa ginjal kanannya memang hilang. Terlebih lagi, ginjal kirinya terinfeksi dan itulah sebabnya dia merasa kesakitan.

Dia dibawa ke the Northern Hospital and College of Medicine untuk diagnosis

Berdasarkan petunjuk ini, Rita mengkonfrontasi suaminya untuk memastikan kebenarannya. Namun, suaminya mengaku bahwa Rita menyetujui operasi itu ketika dia menandatangani surat persetujuan yang memberi izin untuk mengangkat salah satu ginjalnya. Dia membantah tuduhan mengerikan ini dan percaya dia ditipu.

Rita menyampaikan, “Saya telah hancur.” Dia melanjutkan dengan mengatakan “Sekarang, saya mengerti mengapa suami saya melarang saya untuk mengungkapkan apa pun dari operasi. Ginjal saya dijual untuk memenuhi permintaan mahar mereka. ”

Ginjal kanannya hilang dan ginjal kirinya terinfeksi

Rita kemudian memutuskan bahwa dia akan mengambil tindakan dan mengajukan laporan di kantor polisi Farakka di Bengal utara terhadap suaminya yang adalah pedagang kain, saudaranya Shyamal dan ibu mereka Bularani.

Suaminya dan saudaranya ditangkap oleh pihak kepolisian pada 4 Februari sedangkan ibu mertuanya saat ini sedang dalam pelarian. Polisi mengatakan bahwa kedua pria itu mengaku bersekongkol untuk menjual ginjal Rita kepada seorang pengusaha di Chhattisgarh.

Meskipun India memiliki undang-undang yang ketat terhadap praktik mahar sejak tahun 1960-an, banyak keluarga masih berpegang pada adat-istiadat ini untuk mendapatkan keuntungan dari perkawinan seorang putra.

Sentimen ini tertanam di sebagian besar penduduk yang terletak di daerah pedesaan. Keluarga seperti ini masih menganggap anak perempuan sebagai beban bagi mereka.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

<iframe width=”560″ height=”315″ src=”http://video.erabaru.net/static/embed/524/dde201.html” frameborder=”0″ allowfullscreen seamless></iframe>

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular