Erabaru.net. Pada musim semi tahun 1999, Chrissy Steltz telah mengadakan pesta dengan pacarnya. Itu berakhir dengan tragedi dan trauma seumur hidup ketika laras senapan patah telah melepaskan tembakan dan menghancurkan wajah Chrissy yang menyebabkan dia menjadi buta dan kehilangan hidungnya.

Chrissy menjadi tuan rumah bersama dengan pacarnya, Will O’Brien ketika pesta diadakan di rumah Will. Seorang tamu menemukan satu laras senapan patah di bawah sofa dan bermain dengan itu. Chrissy telah meminta orang ini untuk mengembalikannya sebelum ada yang terluka. Temannya itu lalu berkata, “Oh, jangan khawatir. Lihatlah, tidak ada peluru. ”

Hari itu seharusnya menjadi hari yang menyenangkan bagi Chrissy Steltz dan teman-temannya

Tak lama setelah itu, sebuah pemicu telah dilepaskan dengan bunyi tembakan terdengar dan Chrissy Steltz menjadi korbannya. Tembakan itu mengenai wajahnya dan darah mengalir banyak di lantai. Chrissy hampir tidak sadarkan diri. Will O’Brien menjadi panik ketika melihat pacarnya jatuh dan berlumuran darah.

Will berkata, “Saya tidak tahu apakah Anda pernah melihat hewan yang terluka parah mencoba bangun. Itu yang saya lihat. Tubuh yang telah terluka parah dan tidak ada harapan untuk hidup, tetapi tubuhnya masih berusaha untuk bertahan hidup. Chrissy mencoba bangun. ”

Chrissy Steltz tinggal bersama Will O’Brien ketika insiden yang tak disengaja itu terjadi.

Chrissy dilarikan ke rumah sakit. Dokter bedah telah bekerja keras dan akhirnya berhasil menyelamatkan hidup Chrissy. Namun, kerusakan pada wajah Chrissy sangat parah dan mengerikan.

Ahli bedah, Dr. Eric Dierks berkata, “Tembakan itu telah menghilangkan seluruh rongga mata kirinya, merusak semua bagian hidung dan seluruh struktur bagian tengah wajah. Mata kanannya rusak parah sampai dia kehilangan pandangannya secara permanen. ”

Dokter spesialis memberikan obat untuk memungkinkan Chrissy menjadi koma selama 6 minggu dan ahli bedah telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan struktur wajah Chrissy yang masih tertinggal.

Ketika Chrissy sadar dari koma, luka yang dideritanya sangat sulit dijelaskan. Chrissy tidak bisa lagi mengendus atau melihat. Indera perasa dan pendengarannya juga terpengaruh.

Chrissy juga menderita kerusakan otak. butiran peluru kecil dari senapan itu tersebar ke bagian dalam otak dan para dokter tidak bisa mengeluarkannya untuk mencegah cedera lebih lanjut.

Chrissy menyadari cidera di wajahnya sangat serius dan merasa sangat sedih. Namun deddnga semangat yang luar biasa, Chrissy memutuskan untuk berjuang meneruskan kehidupan dengan segala upayanya.

Wanita yang tegar itu berkata, “Saya menerima kenyataan bahwa musibah ini telah terjadi pada saya dengan hilangnya penglihatan dan itu tidak akan pulih kembali. Jika saya tahu, saya bisa duduk saja dengan mengadakan pesta-pesta yang membosankan, atau membalas dengan cara yang benar. ”

Ketika dalam proses pemulihan, Chrissy Steltz telah mempelajari tulisan Braille dan berjalan dengan tongkat. Chrissy juga melanjutkan sekolah sehingga berakhir dengan hasil yang cemerlang.

Will O’Brien akhirnya memutuskan hubungan dengan Chrissy, dan kemudian wanita ini jatuh cinta pada seorang lelaki buta bernama Geoffrey Dilger.

Pasangan itu kemudian menikah dan diberi seorang putra bernama Geoffrey Dilger Jr.

Chrissy Steltz terpaksa memakai masker wajah atau penutup mata sepanjang masa untuk menutup mata dan hidung yang hilang. Pada tahun 2010, sekelompok dokter melakukan eksperimen dengan menciptakan wajah prostetik khusus untuk Chrissy.

Anak laki-laki Chrissy telah menjadi pendorong terkuat buat Chrissy untuk meneruskan prosedur penciptaan wajah yang baru tersebut. Chrissy ingin anaknya tumbuh dewasa mengetahui ibunya sebagai orang biasa di siang hari daripada melihatnya dengan penutup mata dan topeng.

Silikon khusus telah digunakan untuk membentuk wajah prostetik. Para dokter mengangkat jaringan yang rusak dari wajah Chrissy dan membentuk suatu bagian untuk bernapas. Implan gigi telah ditambahkan ke tulang mukanya. Wajah baru itu dalam struktur dan dipasang dengan sekrup, pelat baja, kulit dan tulang dari kaki kiri Chrissy.

Wajah wajah yang menakjubkan dengan tambahan alat kosmetik, yang dibakar dengan suhu yang sesuai di atas silicon itu.

Para dokter dan perawat menghabiskan banyak waktu dan energi mereka secara sukarela dalam perumusan prosedur wajah ini karena perusahaan asuransi Chrissy tidak memberikan perlindungan khusus padanya. Biaya pembuatan kembali wajah ini telah menelan biaya lebih dari 1 miliar rupiah.

Sekarang anggota keluarga dan teman-teman Chrissy Steltz senang melihat wajah barunya.

Wajah prostetik akan berubah selama beberapa tahun ke depan, tetapi Chrissy Steltz tidak mengharapkan hal lain selain merasa bersyukur. Hati dan pikiran Chrissy menjadi sedikit lega ketika putranya dapat melihat wajah realistis dan normal seperti wajah orang lain.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds