Kata Pengantar

Dari rezim Komunis Soviet Rusia[1] pertama kali muncul sampai hari ini, telah genap seratus tahun berlalu. Cukup dalam waktu singkat satu abad ini, paham komunis telah menimbulkan kematian bagi seratus juta orang lebih. Partai komunis dari sejak didirikan telah mengusung spanduk ‘perebutan umat manusia melawan Tuhan’, mereka meneriakkan “selamanya mana ada Juru Selamat” dan hendak “merontokkan tatanan Dunia Lama”.

Dari manakah asalnya paham komunis? Mengapa di tengah alam semesta ini bisa muncul partai komunis? Apakah sebenarnya esensi dari komunisme? Akan seperti apakah bagian akhirnya? Terhadap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini, orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda, dan sekaranglah waktunya untuk mengungkap teka-teki ini.

Esensi dari paham komunis adalah sesosok “roh jahat”, ia terbentuk dari “kebencian” dan makhluk sampah tingkat rendah dari alam semesta, ia penuh dengan kebencian dan ingin memusnahkan umat manusia. Ia sama sekali tidak akan puas hanya dengan membunuh tubuh fisik manusia, karena kematian dari tubuh fisik manusia bukanlah kematian yang sebenarnya dari sebuah kehidupan, jiwa (Yuanshen)[2]nya masih akan bereinkarnasi; tetapi saat moral seorang manusia rusak sampai kondisi tidak ada obatnya, maka jiwanya akan dihancurkan seluruhnya di tengah penderitaan tanpa batas, itu barulah hal yang paling menakutkan dan kematian sebenarnya dari sebuah kehidupan. “Roh jahat komunis” justru ingin membuat seluruh umat manusia terjatuh kedalam neraka tanpa bisa memperoleh tubuh manusia lagi.

Pada tahun 1989 Tembok Berlin runtuh, tidak lama setelahnya Uni Soviet dan kubu komunisme Eropa timur dengan cepat tercerai berai, seakan-akan seluruh dunia menganggap “Perang Dingin” sudah berakhir, dan ideologi paham komunis pun tercerai berai; bahkan negara-negara komunis yang tersisa itu sendiri merasa bagai telur di ujung tanduk.

Namun situasi yang sebenarnya adalah, ideologi dan unsur paham komunis fundamentalis serta yang sudah berganti wajah masih berdampak merusak di seluruh dunia.

Di sini ada negara-negara yang secara terbuka mengakui sosialisme, seperti Tiongkok, Korea Utara, Kuba dan Vietnam, juga ada negara-negara seperti di Afrika dan di Amerika Selatan yang mengibarkan bendera demokrasi atau republik namun mempraktikkan sosialisme. Bahkan masih ada banyak sekali negara-negara di Eropa dan di Amerika Utara yang terkorosi sangat parah oleh unsur paham komunis namun negara itu sendiri tidak menyadarinya.

Tidak peduli itu adalah penyebaran dengan kekerasan ataupun penyusupan secara diam-diam, cara “roh jahat komunis” memusnahkan manusia secara total adalah dengan merusak kebudayaan yang dibangun oleh Sang Pencipta demi menyelamatkan manusia di saat terakhir.

Umat manusia bila telah kehilangan kebudayaan semacam ini, maka berarti telah kehilangan kriteria sebagai manusia, maka di mata Tuhan menjadi hewan yang berwujud manusia, tidak hanya dalam hal moralitas saja telah kehilangan kekangan dan degradasi secara cepat, tetapi juga tidak dapat memahami rahasia langit yang diungkap oleh Sang Pencipta saat turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia, juga berarti telah kehilangan kesempatan untuk diselamatkan saat bencana besar tiba. Ini adalah bencana kalpa[3] paling besar bagi kehidupan – yaitu dihancurkan selamanya, yang juga merupakan tujuan terakhir dari “roh jahat komunis”.

Sejalan dengan kasih tiada banding dari Tuhan dalam menciptakan kehidupan, sejalan pula dengan kepedulian yang mendalam terhadap umat manusia, kami menulis buku ini –Tujuan Terakhir Komunisme, yang secara sistematis menganalisa dan mengungkap kepada manusia di dunia tentang konspirasi teramat besar dari “roh jahat komunis” dengan cara merusak kebudayaan dan menghancurkan moralitas yang akan memusnahkan umat manusia.

Dalam berbagai etnis bangsa yang berbeda, juga beredar legenda bahwa pada akhirnya Tuhan akan datang menyelamatkan manusia. Umat manusia sudah tiba di masa pergantian arah dari sejarah alam semesta, sedangkan ajaran sesat komunis justru merupakan halangan terbesar dari umat manusia di masa kini untuk memperoleh penyelamatan. Oleh karenanya, kami secara mendesak percaya bahwa, harus secara tuntas mengungkap tujuan dan muslihat terakhir dari kejahatan, agar umat manusia dapat mengandalkan hati nurani dan watak dasarnya memutuskan untuk meninggalkan ajaran sesat komunis dan secara damai mencerai-beraikan organisasi komunis sekaligus secara sistematis membersihkan unsur kejahatan paham komunis, untuk menyambut era baru dari umat manusia.

Buku ini terbagi menjadi dua bagian yaitu awal dan akhir, yakni bagian awal: Tujuan Terakhir Komunisme (Bab tentang Tiongkok); bagian akhir: Tujuan Terakhir Komunisme (Bab tentang Dunia). Dajiyuan (Epoch Times) pertama-tama akan menerbitkan bagian awal yakni Bab tentang Tiongkok, bagian akhir tidak lama setelahnya akan dipublikasikan, tetaplah bersama kami.

Dengan hormat mempersembahkan buku ini kepada seluruh manusia yang dengan tulus mengharapkan peradaban bangsa Tionghoa berhati bajik, makmur dan kuat!

Dengan hormat mempersembahkan buku ini kepada seluruh manusia yang peduli dengan nasib umat manusia!

Editorial Sembilan Komentar

18 November 2017

[1] Periode rezim Soviet Rusia 1917 – 1922, sebelum rezim Uni Soviet didirikan pada 1922.

[2]Yuanshen = Jiwa prima.

[3]Kalpa berasal dari bahasa Sansekerta  yang berarti aeon, atau jangka waktu yang relatif lama menurut perhitungan waktu manusia. Di dalam agama Buddha disebutkan, keberlangsungan dunia dari tercipta hingga musnah adalah satu kalpa.

Share
Tag: Kategori: OPINI

Video Popular