Erabaru.net. Ini adalah tempat di Yunani yang disebut (gunung) Athos, panorama di sini sangat indah menghanyutkan, sehingga tidak heran menarik banyak kunjungan wisatawan. Namun, satu hal yang tidak habis dimengerti adalah, tempat ini juga merupakan sebuah Gunung Suci yang terkenal. Ada lebih dari 20 gereja di gunung ini, lebih dari 70 biara tersembunyi, dan ribuan biarawan yang semuanya laki-laki.

Ini adalah “negeri laki-laki” sejati di dunia. Tidak ada wanita di pulau ini, sehingga banyak yang sambil tersenyum menjulukinya sebagai ‘Pulau Bhiksu’.

Orang-orang di sini memiliki peraturan yang sangat ketat. Wanita dan hewan betina dilarang masuk ke dalam wilayah pulau ini. Larangan ini tidak berubah selama lebih dari 900 tahun, Anda dapat melihat beberapa huruf besar di dermaga pulau itu : Zona khusus Gunung Suci, wanita dilarang masuk.

Satu-satunya makhluk betina yang diizinkan di pulau itu adalah induk ayam. Pada saat itu, sempat memicu perdebatan sengit terkait apakah ayam betina boleh tinggal di pulau itu. Hingga akhirnya, semua orang setuju bahwa ayam betina boleh tinggal di pulau itu. Bagaimana pun, mereka juga perlu makan telur sebagai suplemen.

Tempat ini sangat ketat, para wisatawan yang berkunjung ke sana harus menjalani pemeriksaan ketat di dermaga satu-satunya yang menuju ke semenanjung itu.

Konon katanya, pemeriksaan sampai membuka pakaian dalam. Jadi, bagi wanita yang berniat masuk dengan menyamar sebagai pria, satu kata untukmu : Mustahil !

Pulau ini sekarang memungkinkan wisatawan untuk masuk, tetapi harus berjalan kaki dan mudah tersesat.

Di tempat ini, para biarawan akan menjalani kehidupan asketis, terisolasi dari dunia luar. Hanya laki-laki, terutama yang tenang dan bersikap saleh, yang diizinkan untuk mengunjungi Gunung Athos, menghadiri layanan gereja, makan dengan para biarawan dan bahkan juga menginap di salah satu biara.

Otoritas Gunung Suci juga membatasi keluar-masuk orang dan barang di wilayah mereka, kecuali jika izin resmi telah diberikan. Itulah mengapa beberapa tradisi yang dilakukan di Gunung Athos terlihat aneh bagi dunia luar.

Kunjungan bagi tamu laki-laki asing pun diatur sangat ketat. Setiap harinya, hanya diperkenankan 25 pengunjung.

Kaum Laki-laki yang masuk ke sini harus menjalani pemeriksaan gender. Biara dibangun di atas tebing dan hanya ada satu pintu masuk, jadi, meski wanita menyelinap masuk juga akhirnya pasti akan tersesat.

Negara laki-laki itu sangat ketat, untuk mencegah perempuan masuk secara tidak sengaja, personel khusus juga ditugaskan untuk melakukan patroli setiap hari. Di bawah pengaruh adat tradisional, mungkin hanya mereka, kaum lelaki di dunia yang tidak pernah menyentuh wanita seumur hidup.

Para biarawan yang datang ke gunung ini hidup dengan kemandirian masing-masing setiap hari. Begitu ada wanita yang masuk, maka wanita itu akan digantung dan dicambuk sebagai hukuman. Semua laki-laki menjahit dan mencuci pakaian, memasak sendiri, semua objek betina adalah binatang buas bagi mereka.

Tanpa wanita, itu berarti tidak akan ada perzinahan atau hasrat seksual, inilah mengapa wanita dilarang masuk. Mereka adalah vegetarian yang teguh tak tergoyahkan.

Para biarawan dan personel terkait yang sedang makan di sini memiliki kehidupan yang sederhana, dan monoton.

Tidak ada kegiatan hiburan apa pun, semuanya seakan berada pada suasana ratusan tahun lampau, tetapi mereka ikhlas tinggal di sana dengan kesucian dan pengabdian kekal.

Namun pertanyaannya ….

1. Bagaimana awalnya para pria tinggal di biara itu ?

Ternyata, sebagian besar telah dibawa ke biara sejak mereka lahir dan belum pernah melihat wanita!

Jika menyuruh mereka memilih, dipastikan banyak yang tidak mau terisolasi dari dunia luar.

Dalam biara memiliki kamar tidur suci, vegetarian adalah menu mereka untuk tiga kali sehari, air segar atau buah-buahan yang melimpah.

Mengingat bahwa tujuan utama dari para biarawan Gunung Athos adalah untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan, mereka akan menghabiskan hari-hari mereka dengan berdoa sepanjang hari.

Mereka juga mengenakan jubah hitam yang menandakan kematian mereka dari dunia luar, dan mereka akan menghabiskan setiap menit waktu mereka untuk berdoa atau berdiam diri.

Setelah pelayanan wajib di gereja – selama 8 jam – selesai, mereka akan menghabiskan waktu mereka yang tersisa di luar gereja. Mereka akan berdoa secara individu.

2. Tidak ada kontak sedikit pun dengan dunia luar?

Jawabannya adalah hampir tidak ada perangkat modern di sini.

Tidak ada televisi, tidak ada komputer dan semacamnya. Satu-satunya mobil hanya untuk bepergian.

Selain itu, semua instrumen musik juga dilarang keras, tidak boleh merokok, berkuda, dan bernyanyi.

Seorang biarawan senior mengatakan bahwa saat ini pulau itu masih menggunakan kalender Julian dan waktu Bizantium.

Setiap hari saat bel pagi berbunyi, mereka mulai berdoa, mengumandangkan lagu-lagu pujian, dan berakhir pada pukul 7:30 tepat waktu.

Ketika Matahari terbenam, gerbang biara akan ditutup dan doa malam akan diadakan. Hidup mereka dibagi menjadi tiga bagian :

Delapan jam doa, delapan jam kerja, dan delapan jam istirahat.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular