Erabaru.net. Baru-baru ini, ada orang di India yang bermain hingga lupa diri dalam lingkaran pertemanannya, demi meningkatkan fans-followers, like di media sosial, sampai-sampai nyawa juga dipertaruhkan, membuat sensasi dengan foto bersama dengan singa buas.

Melansir laman “The Indian Express”, baru-baru ini di Gujarat, India, tiba-tiba saja mulai marak foto selfie dengan singa, sehingga membuat pejabat kehutanan setempat pusing tujuh keliling .

“Banyak penduduk setempat dan turis berselfie ria dengan singa hanya untuk mengunggah dan menyebarkannya ke media sosial untuk mendapakan like. Tentunya ini tindakan yang sangat berbahaya dan fatal.” Ujar pejabat kehutanan setempat.

Terbetik berita, bahwa sudah tiga orang yang tewas akibat selfie di kandang singa, termasuk seorang remaja 14 tahun.

Para pejabat berharap bahwa dengan memperkuat sanksi hukum, untuk meredam tindakan berbahaya ini .

“Kami menghimbau para turis dan penduduk setempat untuk menahan diri, dan tidak melakukan tindakan nekat seperti itu. Jika tertangkap foto bersama binatang buas, maka mereka akan dikenai sanksi hukum sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar.”

Ini bukan pertama kalinya orang India yang melihat binatang buas lalu tertarik mendekatinya untuk foto bersama.

Satu Kejadian menggemparkan terjadi di Kebun Binatang India. Seorang turis mabuk nekat melompat masuk ke dalam kandang singa dengan alasan ingin berjabat tangan dengan mereka.

Turis lokal tersebut diketahui bernama Mukesh Kumar (35), yang berasal dari Rajashtan, India. Pria ini melakukan aksi nekatnya sewaktu berkunjung ke Kebun Binatang Nehru Park yang berada di Kota Hyderabad, India.

Untungnya aksi bodoh tersebut tidak membuatnya terbunuh. Dan ia langsung diamankan pihak kepolisian saat berhasil kembali ke luar kandang dengan dibantu pihak kebun binatang.

Sebelumnya, pernah dilaporkan tentang seorang pria India yang dengan bangga berselfie ria di atas punggung penyu.

Beberapa waktu sebelumnya, ada insiden di mana seorang anak muda yang bermaksud mengambil foto selfie dengan kupu-kupu sampai melompat ke dalam kolam, hingga akhirnya tewas mengenaskan.

November 2015 lalu, orang-orang India dengan penuh semangat terjun dalam kontes selfie dengan sapi. Para kontestan mengatakan bahwa “induk sapi bukan hanya binatang … ia memiliki atmosfer yang berbeda … dapat memancarkan energi positif yang luar biasa …dan mengandung “semangat ilmiah” dalam kontes ini.

Selain “foto bersama manusia dan hewan”, orang India juga suka bermain “kecepatan hidup dan mati”.

Ada dua pemuda, dimana demi mendapatkan momen paling keren dan mengesankan, mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawa dengan menghentikan kereta yang melaju .

Menurut laporan “Hindustan Times”, tiga anak yang nakal di Uttar Pradesh, India, dimana demi mendapatkan momen selfie yang menegangkan saat kereta melaju kencang, mereka memasang batu di atas rel kereta dengan maksud menghentikan kereta.

Untungnya, masinis kereta api segera menginjak rem tepat waktu, sehingga dapat mencegah insiden yang tak diharapkan. Setelah itu, tiga remaja ditangkap karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Kereta Api India dan menghadapi hukuman pengadilan anak-anak.

Sebuah survei yang dirilis awal tahun ini menunjukkan bahwa India adalah negara tertinggi dalam kasus kematian akibat selfie.

Pada tahun 2015, kasus kematian akibat selfie di dunia tercatat 27 orang, separuhnya terjadi di India.

Selain kehilangan nyawa karena mengambil foto diri dengan hewan, ada juga yang tewas akibat mengambil foto diri di depan kereta api yang melaju atau di depan kapal, tebing, dan tepi sungai atau pantai.

Dan yang lebih mengejutkan, orang asing juga bahkan telah terkena racun selfie ala India yang ekstrim. September 2015 lalu, seorang turis Jepang jatuh dari tangga saat mengambil foto diri di depan Taj Mahal, menyebabkan cedera kepala yang serius.

Untuk menekan kematian dan cedera yang tidak perlu, polisi di Mumbai, India melakukan patroli di area “berisiko tinggi” dalam kota, mencegah terjadinya kasus kematian akibat selfie maut di area yang berbahaya ini.

Pemerintah kota setempat juga memasang rambu peringatan dan menempatkan petugas penyelamat di lokasi. (jhn/rpg)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular