Perang Gesekan Perdagangan RRT-AS kian meningkat, sedangkan pendirian kedua belah pihak amat jauh jaraknya, sehingga dunia luar mengkhwatirkan akan meletusnya Perang Dagang RRT-AS. Menghadapi sengketa perdagangan ini, Cao Dewang, seorang yang mendapat julukan “Raja Kaca” yang membuka pabrik di AS berpendapat, mengapa Amerika menderita defisit perdagangan? Adalah dikarenakan harga jual barang RRT terlalu rendah.

Epochtimes.com

Erabaru.net. Baru-baru ini, ketika Cao Dewang, ketua grup Fuyao Glass Industry Group Co. Ltd. menerima wawancara reporter Daily Economic News mengatakan: ”Bagi Amerika, apa yang dilakukan oleh Trump sangatlah cantik.”

“Setelah Amerika melakukan kebijakan pemotongan pajak, lebih dari 120 milliar dari 140 milliar USD adalah gaji buruh, gaji buruh jelas merupakan kekuatan utama dana sosial AS, dana tersebut langsung masuk pasar, konsumsi mendorong penjualan, penjualan mendorong produksi, produksi mendorong investasi, maka orang Amerika sedang bersemangat dalam menjalani hidup,” katanya.

“Tanggal 5 Maret, saya pergi ke AS, karyawan melapor kepada saya, sangat jelas merasa kesulitan dalam mencari tenaga kerja. Dari media saya mengetahui, bulan ini tenaga kerja non pertanian yang bekerja telah meningkat beberapa puluh ribu orang dibandingkan bulan lalu, dengan jelas ditemukan masalah kesulitan mencari tenaga kerja,” tambahnya.

“Nilai-nilai Amerika pasti tidak diakui di RRT, karena sistem pajak pendapatan kami tidak sempurna.”

Produk ekspor Tiongkok telah lama menghindari tarif dari Amerika Serikat dan Eropa melalui berbagai praktik curang. Gambar menunjukkan Pelabuhan Laut Qingdao, Shandong. (STR/AFP/Getty Images/Epoch Times)

Tentang masalah “Perang Dagang RRT-AS”, Cao berpendapat, kenapa RRT dapat menjual begitu banyak sehingga AS defisit? Adalah dikarenakan harga jual barang RRT terlampau rendah.

Dia mengatakan: “Berhubung negara manapun target dalam perdagangan komersial adalah keamanan Negara, harus melindungi keamanan industrinya. Anda harus hati-hati ketika menjual ke Amerika, jangan sampai mengakibatkan mereka bangkrut.”

Laporan tersebut diatas memicu perhatian dan opini publik di internet.

Seorang warganet menyatakan: ”RRT suka menggunakan harga sayur putih (red: harga murah) untuk melukiskan dirinya hebat, sesungguhnya tidak mengerti keuntungan rendah akan memengaruhi peningkatan produksi, studi dan penemuan produk baru, sehingga mengakibakan kekurangan kemampuan dalam perkembangan perusahaan, besar namun tidak kuat, dilihat dari permukaan, mengekspor dengan harga murah, pemerintah memperoleh keuntungan devisa, namun akan merugikan perkembangan jangka panjang ekonomi RRT.”

Ada juga warganet lain yang beranggapan: ”Jujur saja, perusahaan utama RRT semua dimonopoli oleh perusahaan negara, akibatnya yang menderita sesungguhnya adalah rakyat jelata!.”

“Umpama yang disebut perang dagang ini dimenangkan oleh Amerika, maka pasar RRT akan lebih terbuka, berbagai perusahaan besar antara lain bank, komunikasi, transportasi, sumber energi, kesehatan dan lain-lain, hasil terakhirnya berbagai jenis konsumsi/pengeluaran rakyat semuanya mengalami penurunan, lagipula kenikmatan atas kualitas produk juga akan mengalami peningkatan besar! Hal sebaliknya, tidak perlu dibicarakan lagi.”

Terhadap PKT yang menerapkan cukai impor yang bersifat balas dendam dan kebijakan “merugikan rakyat merugikan pemerintah”, para pakar menganalisa faktor penyebab di baliknya. (STR/AFP/Getty Images)

Pada bulan lalu, ketika Cao menghadiri Forum Asia Bo Ao 2018 di pulau Hainan menyampaikan: “Dimulai sejak 2015, saya telah merasakan biaya pajak RRT terlampau berat, yang utama karena saya berinvestasi di AS, ketika diadakan riset dan penyelidikan proyek, ditemukan pajak Amerika sangat rendah, pajak Federal ditambah pajak Negara Bagian, hanya sekitar 17%  saja.”

Dalam penilaian atas kebijakan pengurangan pajak Trump, Cao Dewang mengatakan: “Saya beranggapan Trump luar biasa mulianya, Trump adalah seorang usahawan, ketika dia tampil dalam pemilihan presiden, saya telah mengatakan dia akan menjadi seorang presiden yang paling efektif dalam sejarah.”

Tahun lalu perusahaan kaca Fuyao mengumumkan hasil kinerja, omzet 2017 sebesar18,7 milliar RMB, setahun meningkat 12,6%,  laba bersih sekitar 3,1 milliar RMB.

Direktur keuangan Chen Xiangming menyampaikan, tahun lalu manfaat proyek di Amerika mengalami peningkatan, biaya juga ada penurunan, diyakini tahun ini sumbangsih dari bisnis di Amerika akan lebih baik, bisnis luar negeri akan menjadi tumpu pertumbuhan baru perusahaan.

Investasi industri kaca Fuyao di AS mencapai 1 Milliar US$, dewasa ini bisnis luar negeri perusahaan mencapai proporsi sebesar 36%, investasi luar negeri mencapai 40% dari keseluruhannya, selanjutnya akan tergantung pada kebutuhan pelanggan, kemudian memperbesar investasi luar negeri.

Cao Dewang pernah menyatakan, keuntungan mendirikan pabrik di AS lebih besar daripada di RRT, karena pajak komprehensif  Amerika lebih rendah 35% daripada RRT, penggunaan tanah pada dasarnya tidak memerlukan biaya, aspek sumber energi lebih murah banyak daripada RRT, harga listrik separo lebih rendah dari RRT, sedangkan harga gas alam hanya 1/5 dari RRT.

“Secara keseluruhan, perolehan keuntungan di AS lebih besar yakni lebih dari 10%,” kata Cao. (TYS/WHS/asr)

Share

Video Popular