Erabaru.net. Di sebuah pulau kecil yang dikenal sebagai Yap yang terletak di Mikronesia, Samudera Pasifik, ada kisah luar biasa yang akan mengejutkan Anda. Dikatakan bahwa komunitas Yap dikenal banyak orang karena menggunakan mata uang terberat di dunia!

(Foto: Robert Michael Poole)

Penggunaan mata uang yang disebut sebagai ‘rai’ ini telah dipraktraiekkan selama berabad-abad tetapi tidak ada yang tahu kapan semuanya dimulai.

Yang menarik, penduduk pulau ini masih menggunakan batu besar berbentuk pipih itu untuk berbagai keperluan seperti hantaran pernikahan, tanda permintaan maaf dan lain-lain yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat.

(Foto : Robert Michael Poole)

Pulau Yap adalah satu-satunya di Kepuluan Mikronesia yang menggunakan mata uang tersebut sementara wilayah Mikronesia lainnya menggunakan dollar AS sebagai mata uang resmi.

Dikatakan pada zaman kuno, komunitas Yap telah melihat batu besar di tanah ketika mereka tiba di palau. Batu ini mengandung aragonit yang merupakan bahan penghasil mutiara. Penemuan batu itu membuat orang-orang Yap ingin mengubahnya menjadi koin.

 

Ketua mereka setuju dengan idel tersebut dan memutuskan ide untuk membuat uang ‘rai’. Proses membawa koin juga dikatakan proses yang sangat sulit karena terlalu berat.

(Foto: Ben Bohane / ABC)

Itu sebabnya ada banyak uang yang ditemukan di sekitar pulau seperti di dasar laut, di hutan dan sebagainya. Namun, setiap desa di pulau itu memiliki ‘bank’ yang dikhususkan untuk menyimpan uang ini!

(Foto: Ben Bohane / ABC)

Nilai setiap untuk setiap rai tergantung pada ukurannya yang dapat ditemukan antara 30 sentimeter hingga 3,5 meter! Semakin besar uang, semakin tinggi nilainya. Terlepas dari ukuran, nilai uang ini juga ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan dalam memperolehnya dan juga tujuan pemberian uang.

Namun, uang batu ini tidak digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti membeli peralatan dapur. Masyarakat tetep menggunakan dollar AS untuk tujuan itu. Uang rai yang dianggap seperti emas digunakan untuk membayar hantaran atau menukar dengan makanan dalam situasi yang ekstrim (hasil panen gagal).

Uang batu ini juga dapat ditransfer menjadi hak orang lain setelah diperdagangkan. Namun, karena memiliki ukuran besar dan berat, itu tidak perlu harus dipindahkan ke rumah baru pemilik rumah. Di sisi lain, satu desa tahu siapa pemilik uang itu bahkan jika itu ditempatkan di area pemilik lama.

(Foto: tropical.pete / Flickr)

Sejauh ini, lebih banyak uang telah dibuat untuk memastikan bahwa tradisi tidak dilupakan.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular