Erabaru.net- BMKG merilis terjadi gempa bumi tektonik di Lampung pada  Rabu (06/06/2018) pukul 06:00.28 WIB. Gempa berada pada lokasi  6.21 LS dan 103.56 BT dengan kedalaman 63 Km.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly merilis gempabumi berpusat di wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera dan tak berpotensi tsunami.

“Karena gempabumi ini relatif kecil sehingga tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut  yang dapat memicu terjadinya tsunami,” ungkapnya.

Dari hasil monitoring BMKG selama satu jam, belum ada gempabumi susulan yang tercatat. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

Berdasarkan informasi dari masyarakat gempabumi ini dirasakan di Semaka II SIG-BMKG (IV MMI), di Liwa, Bengkunat pesisir barat, dan Wonosobo Lampung II SIG-BMKG (II-III MMI).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Adapun penyebab gempabumi berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.  Tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Hasil analisa mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu aktivitas penyesaran naik mendatar (oblique thrust).

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD setempat, serta informasi dari BMKG. Masyarakat diminta tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggungjawab mengenai gempabumi dan tsunami.

Masyarakat juga diminta agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil. (asr)

Share
Tag: Kategori: BERITA NASIONAL NATIONAL

Video Popular