Morris Chang, pendiri, ketua, dan CEO pembuat chip kontrak terbesar dunia, TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), mengumumkan pengunduran dirinya pada rapat pemegang saham tahunan perusahaan pada 5 Juni.

Dia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 1987 dan memelopori gagasan tentang pembuatan chip untuk perusahaan-perusahaan desain chip yang tidak memiliki pabrik sendiri.

Chang (86 tahun) akan digantikan oleh Mark Liu, yang pernah menjadi presiden dan co-CEO bersama C.C. Wei sejak 2013. Wei akan menjadi CEO tunggal.

Meskipun karir yang mengesankan di mana ia telah memelopori manufaktur teknologi Taiwan, Chang dan TSMC baru-baru ini harus berurusan dengan tren yang berkembang dari perusahaan-perusahaan Tiongkok daratan tentang perburuan pebakat teknologi dari Taiwan dan mencuri inovasi-inovasi kunci.

Pada bulan April tahun ini, jaksa Taiwan mengajukan tuntutan terhadap mantan karyawan TSMC, menuduh dia mencuri teknologi dengan maksud memberikannya kepada perusahaan milik negara Tiongkok.

Seorang pejabat senior Departemen Perdagangan AS bertemu dengan Chang pada bulan Maret untuk membahas cara melawan praktik-praktik pencurian kekayaan intelektual oleh Tiongkok.

Media berita Taiwan, United Daily News, melaporkan bahwa tantangan khusus bagi kepemimpinan yang akan datang adalah ketegangan-ketegangan perdagangan lanjutan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Chang membahas masalah ini pada pertemuan pemegang saham. Dia mencatat bahwa sejak TSMC memiliki basis pendapatan besar di keduanya Amerika Serikat dan Tiongkok, ia bisa menderita dari perang perdagangan antara kedua negara tersebut.

Chang juga mengatakan dia yakin industri semikonduktor Tiongkok akan melihat banyak kemajuan dalam lima hingga 10 tahun ke depan, tetapi masih tertinggal di belakang TSMC, yang menghitung raksasa-raksasa teknologi seperti Apple di antara pelanggan-pelanggannya.

Dia menambahkan bahwa dia sekarang menantikan untuk menulis otobiografinya, bermain bridge, dan traveling. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular