Erabaru.net. Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI)/Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bersama operator telekomunikasi, khususnya operator seluler telah melakukan kesiapan daya dukung jaringan telekomunikasi selama mudik lebaran 2018.

Sinergi ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan layanan telekomunikasi bagi masyarakat dalam perjalanan mudik, arus balik maupun saat berada di titik asal pemberangkatan dan ketika berada di daerah tujuan.

Dirjen PPI/Ketua BRTI Ahmad M. Ramli mengatakan kesiapan jaringan dan layanan telekomunikasi sangat memperhatikan peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri Tahun 2018 serta saat pengguna layanan telekomunikasi berada di daerah tujuan.

Menurut dia, BRTI telah meminta kepada operator telekomunikasi khususnya operator seluler untuk melakukan pengujian kualitas baik kapasitas, kekuatan sinyal maupun coverage (luas cakupan jaringan) untuk memastikan performansi atau daya kinerja jaringan telekomunikasi mampu melayani pelanggan dengan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.

Pintu tol Cikarang (Bina Marga)

Hasilnya, seluruh operator seluler, yaitu Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia (Tri), Smartfren, Smart Telecom dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (NetOne) telah melakukan pengujian kinerja jaringan telekomunikasinya selama April s.d. Mei 2018 dan hasilnya telah dilaporkan kepada BRTI pada 1 Juni 2018.

“Saya telah meminta operator seluler melakukan pengujian secara saksama di daerah-daerah tujuan mudik, lokasi-lokasi kepadatan dan jalur mudik,” ujarnya dalam rilis Kemkominfo, Rabu (06/06/2018).

Menurut Ramli, di kota-kota tujuan mudik rute-rute pengujian juga diperluas sehingga dapat dijamin coverage dan kekuatan sinyal yang diharapkan. Pihaknya, kata Ramli,  akan melakukan pengawasan pelaksanaan pengujian dan mengevaluasi hasilnya.

Berikut daya dukung kesiapan jaringan dan layanan telekomunikasi tersebut, antara lain :

  • Penambahan kapasitas pada lokasi-lokasi keberangkatan mudik
  • Penambahan kapasitas pada lokasi-lokasi kedatangan mudik
  • Penambahan kapasitas pada jalur darat baik mudik maupun balik, dengan memperhatikan lokasi-lokasi yang akan mengalami kepadatan karena kondisi lalu lintas.
  • Penambahasan kapasitas jairngan pada lokasi yang menjadi penumpukan seperti lokasi penyeberangan laut.
  • Menjamin kapasitas di daerah-daerah yang menjadi tujuan kedatangan mengingat terjadi peningkatan jumlah pengguna telekomunikasi pada daerah-daerah tujuan mudik.
  • Penyediaan posko-posko mudik, partner siaga dan layanan siaga untuk membantu masyarakat dalam kebutuhan telekomunikasi termasuk penyediaan pulsa layanan telekomunikasi sehingga masyarakat mendapat kemudahan dalam perjalanan dan di daerah tujuan.

Sementara, Merza Fachys selaku ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi seluruh Indonesia (ATSI) menyatakan bahwa mulai bulan April dan Mei 2018 telah dilakukan pengujian terhadap beberapa hal yang berkaitan dengan performansi jaringan para operator yang meliputi cakupan jaringan dan kualitas sinyal seluler, tingkat kesuksesan panggilan, tingkat kesuksesan pengiriman SMS dan tingkat kesuksesan akses dan kualitas layanan internet.

Menurut dia, untuk meningkatkan kualitas sinyal atau di wilayah yang tidak tersedia sinyal, operator seluler telah memasang BTS Mobile selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Berdasarkan hasil pengujian yang disampaikan oleh operator seluler menunjukkan bahwa secara keseluruhan semua operator seluler memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (baik untuk layanan telepon, sms maupun layanan internet) dan siap melayani pelanggan selama mudik. (asr)

Share

Video Popular