WASHINGTON / GUANGZHOU – Departemen Luar Negeri AS telah membawa sekelompok diplomat pulang dari Kota Guangzhou di Tiongkok selatan, karena kekhawatiran mereka menderita penyakit misterius yang menyerupai cedera otak dan telah menginfeksi personel AS di Kuba, kata seorang juru bicara.

Setelah mengkonfirmasi satu pegawai pemerintah telah “menderita insiden medis” di Guangzhou, departemen tersebut mengerahkan tim untuk memeriksa karyawan dan anggota keluarga di konsulat di sana, kata juru bicara wanita, Heather Nauert, dalam sebuah pernyataan pada 6 Juni.

“Sebagai hasil dari proses pemeriksaan sejauh ini, departemen telah mengirim sejumlah individu untuk evaluasi lebih lanjut dan penilaian komprehensif dari hasil temuan-temuan dan gejala-gejala mereka di Amerika Serikat,” kata Nauert.

“Profesional medis akan terus melakukan evaluasi-evaluasi penuh untuk menentukan penyebab gejala yang dilaporkan dan apakah temuan-temuan tersebut konsisten dengan yang dicatat dalam personel pemerintah yang terkena dampak sebelumnya atau mungkin sama sekali tidak terkait,” katanya.

The New York Times melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri telah mengevakuasi setidaknya dua orang Amerika yang jatuh sakit setelah mendengar suara-suara aneh di Tiongkok.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan pada hari Kamis bahwa sejauh yang dia ketahui, pemerintah tidak memiliki komunikasi formal dengan pejabat AS pada kasus-kasus baru, dan bahwa pihaknya telah menyelidiki insiden awal.

Empat anggota staf Amerika di konsulat AS di Guangzhou mengarahkan Reuters ke kantor pers kedutaan Beijing ketika ditanya tentang situasinya.

Seorang pejabat pemerintah AS di sana mengatakan bahwa hanya ada satu kasus yang telah dikonfirmasi di Tiongkok, diumumkan bulan lalu, dan Departemen Luar Negeri menawarkan pemeriksaan kepada siapa pun di kedutaan AS atau konsulat di Tiongkok yang memintanya.

Selain kedutaan Beijing dan konsulat Guangzhou, Amerika Serikat mengoperasikan konsulat-konsulat di kota-kota Tiongkok daratan Chengdu, Shanghai, Shenyang, dan Wuhan.

Tahun lalu, 24 pegawai pemerintah AS dan anggota keluarga di Kuba menunjukkan gejala-gejala serupa, dimana hubungannya serupa dengan gegar otak dan cedera otak traumatis ringan, menurut Departemen Luar Negeri.

Penyakit di antara para diplomat Amerika yang ditempatkan di Havana telah meningkatkan ketegangan di antara musuh-musuh Perang Dingin yang telah lama tersebut

Sekretaris Negara Mike Pompeo merilis sebuah pernyataan pada 5 Juni mengatakan departemen tersebut telah membentuk satuan tugas bulan lalu “untuk mengarahkan respon multi lembaga terhadap insiden-insiden kesehatan yang tidak dapat dijelaskan tersebut.”

“Sifat persisnya dari cedera yang diderita oleh personel yang terkena dampak tersebut, dan apakah penyebab umum ada untuk semua kasus, belum ditetapkan,” kata Pompeo. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular