BRUSSELS — penyidik ​​anti-penipuan Uni Eropa (UE) mencurigai Yunani dan Hongaria kemungkinan telah menjadi pusat Eropa utama untuk penipuan multi juta euro yang melibatkan impor pakaian dan sepatu Tiongkok. Rezim Tiongkok mungkin mengambil keuntungan dari proyek infrastruktur di sana sebagai bagian dari inisiatif One Belt, One Road (juga dikenal sebagai Belt dan Road), menurut para peneliti.

Penipuan skala besar, yang melibatkan ketidakcukupan pernyataan nilai barang-barang yang diimpor sehingga membayar bea cukai dan pajak penjualan lebih rendah, pertama kali ditemukan di Inggris, di mana hal itu telah berlangsung selama bertahun-tahun, mendorong Komisi Eropa tahun ini untuk menuntut London membayar 2.7 miliar euro ($ 3,1 miliar) dalam bea cukai yang hilang untuk anggaran Uni Eropa.

Pejabat-pejabat di lembaga anti penipuan Uni Eropa OLAF mengatakan mereka sekarang mencurigai penipuan tersebut dapat beralih ke Hungaria dan ke pelabuhan Piraeus di Athena, yang mayoritas telah dimiliki oleh perusahaan milik negara Tiongkok, COSCO Shipping, sejak 2016.

Data kepabeanan Hungaria dan Yunani menunjukkan lonjakan impor pakaian dan sepatu undervalued dari Tiongkok selama dua tahun terakhir, para pejabat OLAF mengatakan kepada Reuters. Mereka menekankan bahwa kecenderungan ini bertepatan dengan penurunan impor-impor undervalued Tiongkok ke Inggris.

Pajak bea cukai di negara-negara UE adalah pendapatan langsung untuk anggaran kesatuan tersebut. Mereka dikumpulkan oleh otoritas nasional sebelum dikirim ke Brussels.

“Kami khawatir tentang ini,” kata direktur investigasi OLAF, Ernesto Bianchi pada konferensi pers di Brussels pada 6 Juni, menambahkan bahwa pemantauan arus impor akan ditingkatkan.

Reuters secara eksklusif melaporkan pada bulan April bahwa pihak berwenang Italia sedang menyelidiki dugaan penipuan impor oleh geng-geng penjahat Tiongkok di pelabuhan Piraeus, yang terbesar di Yunani.

Ditanya tentang dugaan penipuan pada bulan April tersebut, COSCO Shipping mengatakan: “Perusahaan dalam operasi globalnya secara konsisten dan ketat mengikuti hukum lokal dan internasional, dan bertekad untuk beroperasi secara sah dan patuh.”

Otoritas pabean Hungaria dan Yunani tidak segera bersedia untuk dimintai komentar.

Tiongkok ingin mengubah pelabuhan Yunani menjadi “pintu gerbang ke Eropa” sebagai bagian dari inisiatif Belt dan Road $126 miliar, upaya-upaya untuk memperluas pengaruh geopolitik rezim Tiongkok di Asia, Afrika, dan Eropa. Rejim memuji upaya-upaya tersebut sebagai Jalan Sutra baru yang menghubungkan mitra-mitra dagang.

Di bawah rencana Belt and Road tersebut, jalur kereta cepat dan darat akan menghubungkan Athena ke ibukota Hungaria, Budapest, melintasi Balkan. Rute yang sama tersebut dapat digunakan oleh para pedagang untuk memindahkan barang-barang undervalued Tiongkok dan tidak diumumkan secara resmi ke Hongaria, para penyelidik menduga.

“Mungkin terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan, tetapi mengkhawatirkan bahwa para penipu sekarang jelas melihat investasi infrastruktur sebagai peluang bisnis bagi mereka juga,” kata Bianchi, mendesak otoritas UE untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun oleh Tiongkok “tidak dimanfaatkan untuk lalu lintas perdagangan gelap.”

Di dalam skema Inggris, organisasi-organisasi kriminal Tiongkok menggunakan pelabuhan Hamburg Jerman sebagai titik kedatangan pertama di Eropa untuk kargo-kargo pakaian dan sepatu undervalued. Akan tetapi, barang-barang telah melewati kontrol bea cukai hanya setelah dikirim ke pelabuhan Inggris, di bawah peraturam UE yang mengelola tanpa pengecekan-pengecekan terhadap barang-barang transit antara negara-negara anggota blok tersebut.

Pelabuhan Dover dan Felixstowe di Inggris masih menjadi pusat utama Uni Eropa untuk impor-impor undervalued dari Tiongkok pada tahun 2017, data OLAF menunjukkan, tetapi aliran tersebut hampir berhenti tahun ini karena pemeriksaan ketat oleh pabean Inggris, kata pejabat Uni Eropa.

Keputusan Inggris untuk meninggalkan serikat pabean Uni Eropa mungkin juga telah mendesak kelompok-kelompok kriminal yang mengatur bisnis ini untuk menemukan rute baru untuk membawa barang-barang Tiongkok ke Eropa, kata para pejabat.

Pemerintah Inggris menentang penipuan yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan Inggris. Kepala OLAF Nick Ilett mengatakan dia memprediksi kontroversi dengan Inggris tersebut akan tertahan “beberapa waktu” dan mungkin akan perlu diselesaikan di pengadilan keadilan Uni Eropa.

OLAF mendefinisikan barang undervalued sebagai barang-barang yang jauh di bawah harga rata-rata yang dinyatakan di semua pabean Uni Eropa. (ran)

Share

Video Popular