oleh Qin Yufei

Anastasia Lin, aktris Kanada etnis Tionghoa mendesak pemerintah Australia untuk berpartisipasi dalam mencegah Partai Komunis Tiongkok (PKT) melakukan kejahatan pengambilan paksa organ dari tubuh hidup manusia.

Radio Australia melaporkan bahwa Anastasia Lin yang pernah memenangkan kejuaraan dunia kecanikan di Kanada tahun 2015 dan juga seorang aktris pembela hak asasi manusia, mempertanyakan tujuan PKT menyelenggarakan Pameran Tubuh di kota Sydney.

Anastasia Lin menyerahkan bukti kepada Komite Parlemen Australia dan memintanya untuk melakukan penyelidikan mengenai kasus penyelundupan organ tubuh manusia dan wisata transplantasi organ ke Tiongkok.

Dalam sidang dengar pendapat di Canberra, Lin mengungkapkan bahwa saat ia berpartisipasi dalam sebuah film tentang pengambilan paksa organ oleh PKT, dalam proses meninjau data karakter, ia melihat banyak informasi tentang pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis Tiongkok.

“Penyalahgunaan organ transplantasi yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok adalah kejahatan negara yang sangat mengakar dan sistematis” kata Anastasia Lin dalam sidang dengar pendapat baru-baru ini.

Anastasia lin (Foto : China Uncensored via YouTube)

Ia mengatakan bahwa beberapa warga Australia pergi ke Tiongkok untuk transplantasi organ. “Negara Barat yang demokrasi memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk ikut campur tangan dalam melakukan pencegahan terhadap perjalanan tersebut.”

Ia mengatakan bahwa negara Barat dapat melalui undang-undang untuk mencegah warganya tidak menjadi bagian dari kejahatan transplantasi PKT.

Anastasia Lin pernah menegaskan bahwa ia juga seorang praktisi Falun Gong.

Dalam dokumen yang diserahkan kepada sidang Kongres, Himpunan Falun Dafa Australia menyatakan bahwa praktisi Falun Gong yang ditahan di Tiongkok telah menjadi sumber organ vital terbesar.

“Kebanyakan praktisi Falun Gong ditahan tanpa prosedur hukum. Organ mereka diambil paksa melalui kerjasama pusat penahanan, polisi, tentara, dan rumah sakit.” demikian penjelasan yang ditulis dalam dokumen yang diserahkan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Australia juga menghadiri sidang.

Anastasia Lin (flickr.com)

Graham Fletcher, penanggung jawab Kementerian Luar Negeri Australia juga didengar pendapatnya oleh anggota sidang tentang apakah pemerintah pernah mengemukakan soal kekhawatiran pemerintah Australia tentang pengambilan organ yang dilakukan oleh PKT ?

Graham Fletcher mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok membantah adanya kejadian tersebut.

PKC mengklaim untuk mengubah sistem donasi organ dan tidak lagi menggunakan organ dari narapidana mati. Namun, tahun lalu seorang pejabat kesehatan senior dari Partai Komunis Tiongkok mengakui bahwa pengambilan paksa organ tahanan mungkin masih terus terjadi.

Anastasia Lin mengkritik Pameran Tubuh Manusia yang diadakan oleh PKT di Sydney. Pameran ini menampilkan spesimen jaringan biologis manusia yang diplastinasi.

“Ini adalah tubuh manusia. Mereka dulunya adalah manusia yang hidup” Anastasia Lin  mengatakan bahwa jaringan biologis manusia tersebut dijual ke sekolah kedokteran dan universitas di negara-negara Barat.

Lin mengatakan bahwa spesimen terplastinasi ini mengungkap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan PKT.

Senator Moore mencatat bahwa banyak orang dalam persidangan prihatin tentang tubuh manusia tersebut.

“Mereka adalah jasad dari orang yang pernah hidup dan sekarang dipertontonkan dalam pameran” kata Moore, “Kita harus menyelidiki masalah ini”.

Bayangkan perusahaan pameran adalah penyelenggara pameran. 20  tubuh manusia dan 200 spesimen anatomi manusia itu dipertontonkan kepada masyarakat dalam pameran keliling ke Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. (Sinatra/asr)

Video Rekomendasi :

Atau anda menyukai kisah ini

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds