Erabaru.net. Insiden tenggelamnya kapal Sewol yang mengerikan terjadi di Korea Selatan beberapa tahun yang lalu, pada saat itu, terdapat total 325 murid kelas dua sekolah menengah dan 15 staf pengajar dari Danwon High School yang rencananya akan melakukan darma wisata dari Incheon menuju Jeju, Korea Selatan.

Tak ada yang menduga perjalanan wisata 3 hari 2 malam dengan menumpang Kapal Feri Sewol, yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi duka.

Kapal Feri besar itu tiba-tiba saja terbalik dan menenggelamkan para penumpangnya, akibatnya lebih dari 300 siswa tewas mengenaskan.

Saat itu para siswa yang mengabadikan foto dan videonya membuat orangtua mereka sangat terpukul dan berduka setelah melihat rekaman video mereka semasa hidup.

Pada 17 April 2014 lalu, sehari menjelang darmawisata, para siswa di kapal merasa badan kapal membentur sesuatu yang tidak diketahui, kapal itu terus bergoyang diiringi suara yang keras, dan tak disangka kapal itu sudah miring, benda-benda yang berada di kapal terus berjatuhan.

Saat itu situasinya benar-benar sangat mengerikan.

Setelah kapal Sewol mengirim sinyal SOS, terdengar pengumuman dari dalam kapal meminta perhatian semua penumpang yang berada di dalam kamar untuk diam di tempat.

Para siswa tinggal di dalam tidak berani keluar, sampai akhirnya seluruh kapal mulai tenggelam, namun semua siswa itu tetap berada di dalam kamar.

Meskipun kapal tersebut memakan waktu sekitar tiga jam untuk tenggelam, para penumpang yang berada di kapal tidak pernah diperintahkan untuk menyelamatkan diri.

Sementara para awak kapal melarikan diri ke tempat yang aman. Pada akhirnya, Kapten Lee Jun-Seok dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena “kelalaian yang disengaja sehingga menyebabkan kematian 304 orang”, 172 orang luka ringan dan berat, dan 5 penumpang naas lainnya tidak ditemukan. 4 anggota awak lainnya diberi hukuman mulai dari dua hingga 12 tahun.

Dari tayangan video terkait, kita bisa mendengar awak kapal terus-menerus mengumumkan untuk tidak meninggalkan tempat.

Banyak penumpang yang mendengar pengumuman itu dan bahkan masih bercanda, mereka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di luar, malah ada seorang siswa yang sempat memutar soundtrack My Heart Will Go On dalam film Titanic, dan suasana di dalam ruangan kapal tampak riuh rendah!

Beberapa siswa juga terlihat menunggu di luar menunggu bantuan.

Sementara salah satu siswi terus meminta maaf kepada ayah-ibunya, akibatnya dia pun ditegur siswa lainnya dan memintanya untuk tidak berbicara sembarangan, mereka menghiburnya bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun, dalam sesi akhir video, dia berkata di depan kamera: “Semoga kita bertemu lagi dalam keadaan hidup.”

Perasaan orang-orang pun berkecamuk tidak menentu mendengar kata-katanya yang seakan mengucapkan selamat tinggal!

Sampai detik ini, para orangtua dari para korban masih belum dapat keluar dari dukanya.

Beberapa orangtua korban mengatakan: “Sampai sekarang dia masih suka merapikan kamar tidur anaknya, seolah-olah mereka masih segar bugar …” (jhn/elg)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular