WASHINGTON – Seorang senator senior AS mengatakan pada 7 Juni bahwa ia telah meminta perusahaan induk Google, Alphabet, dan platform media sosial Twitter untuk informasi tentang perjanjian berbagi data yang mereka miliki dengan vendor Tiongkok, setelah raksasa media sosial Facebook mengungkapkan kemitraan-kemitraannya dengan beberapa perusahaan Tiongkok sebelumnya minggu ini.

Senator Mark Warner, seorang Demokrat yang merupakan wakil ketua Komite Intelijen Senat, mengatakan dia telah menulis kepada perusahaan tersebut pada 7 Juni dan membuat surat-surat itu dipublikasikan.

Facebook mengatakan pada 5 Juni bahwa pihaknya telah berbagi data kemitraan dengan setidaknya empat perusahaan Tiongkok termasuk produsen perangkat mobile Huawei, pembuat smartphone terbesar ketiga di dunia, yang telah mendapat sorotan dari badan-badan intelijen AS atas kekhawatiran kemampuan spionasenya dalam dunia maya.

Alphabet sebelumnya telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Huawei, pembuat perangkat mobile Xiaomi, dan raksasa teknologi Tiongkok Tencent.

Warner mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sejak 2012 “hubungan antara Partai Komunis Tiongkok dan pembuat peralatan seperti Huawei dan ZTE Corp telah menjadi area yang menjadi perhatian keamanan nasional.” ZTE adalah perusahaan telekomunikasi No. 2 Tiongkok.

Warner bertanya kepada CEO Alphabet, Larry Page, apakah memiliki “kemitraan pihak ketiga” dengan ZTE, Lenovo, atau TCL dan apakah mereka melakukan audit untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut menangani data konsumen dengan benar. Dia bertanya kepada CEO Twitter, Jack Dorsey, apakah perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan Huawei juga.

Pembuat komputer Lenovo, bersamaan juga pembuat smartphone TCL dan OPPO, berada di antara daftar sekitar 60 perusahaan di seluruh dunia yang Facebook katakan menerima akses ke beberapa data pengguna setelah mereka menandatangani kontrak.

Google mengatakan dalam sebuah pernyataan email pada 7 Juni, “Kami memiliki perjanjian dengan puluhan (produsen) di seluruh dunia, termasuk Huawei. Kami tidak menyediakan akses khusus ke data pengguna Google sebagai bagian dari perjanjian-perjanjian ini, dan perjanjian-perjanjian kami mencakup perlindungan privasi dan keamanan untuk data pengguna.”

Twitter menolak berkomentar. The New York Times melaporkan akhir pekan lalu bahwa data teman-teman para pengguna Facebook dapat diakses tanpa persetujuan eksplisit mereka. Facebook membantah itu dan mengatakan akses data adalah untuk memungkinkan para penggunanya mengakses fitur akun di perangkat seluler.

Pengungkapan tersebut mengundang badai kritik dari para anggota Kongres, termasuk beberapa yang mengatakan bahwa Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg seharusnya telah mengungkapkan informasi tersebut dalam kesaksian pada Kongres di bulan April. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular