oleh Yue Jianming

Berkendaraan melewati baik daerah pedesaan di Amerika Serikat, Perancis, kita dapat menemui bendera dari negara bersangkutan berkibar di rumah-rumah penduduk. Dan sederetan tiang bendera dengan bendera-bendaranya berkibar di depan pintu masuk gedung pemerintahan. Negara tetangga Jerman, yakni Belanda pun bersuasana tak jauh berbeda.

Memasuki Jerman, mereka yang jeli akan menemukan hanya sedikit bendera Jerman yang dikibarkan oleh warga desa.

Di depan pintu gerbang gedung instansi pemerintah pun tidak ada bendera di atas tiangnya.

Kalaupun ada juga cuma satu. Itu pun bendera Jerman berada di tengah-tengah bendera Uni Eropa, bendera negara bagian atau bendera kota. Apakah masyarakat Jerman tidak mencintai negaranya ? Apakah mereka tidak merasa bangga dengan bangsa Jerman ?

Menyebut bahwa orang Jerman tidak memiliki kebanggaan terhadap bangsanya sendiri itu adalah tidak obyektif.

Bangsa ini telah menciptakan sejumlah filsafat, musisi, dan ahli teknologi yang tak terhitung jumlahnya, dan nama-nama mereka telah tercatat dengan tinta emas dalam sejarah umat manusia.

Sejarah Nazi, sebuah bayangan mental berat bagi orang Jerman

Tetapi tatkala orang berbicara tentang sejarah Jerman, garis paling tebal adalah bahwa Nazi Jerman telah menyebabkan kerusakan yang luar biasa terhadap peradaban manusia. Deskripsi dalam buku sejarah yang dipakai sekolah-sekolah Jerman, termasuk mengorganisasi kunjungan fisik yang cukup rinci, membuat orang Jerman yang sekarang harus mengalami perasaan bersalah sejak lahir.

Terhadap etnis pendatang lainnya, terutama untuk persahabatan dan pengertian dari masyarakat negara dunia ketiga, mengkritik diri telah menjadi kriteria penting bagi orang Jerman dalam pengukuran apakah mereka telah memperlakukan sejarah dengan benar, dan apakah mereka akan kembali ke era Nazi.

Lautan bendera Jerman menyambut tim sepak bola nasional di Brendenburg, Berlin. (Pool / Getty Images)

Menurut jajak pendapat, dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Jerman adalah yang paling tidak suka dengan bangsa mereka sendiri, tetapi juga bangsa Eropa yang paling ramah terhadap orang asing.

Kasih masyarakat negara tetangga terhadap orang-orang Jerman jauh melebihi kasih kepada bangsa mereka sendiri. Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa orang Jerman paling enggan untuk kembali dilahirkan sebagai orang Jerman, mereka lebih ingin menjadi orang Spanyol, Inggris atau Amerika.

Di Jerman, kita dapat mendengar orang Jerman berkata : “Saya suka Berlin” “Saya suka Hamburg”, “Saya bangga dengan Cologne” Namun, jarang ada orang yang mengatakan : “Saya suka Jerman” atau “Saya bangga dengan Jerman”. Karena ekspresi tersebut diartikan sebagai nasionalisme dan populisme, bahkan bisa naik mencapai tingkat setinggi Anggota Nazi.

Sebuah pesona lain dari sepak bola

Selama berlangsungannya Piala Dunia Sepak Bola (termasuk Piala Eropa), situasinya akan berubah. Salah satu semangat sepak bola adalah integrasi antara bangsa-bangsa, toleransi dan pengertian.

Panser Jerman sudah mencatatkan prestasi yang membanggakan dan membuat salut banyak warga Jerman. kerjasama tim sepak bola Jerman, keterampilan pemainnya dan disiplin diri semua telah mendapatkan acungan jempol dari penggemar sepak bola internasional.

Sepakbola berhasil mempersempit kesenjangan antara Jerman dan negara-negara lain, rakyat Jerman menemukan rasa identitas nasional melalui sepak bola dan membuat mereka lebih ramah dan toleran terhadap orang lain.

Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa setelah akhir kompetisi dalam beberapa tahun terakhir, warga asing yang masuk warga negara Jerman telah meningkatkan pengakuan mereka terhadap bangsa Jerman. Alasannya sangat sederhana, jika orang Jerman sendiri tidak menyukai bangsa mereka sendiri, bagaimana mereka bisa mendapatkan pengakuan dari orang lain?

Hal yang paling memusingkan bagi masyarakat Jerman soal masuknya imigran, juga sudah dapat ditemukan jawabannya melalui sebuah pertandingan sepak bola. Orang Jerman terkejut menemukan bahwa orang asing yang tinggal di Jerman, setelah mereka mengenakan seragam Jerman dan bersorak untuk memberikan semangat tim Jerman, mereka bahkan lebih bersemangat daripada penggemar yang warga asal Jerman.

Namun, meskipun sekarang sedang berada dalam minggu-minggu jelang Piala Dunia, Semangat patriotik Jerman juga harus sedikit diperlunak. Pada tahun 2014, tim Jerman keluar sebagai juara dunia untuk keempat kalinya.

Angela Merkel adalah penggemar sepak bola, dia akan mempromosikan integrasi dan toleransi dalam persepakbolaan. Anggota tim Bundesliga dengan spanduk bertuliskan Pergi dengan Caranya Sendiri (Geh deinen Weg) menunjukkan dukungan terhadap Merkel. (Patrik Stollarz/Getty Images)

Para pemain Jerman yang merayakan kemenangan bersama warga masyarakat Jerman, telah membuat sebuah acara yang kurang menghargai tim Argentina yang keluar sebagai runner-up. Sehingga media mainstream Jerman mulai membombardir nasionalisme dari tim juara, untuk itu beberapa orang pemain terpaksa meminta maaf dan memberikan penjelasan.

Tahun ini seperti setiap tahun genap, Piala Dunia dan Piala Eropa akan muncul bergantian. Pada Juni dan Juli tahun ini akan kembali menjadi bulan patriotik bagi warga Jerman.

Di jalan-jalan besar dan kecil, bendera Jerman telah berkibar. Suara “Jerman ! Jerman !” pasti akan menggelegar saat tim panser bertanding.

Sepak bola memungkinkan warga Jerman menemukan identitas diri dan rasa kebanggaan nasional, memberikan kepada rakyat Jerman kesenangan yang berbeda dari bangsa lainnya. (Sinatra/asr)

Video Rekomendasi :

Atau anda menyukai ini

Share

Video Popular