PERINGATAN: ARTIKEL INI BERISI BEBERAPA GAMBAR YANG MUNGKIN DAPAT MEMBUAT PEMBACA MERASA TERGANGGU

Erabaru.net. Setelah kematian mendadak seorang reformis politik, Hu Yaobang, sekitar 200.000 siswa berkumpul di Lapangan Tiananmen pada 22 April 1989, untuk menunggu mobil jenazah yang membawa jasad Hu — tetapi mobil itu tidak pernah sampai. Massa siswa marah, dan hasrat membara mereka akan kebebasan tidak dapat dibendung lagi.

Posted by Remembering Tiananmen Massacre on Sunday, May 29, 2016

BEIJING, TIONGKOK – 25 MEI: Mengibarkan spanduk, para siswa berbaris di jalan-jalan Beijing dekat Lapangan Tiananmen 25 Mei 1989 saat unjuk rasa mendukung pro-demokrasi melawan rezim Tiongkok. (© Getty Images | CATHERINE HENRIETTE)

Selama beberapa minggu berikutnya, Lapangan Tiananmen diduduki oleh para siswa pemrotes ini, yang bertujuan mewujudkan impian mereka untuk menyingkirkan negara tirani komunis dan membawa reformasi demokrasi ke Tiongkok. Demonstrasi tanpa kekerasan mereka mungkin membawa secercah harapan … sampai tentara bergerak masuk.

22 April 1989: Beberapa ratus dari 200.000 siswa yang melakukan unjuk rasa pro-demokrasi berhadapan muka dengan polisi di luar Aula Besar Rakyat di Lapangan Tiananmen di Beijing saat mereka mengambil bagian dalam upacara pemakaman mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok dan reformis liberal Hu Yaobang . (© Getty Images | CATHERINE HENRIETTE)

Apa yang menyebabkan para tentara tiba-tiba melakukan pembunuhan menggila pada tanggal 4 Juni?

Posted by Remembering Tiananmen Massacre on Wednesday, June 3, 2015

  1. Sedikitnya 10.454 orang dibunuh secara massal oleh rezim Tiongkok di Lapangan Tiananmen, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya dari Dewan Negara Tiongkok. Angka yang jauh lebih besar daripada angka kematian “resmi” yang diumumkan, dimana dikatakan hanya ada 200 korban jiwa.

Pada tanggal 4 Juni 1989, para siswa ditembak dengan berondongan peluru dan “diserang” oleh tank-tank militer.“ APC (kendaraan militer) kemudian melindas tubuh mereka berkali-kali untuk dijadikan ‘kue gepeng’ dan kemudian dikumpulkan oleh bulldozer. Sisa-sisa tubuh mereka lalu dibakar dan dibuang ke saluran air, ”kata sebagian dari pernyataan rahasia yang kemudian dibuka, yang diperoleh Alan Donald, duta besar Inggris untuk Tiongkok pada tahun 1989.

BEIJING, TIONGKOK – 1989/06/04: Pada akhir gerakan pro-demokrasi di Tiongkok, sekelompok tank Angkatan Darat Tiongkok memblokir jalan layang di Changan Avenue yang mengarah ke Lapangan Tiananmen, tempat rezim Komunis melakukan penindasan brutal di malam sebelumnya pada pemrotes, yang terjadi hanya beberapa jam sebelumnya. (© Getty Images | Peter Charlesworth / LightRocket)

Masih belum dipastikan berapa banyak lagi yang dibantai selama dan setelah protes tanpa senjata, yang dilakukan oleh para siswa.

  1. Pemimpin yang menghasut dilakukannya pembantaian, masih hidup

Selain melindas para siswa dengan tank, tentara menembakkan peluru ledak yang terpencar setelah ditembakkan, juga dikenal sebagai peluru dum dum (dilarang oleh Konvensi Jenewa) untuk membunuh para siswa dengan cara yang paling mengerikan.

Pertanyaan masih tersisa, manusia macam apa yang akan memerintahkan pembunuhan massal yang brutal terhadap warga sipil yang hanya mencari kebebasan?

Mantan diktator Jiang Zemin (© Getty Images | Feng Li)

Mantan diktator Deng Xiaoping terkesan dengan proposisi tinju besi Jiang Zemin untuk menggunakan tentara dalam menindak para siswa pemrotes, dan mempromosikannya dari ketua Partai wilayah Shanghai, ke Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok beberapa hari sebelum pembantaian dilakukan, memberinya kebebasan untuk melakukan keputusan apapun yang dia mau.

歷史上的今天1989年5月17日中共總書記趙紫陽肯定學運是愛國,並聲言絕不「秋後算賬」香港六間大專院校罷課一天,支持北京學運。嚴家其、包遵信、李南友等知識分子發表《五‧一七宣言》,痛斥政府對學生絕食麻木不仁。…

Posted by Remembering Tiananmen Massacre on Tuesday, May 17, 2016

Jiang Zemin, dalang sesungguhnya dibalik pembantaian, memerintahkan tentara untuk melaksanakan strateginya yang berdarah pada tanggal 4 Juni. Gerbang perdamaian surgawi (Tiananmen) tiba-tiba berubah menjadi neraka di Bumi.

Foto ini tertanggal 4 Juni 1989, menunjukkan dua orang yang terluka sedang diangkut selama bentrokan antara tentara dan mahasiswa dekat Lapangan Tiananmen. (© Getty Images | MANUEL CENETA / AFP)
  1. Pembantaian Lapangan Tiananmen hanyalah awal dari kekejaman Jiang yang mengerikan. Dia melanjutkan untuk melakukan kejahatan paling keji yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia manapun.
BEIJING, TIONGKOK, 1989, korban pembantaian saling bertumpuk satu sama lain (© Getty Images | Dario Mitidieri)

Dalam kebangkitan berdarah setelah peristiwa pembantaian itu, Jiang menjadi pewaris ideal Deng sebagai Kepala Partai berikutnya, posisi yang kemudian diperoleh Jiang pada tahun 1993.

Penganut garis keras Marxisme dan mantan mata-mata senior untuk Biro Timur Jauh KGB baru mulai menunjukkan sifat aslinya perihal bagaimana dia berurusan dengan para siswa yang memprotes, dan bertahun-tahun setelahnya, melanjutkan untuk mengatur kampanye yang bahkan lebih mengerikan lagi.

Pada tahun 1999, Jiang yang cemburu berusaha “membasmi” Falun Gong – suatu latihan meditasi yang populer – semua karena praktisinya berjumlah sekitar 100 juta orang, melebihi jumlah anggota Partai yang hanya 70 juta, menurut laporan yang dikelola negara pada saat itu.

Falun Gong menjadi latihan qigong paling populer dan paling banyak dilatih di Tiongkok modern, sebelum Juli 1999 ©The Epoch Times

Di bawah pemerintahan Jiang, kampanye informasi palsu yang licik membanjiri Tiongkok, mengubah opini publik terhadap Falun Gong dengan melakukan pemfitnahan ekstrim untuk menghancurkan nama latihan yang sebelumnya sangat populer dan disukai di Tiongkok, menjadi latihan yang dibenci oleh rakyat Tiongkok sendiri — termasuk rekayasa“bakar diri” di lapangan Tiananmen, yang berhasil menipu rakyat Tiongkok — dan kemudian membuka jalan bagi Jiang untuk melanjutkan ke fase berikutnya, yakni untuk secara paksa “mengubah” atau “menghilangkan” para meditator yang menolak untuk melepaskan latihan yang mereka lakukan.

Polisi sedang menangkap seorang praktisi Falun Gong ©The Epoch Times

Menanggapi kebijakan genosida Jiang, yang diyakini telah menyebabkan pembunuhan dalam skala besar dan luas, termasuk pengambilan organ secara paksa, 209.000 tuntutan hukum telah diajukan terhadap Jiang di seluruh dunia, membuatnya menjadi diktator yang paling banyak dituntut dalam sejarah manusia.

Para praktisi Falun Gong pada rapat umum di depan kedutaan Tiongkok, di New York City pada 3 Juli 2015, untuk mendukung upaya global penuntutan Jiang Zemin. (© The Epoch Times | Larry Dye)
  1. Kisah mengerikan yang terjadi di Lapangan Tiananmen, yang dirahasiakan

Seorang reporter Blacklock memperoleh pesan teleks rahasia yang mengerikan tentang apa yang sebenarnya terjadi di Lapangan Tiananmen hari itu melalui akses ke undang-undang informasi.

 “Seorang wanita tua berlutut di depan tentara memohon untuk para siswa; tentara membunuhnya,” kedutaan Kanada di Beijing melaporkan pada saat itu.

BEIJING, Tiongkok – (©Getty Images | Manuel Ceneta/AFP/)

“Seorang anak laki-laki terlihat berusaha melarikan diri sambil berpegangan pada seorang wanita dengan seorang anak berusia 2 tahun di kereta bayi, dan ditabrak oleh tank;” “Tank itu kemudian berbalik lagi dan menggilas mereka.”

“Para tentara menembakkan senapan mesin sampai amunisi mereka habis.” Peluru dengan jumlah yang luar biasa ditembakkan ke warga sipil di Tiananmen, dan bahwa “peluru-peluru itu juga memantul ke dalam rumah-rumah di dekatnya, menewaskan lebih banyak lagi penduduk.”

©Getty Images | Peter Turnley/Corbis/VCG

“Kedutaan menggambarkan pembunuhan itu sebagai perilaku ‘bukan manusia’,” menurut Blacklock.

“Mereka sekarang memasuki periode penindasan kejam, dan ketakutan akan penganiayaan akan meneror penduduk,” bunyi pesan kabel lain yang diperoleh.

BEIJING, TIONGKOK – 1989/06/04: Pada akhir gerakan pro-demokrasi di Tiongkok, tentara memblokir sebuah jembatan di Changan Avenue yang mengarah ke Lapangan Tiananmen, di mana rezim Komunis melakukan penindasan brutal malam sebelumnya terhadap para pemrotes, yang terjadi hanya beberapa jam sebelumnya. (© Getty Images | Peter Charlesworth / LightRocket)

Para diplomat menambahkan bahwa sekitar 1.000 eksekusi terjadi setelah pembantaian itu, tetapi angka pastinya tidak dikonfirmasikan.

“Mungkin mereka mengira bahwa pembantaian beberapa ratus atau ribuan jiwa akan meyakinkan penduduk untuk tidak meneruskan protes mereka. Sepertinya itu berhasil, ”demikian bunyi pernyataan dari seorang diplomat.

BEIJING, TIONGKOK – 1989/06/04: Pada akhir gerakan pro-demokrasi di Tiongkok, pengendara sepeda berhenti untuk melihat sepeda yang diratakan oleh tank-tank tentara Tiongkok yang digunakan selama penindasan brutal rezim komunis. (© Getty Images | Peter Charlesworth / LightRocket)

Kabel rahasia Inggris, yang diperoleh oleh situs web berita HK01, mengungkapkan lebih detail tentang kejahatan 27 Tentara dari Provinsi Shanxi pada hari itu.

BEIJING, CHINA – (©Getty Images | Manuel Ceneta)

“27 Tentara diperintahkan untuk tidak mengampuni siapapun. Empat gadis yang terluka memohon untuk hidup mereka tetapi malah dibunuh dengan bayonet. Seorang gadis berusia 3 tahun terluka tetapi Ibunya malah ditembak ketika dia berusaha membantunya, seperti juga enam orang lain yang mencoba melakukan hal yang sama.”

BEIJING, TIONGKOK – 1989/06/04: Pada akhir gerakan pro-demokrasi di Tiongkok, seorang pengendara sepeda tunggal berjalan melewati penghalang jalan di Changan Avenue yang dihancurkan oleh tank-tank Tentara Tiongkok pada malam kekerasan di dalam dan di sekitar Lapangan Tiananmen. Setelah berminggu-minggu melakukan protes, rezim Komunis melakukan tindakan brutal pada malam terakhir terhadap para demonstran, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum foto ini diambil. (© Getty Images | Peter Charlesworth / LightRocket)

“Sekitar seribu orang yang selamat diberitahu bahwa mereka bisa melarikan diri lewat Zhengyi Lu, tetapi kemudian malah dihabisi oleh senapan mesin yang disiapkan dan ditempatkan secara khusus disana.”

  1. “4 Juni” adalah subjek yang sangat tabu di Tiongkok hari ini

Meskipun Hong Kong mengadakan nyala lilin setiap malam pada tanggal 4 Juni setiap tahun untuk memperingati korban pembantaian, orang Tiongkok daratan di seberang perbatasan tidak memiliki kebebasan untuk berbicara seperti itu. Jika sekali saja berbicara tentang Pembantaian Lapangan Tiananmen, atau bahkan menyebutkan “4 Juni,” atau “6.4,” bisa jadi dia akan “menghilang.”

HONG KONG – JUNI 04: Ribuan orang memadati Taman Victoria untuk memperingati 25 tahun protes Lapangan Tiananmen dengan nyala lilin pada tanggal 4 Juni 2014, di Hong Kong. (© Getty Images | Jessica Hromas)

Pada tahun 2007, Zhang Zhongshun, seorang dosen dari Universitas Yantai, menunjukkan di kelasnya sebuah video tentang pembantaian yang dia peroleh dari situs web luar negeri. Dia kemudian dipenjara selama tiga tahun.

Seorang demonstran Beijing memblokir jalan konvoi tank di sepanjang Avenue of Eternal Peace dekat Lapangan Tiananmen. Selama berminggu-minggu, orang-orang telah memprotes untuk kebebasan berbicara dan kebebasan pers dari pemerintah Tiongkok. (© Getty Images | Bettmann)

Siapa yang akan berani mengangkat hal ini untuk didiskusikan di Tiongkok setelah mengetahui konsekuensinya?

歷史上的今天 1989年5月26日戒嚴第7天:「天安門廣場指揮部」總指揮柴玲宣佈堅守廣場中央下達文件,列出趙紫陽的罪狀。陳雲主持中顧委會議,支持李鵬和楊尚昆。北京市區治安、交通,供應恢復正常。 「天安門廣場指揮部」總指揮柴玲宣佈堅守廣場。學生:26日,香港學聯再派代表攜帶90萬元以及醫療物資、資訊設備、禦寒用品等,給予北京絕食學生。文:六四紀念館圖:摘自網絡

Posted by Remembering Tiananmen Massacre on Thursday, May 26, 2016

Tahun ini menandai 29 tahun Pembantaian Lapangan Tiananmen. Akankah Xi Jinping membereskan masalah ini dan membawa Jiang Zemin ke pengadilan atas serangkaian kejahatannya? Hanya waktu yang akan menjawab. (lpc/jul)

Mari saksikan videonya:

Sumber: NTDIN.tv

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds