oleh Yan Hua

Sebuah kasus sensasional telah terjadi di Taiwan 60 tahun silam. Kasus arwah yang menumpang hidup lewat jenasah nyonya Wu Lin Wangyao yang tak lama meninggal dunia karena sakit di desa Mailiao, Yunlin County, Taiwan.

Ny. Wu Lin Wangyao yang waktu itu hidup kembali, sebenarnya bukan lagi berarwah Wu Lin Wangyao tetapi arwah Zhu Xiuhua. Pada 23 Mei yang baru lalu, Ny. Wu Lin Wangyao (Zhu Xiuhua) meninggal dunia di rumah dalam usianya yang 97 tahun. Dengan demikian kisah legendaris ini telah berakhir sepenuhnya.

Kasus jenazah orang mati yang dijadikan kendaraan oleh arwah lain untuk menumpang hidup sempat menggemparkan masyarakat Taiwan selama masa darurat militer.  Bahkan pemerintah Taiwan mengirim ahli untuk menyelidiki kebenaran kejadian unik itu. Media dalam dan luar negeri pun berlomba meliput, termasuk media Hongkong juga mengirim petugasnya untuk melakukan wawancara langsung dengan Ny. Wu Lin Wangyao.

Arwah gadis 18 tahun menumpang hidup lewat jenazah

Tahun 1959, Ny. Wu Lin Wangyao yang berusia 37 tahun tiba-tiba mengalami sakit dan kondisi kesehatannya menurun dengan drastis, sampai dokter mevonis ia telah meninggal dunia. Tetapi setelah lewat 3 hari 3 malam, nyonya tiba-tiba hidup kembali.

Ketika keluarganya sedang merasa senang karena nyonya yang masih muda tidak jadi meninggal, Ny. Wu Lin Wangyao tiba-tiba bersuara dan mengaku sebagai gadis berusia 18 tahun yang bernama Zhu Xiuhua asal Kinmen County (di Pulau Kinmen,Taiwan).

Penduduk setempat mengatakan bahwa Zhu Xiuhua yang asal Kinmen itu meninggal dunia dalam pengungsian di pantai Desa Taihsi, Yunlin (saat itu Kinmen sedang dibombardir oleh PKT sehingga banyak warga pulau itu yang mengungsi menyebrangi Selat Taiwan menuju Taiwan dengan perahu).

Saat itu bertepatan dengan Lin Wangyao, istri dari Wu Qiude, pedagang kecil bahan bangunan di Mailiao County yang meninggal dunia karena sakit. Maka arwah Zhu Xiu hua meminjam jenazahnya untuk melanjutkan kehidupan di alam nyata ini.

Terhadap kasus arwah menumpang hidup lewat jenasah orang lain oleh medis Barat dijelaskan sebagai kasus yang diakibatkan oleh reaksi stres akut, dan itu merupakan fenomena depersonalisasi dan rasa realitas. Apalagi pada saat itu ilmu kedokteran masih belum maju, jadi bisa saja terjadi dokter salah mengartikan kematian.

Kepribadian berubah total setelah bangkit dari kematian

Ny. Wu Lin Wangyao (Zhu Xiuhua) yang berusia 90-an tahun (foto kanan) bercerita mengenai bangkit dari kematian pada saat berusia 18 tahun (kanan ilustrasi). (Epoch Times)

Kasus menumpang hidup lewat jenazah orang lain atau arwah orang mati yang kembali hidup dengan meminjam badan orang lain yang meninggal dunia hampir tidak dapat diterima oleh kebanyakan orang modern.

Termasuk juga suami Lin Wangyao, yaitu tuan Wu Qiude. Tetapi fakta berada di depan mata, jenazah istrinya yang hidup kembali dan mengaku sebagai Zhu Xiuhua, meskipun berwajah sama seperti istrinya, tetapi kepribadiannya sudah berbubah total.

Lin Wangyao sebelum sakit dan meninggal dunia adalah seorang yang buta huruf, tetapi setelah bangkit dari kematian, ia jadi pandai membaca dan menulis. Sebelum meninggal Lin Wangyao bukan seorang vegitarian, tetapi setelah hidup kembali ia jadi vegitarian, bahkan sama sekali menolak makan daging-dagingan.

Lin Wangyao sebelum mati sering sakit-sakitan, tetapi setelah kemasukan arwah Zhu Xiuhua, ia tidak saja bisa melakukan pekerjaan berat, tetapi juga dapat membantu menangani pembukuan di toko.

Sejak Zhu Xiuhua kembali hidup di alam nyata, apa yang ia ucapkan selalu menjadi kenyataan. Wu Qiude yang sebelumnya hanya seorang pekerja bangunan, berubah menjadi seorang  pedagang kaya di Mailiao County setelah mengikuti anjuran Zhu untuk beralih ke bisnis bahan-bahan bangunan. Larangan bisnis yang disampaikan Zhu kepada suaminya juga selalu tepat, akan mengalami kerugian jika tetap dilakukan Wu.

Zhuxiuhua dan Wu Qiude (video screenshot)

Putra Lin Wangyao bernama Wu Shengyan mengatakan : “Ibu saya lahir dan dibesarkan di Mailiao dan ia belum pernah pergi ke Desa Taihsi apalagi Kinmen. Setelah sembuh dari sakit, Kepribadiannya jadi berubah total, meskipun tubuhnya masih tubuh ibu. Tetapi ibu selalu mengatakan bahwa ia bukan A Wang (panggilan Lin Wangyao).”

“Kerabat dan temannya yang datang menjenguk tak satupun ia kenal, bahkan nenek dan bibi juga tidak diakui. Aksen suara bicaranya pun berubah, ia berbicara dengan aksen Kinmen (aksen Kinmen dengan aksen Xiamen tak jauh berbeda karena jarak Pulau Kinmen ke Xiamen Tiongkok lebih dekat daripada ke Pulau Taiwan).”

Menurut penuturan keponakan Lin Wangyao : “Sejak bibi sembuh dari sakit, apa saja pekerjaan dapat ia bantu lakukan. Sangat berbeda dengan bibi sebelum sakit. Bibi dahulu kecuali pekerjaan dapur, yang lain tidak mau ia lakukan. Tetapi bibi sekarang pekerjaan apapun ia lakukan meskipun itu pekerjaan berat dan kasar di sawah ladang. Malahan menolak pekerjaan dapur (karena vegitarian, tidak ingin menyentuh bahan makanan daging), Tidak hanya itu, gerakannya saat berjalan juga berbeda.”

Wu Shenyan mengatakan bahwa ia sebelumnya tidak percaya terhadap kasus-kasus reinkarnasi atau menumpang hidup lewat jenazah orang lain dan sebagainya. Tetapi dengan kejadian ibu yang seumur hidupnya belum pernah bepergian ke Pulau Haifeng, dapat bercerita panjang lebar tentang situasi di pulau tersebut. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa doktrin samsara dan karma dalam agama Buddha itu benar-benar ada.

Lin Wangyao (video screenshot)

Setelah Ny. Wu Lin Wangyao (Zhu Xiuhua) sembuh dari sakit, ia sering dipanggil “Cai Gu” (bibi vegitarian atau biarawati Buddha) oleh warga setempat karena sering membantu kesulitan warga yang membutuhkan layanan dari vihara tanpa memungut uang.

Media kian gencar melakukan wawancara setelah kejadian sensasional tersebut difilmkan

Setelah selang beberapa puluh tahun, cerita yang menggemparkan dunia ini sudah kian dilupakan orang, tetapi setelah TV di Taiwan memutar film kejadian yang dialami Zhu Xiuhua. Media pun berangsur-angsur melakukan wawancara di lokasi dengan Zhu Xiuhua yang berusia lebih dari 90 tahun, sekarang di YouTube masih bisa kita lihat hasil wawancara itu.

Seorang reporter bertanya : “Bagaimana perasaan Anda saat mengalami arwah keluar dari tubuh ?”

Zhu Xiuhua mengatakan : “Rasanya sama seperti sedang duduk dalam perahu”

Gambar ilustrasi bidadari. (Shutterstock)

“Saat arwah sedang melayang, saya melihat sinar juga seorang penjemput”, tetapi entah sosok  apa namanya.

Zhu Xiuhua yang rambutnya dipenuhi uban hanya berbicara secara singkat, seolah-olah ia ingin mengatakan bahwa itu hanya bisa dirasakan tetapi tidak untuk diceritakan.

Kematian berbeda dengan padamnya api lentera

Keluarga mengungkapkan bahwa Ny. Wu Lin Wangyao (Zhu Xiuhua) dilarikan ke rumah sakit karena tekanan darah menurun. Satti itu kepada dokter yang menangani ia mengatakan bahwa ia mau pulang karena sudah waktunya. Keluarga berpikir bahwa ia tidak ingin dirawat inap di rumah sakit sehingga membawanya pulang ke rumah. Yang tidak diduga adalah tidak lama setelah beristirahat di rumah, pada 23 Mei lalu ia meninggal dunia dalam usia 97 tahun.

Kisah nyata dari arwah menumpang hidup lewat jenazah orang lain tersebut telah memberitahu kita bahwa kematian berbeda dengan padamnya api lentera.

Zhu Xiuhua yang pernah mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak takut akan kematian, kini telah mengakhir kehidupannya yang penuh legendaris, tetapi apakah ia akan memulai perjalanan hidup yang lain ? (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Atau anda menyukai ini

Share

Video Popular

Ad will display in 10 seconds