Sebuah bank di Distrik Lanshan Provinsi Shandong baru-baru ini mulai menawarkan pinjaman pribadi yang eksklusif untuk para anggota Partai Komunis Tiongkok saja, menambah daftar hak istimewa mereka yang terus bertambah.

Berita tersebut pertama kali dilaporkan oleh South China Morning Post.

Lanshan Rural Commercial Bank menawarkan pinjaman 50.000 hingga 100.000 yuan (sekitar $7.800 hingga $15.600) untuk anggota partai “luar biasa” untuk membiayai pembelian mobil, pembangunan rumah, perjalanan, pendidikan, atau bisnis swasta, menurut laporan.

Jumlah pinjaman tersebut akan ditentukan berdasarkan gaji anggota Partai, kemampuan membayar, dan untuk apa pinjaman itu digunakan. Pelamar juga harus menunjukkan sertifikat yang menunjukkan bahwa mereka belum pernah dikenakan tindakan disiplin internal Partai dalam lima tahun terakhir.

Mereka yang dinominasikan sebagai “luar biasa” oleh cabang partai lokal mereka akan memenuhi syarat untuk meminjam jumlah maksimum.

Setidaknya sejak 2005, bank-bank di daerah pedesaan di seluruh Tiongkok telah menawarkan “pinjaman-pinjaman merah” seperti itu, karena fasilitas-fasilitas istimewa yang hanya untuk para anggota Partai ini sudah kenal umum, tetapi mereka terutama adalah pinjaman perusahaan yang dimaksudkan untuk mendorong penduduk miskin membuka usaha mereka sendiri

Namun pinjaman untuk belanja pribadi, di sisi lain, lebih tidak biasa, mengingat bahwa anggota Partai seharusnya mematuhi nilai-nilai sosialis dan gaya hidup dari “kelas pekerja.”

Dalam kenyataannya, banyak hak-hak istimewa yang  para anggota Partai nikmati telah menyimpang dari apa yang disebut prinsip-prinsip sosialis. Misalnya, para pejabat tinggi memiliki pertanian-pertanian di seluruh negeri yang menanam makanan khusus untuk mereka sendiri, semua organik, sementara warga biasa harus bersaing dengan sumber daya tanah dan air yang telah terkontaminasi. Para pejabat yang korup terus-menerus merencanakan untuk mencuri uang dari dana publik.

Pinjaman-pinjaman yang baru saja tersedia tersebut adalah contoh bagaimana Partai tersebut mencoba untuk menarik hati para anggota dengan manfaat, karena orang-orang semakin bergabung dengan Partai terutama untuk keuntungan ekonomi, seperti membantu mendapatkan pekerjaan yang stabil sebagai birokrat, bekerja di perusahaan milik negara, atau kenaikan jenjang perusahaan.

Surat kabar yang dikelola Partai telah menerbitkan editorial pada tahun 2013 yang menyesalkan bahwa anggota Partai tidak lagi bergabung untuk tujuan ideologis.

Semangat partai berada pada titik terendah sepanjang waktu. Sebuah kampanye untuk mengumpulkan tunggakan iuran keanggotaan partai pada tahun 2016 terkumpul sekitar 277 juta yuan ($42 juta), yang dihutang oleh lebih dari 120.000 anggota partai yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang dikelola negara, hanya di kota utara Tianjin saja, menurut The Wall Street Journal.

Oleh karena itu, Partai telah membuat upaya baru-baru ini untuk menanamkan kesetiaan. Perusahaan-perusahaan asing telah ditekan untuk mendirikan organisasi-organisasi Partai bagi para karyawan mereka, sementara situs-situs pariwisata populer memiliki rencana untuk mendirikan stan-stan propaganda untuk mempromosikan “pariwisata merah.”

Sebuah dokumen yang bocor pada bulan Januari mengungkapkan bahwa Universitas Tsinghua yang bergengsi membutuhkan dosen-dosen untuk menilai disertasi dan tesis para mahasiswanya tentang “sikap dan ideologi politik” mereka

Semakin banyak orang Tiongkok yang tumbuh kecewa dengan Partai dan secara terbuka mengingkari hubungan mereka dengan organisasi Partai tersebut. Sejak edisi bahasa Mandari dari The Epoch Times menerbitkan sembilan seri yang disebut “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis” pada tahun 2004, telah memicu gerakan “mundur dari Partai” di seluruh dunia, lebih dari 307 juta pengunduran diri dari partai telah diterima dalam satu set pencatatan oleh Epoch Times versi bahasa Mandarin. (ran)

ErabaruNews

Share

Video Popular

Ad will display in 10 seconds