- Erabaru - http://www.erabaru.net -

12 Orang Pejabat Sistem Keadilan Tiongkok Dipecat Karena Melanggar Hukum Karma?

Dari pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei tahun ini, 6 Orang jaksa dan 6 orang ketua pengadilan dipecat secara berturut-turut. Hal yang menarik perhatian adalah bahwa para pejabat sistem keadilan di Tiongkok yang dipecat ini memiliki ciri umum yang sama, yakni pernah terlibat langsung atau membantu penganiaya terhadap Falun Gong.

[1]

Anggota Falun Gong atau Falun Dafa melakukan demonstrasi mengenai dugaan pemenjaraan / penyiksaan dan pengambilan organ sesama anggotanya di Tiongkok daratan pada tanggal 16 Juli 2016 di London, Inggris. (Kredit: Mike Kemp / In Pictures via Getty Images)

oleh Han Yunlu – EpochWeekly

Dari pertengahan bulan April hingga pertengahan bulan Mei tahun ini, 6 Orang jaksa dan 6 orang ketua pengadilan dipecat secara berturut-turut.

Pada 23 April, Zhang Sizhong, yang kepala Kejaksaan Kota Huizhou, Guangdong diperiksa pihak berwenang. Zhang Sizhong yang mantan wakil kepala Kejaksaan Kota Heyuan, mantan kepala  Kejaksaan Kota Huizhou, telah dipecat gara-gara ia melakukan penuntutan ilegal terhadap praktisi Falun Gong di tiga tempat di mana dia menjabat, ia telah menggunakan kekuasaannya untuk membantu penindasan.

Pada bulan Maret tahun ini, praktisi Falun Gong kota Huizhou bernama Shi Xuemei, Zhou Yuqin masing-masing dijatuhi hukuman 9 dan 10 tahun penjara. Praktisi bernama He Jingru yang menuliskan Falun Dafa Hao dan Zheng, Shan, Ren Hao dituntut kejaksaan kota Huizhou, ia kemudian dijatuhi hukuman ilegal 5 tahun penjara.

Pada 8 Mei lalu, berita resmi Provinsi Hubei menyebutkan bahwa, Wang Chen, sekretaris partai Pengadilan Tingkat Menengah Kota Wuhan, merangkap Ketua Pengadilan, merangkap anggota Yudisial Komite kini sedang menerima pemeriksaan pihak berwenang dan skorsing karena dugaan melakukan pelanggaran disiplin dan tugas yang serius.

Selama 7 tahun 4 bulan bertugas dalam sistem peradilan Tiongkok, Wang Chen telah menghukum sedikitnya 82 orang praktisi Falun Gong di daerah Wuhan, menangkap dan menghukum mereka secara ilegal. Cui Hai, seorang wanita praktisi meninggal dunia setelah 19 hari dilepas dari rumah tahanan kota Wuhan karena mengalami penganiayaan fisik yang luar biasa.

[2]
© Minghui | Praktisi Falun Gong disetrum dan dipukuli dengan tongkat listrik

Ketua pengadilan negeri dan jaksa di tempat-tempat lain yang diberhentikan, termasuk Xu Zhitao Anggota Komite Kejaksaan Yantai Shandong. Gao Deyou, Kepala Jaksa Kejaksaan Zhoukou, Henan. Qin Hua, mantan sekretaris Komite Politik dan Hukum Kota Qingyang, Gansu. Gan Jinzou, Kepala Jaksa Kejaksaan Distrik Jinzhong Yuci, Shanxi. Zhou Maoyu, mantan kepala jaksa Kejaksaan Kota Taiyuan, Shanxi.

Ma Mingxu, Ketua Pengadilan Negeri Jalan Tangshan Selatan, Hebei. Li Qingping, Ketua Pengadilan Negeri Lienhua County, Jiangxi. Zhang Mingpeng, Ketua Pengadilan Negeri Dalian Xigang, Liaoning. Liu Bo, Wakil Kepala Biro Kriminal Pengadilan Tingkat Menengah Kota Tieling, Liaoning. Li Xiaopeng, Ketua Pengadilan Negeri Kota Longchang, Sichuan.

Terungkap, semua dari mereka aktif dalam menganiaya Falun Gong.

Baca Juga : Latar Belakang Ilmiah Falun Gong [3]

Lembaga negara seperti Komisi Hukum dan Politik, Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik Tiongkok dalam jangka waktu panjang telah dikendalikan oleh kelompok Jiang Zemin, Luo Gan, Zhou Yongkang. Lembaga-lembaga tersebut dijadikan pusat kekuasaan kedua oleh kelompok Jiang Zemin. Selain dimanfaatkan oleh kelompok Jiang untuk menganiaya, membasmi Falun Gong, mereka juga dijadikan bagian dari kekuatan untuk melaksanakan kudeta, berusaha menggulingkan kekuasaan Xi Jinping.

Usai Dwi Konferensi tahun ini, sejumlah pejabat pada Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik dimutasi, 5 orang kepercayaan Xi Jinping masuk menggantikan mereka. Meng Hongwei, mantan wakil direktur lembaga tersebut yang mantan anak buah Zhou Yongkang telah dikeluarkan sebagai anggota komite.

Fu Zhenghua dan Huang Ming, wakil direktur Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik, masing-masing beralih jabatan sebagai Menteri Kehakiman dan Sekretaris Komite Partai Kementerian Tanggap Darurat. Kedua pejabat tersebut pernah menjabat sebagai direktur dan bertugas penuh waktu di Kantor 610 yang langsung menangani penindasan Falun Gong. Kantor 610 ini kemudian dibubarkan oleh Xi Jinping dalam rencana reformasi institusional terbaru.

Segala kebaikan dan keburukan tidak terlepas dari hukum kosmis sebab akibat

Pada saat yang sama, banyak pejabat dari lembaga hukum dan keamanan Tiongkok dipecat, dan mantan orang-orang kepercayaan Xi Jinping menggantikan kedudukan mereka, Pembersihan ‘racun-racun’ sisa peninggalan Zhou Yongkang menjadi tugas pokok para pejabat baru di lembaga-lembaga tersebut. Berbagai tanda menunjukkan bahwa sistem keamanan politik, publik, saat ini sedang menghadapi pembersihan.

[4]
Manusia yang berbuat, tapi Langit yang menyaksikan ! Perbuatan baik atau buruk akan ada karmanya. Zhang Erping, juru bicara Falun Gong menghimbau kita untuk berpartisipasi dalam menghentikan perbuatan jahat dari para oknum Partai Komunis Tiongkok. (Epoch Times)

Zhang Erping, juru bicara Falun Gong dalam sebuah wawancara dengan NTDTV mengatakan : “Menurut keyakinan masyarakat Tionghoa bahwa segala perbuatan baik maupun buruk tidak terlepas dari hukum kosmis sebab akibat. Di lapisan permukaan yang terlihat seakan-akan  mereka dipecat atau dihukum lainnya karena melanggar disiplin tertentu, tetapi kenyataannya mereka semua menerima hukuman kosmis akibat terlibat dalam penganiayaan Falun Gong.”

Zhang Erping mengutip ucapan masyarakat Tionghoa mengatakan bahwa manusia yang berbuat, tapi Langit yang menyaksikan ! Perbuatan baik atau buruk akan ada karmanya. Orang-orang yang terlibat langsung penganiayaan Falun Gong sekarang telah dipecat, mereka sedang menjalani hukuman kosmis. Benar juga kata pepatah Tionghoa :  Jaring luas tebaran langit, tidak bocor walau anyamannya renggang.

Menurut statistik tidak resmi, setidaknya 75 orang praktisi Falun Gong di daratan tahun lalu dibebaskan dari tuntutan hukum oleh kejaksaan Tiongkok karena tidak memenuhi syarat untuk dikasuskan. Para jaksa atau hakim yang berhati nurani ini tak satu pun yang diperiksa oleh pihak berwenang Tiongkok.

Zhang Erping mengatakan bahwa pada momen bersejarah ini, kita semua berkewajiban untuk berpartisipasi dalam menghentikan perbuatan jahat dari para oknum Partai Komunis Tiongkok  untuk menyongsong masa depan yang lebih indah baik untuk diri kita sendiri maupun untuk keluarga. (Sin/as)

Video Rekomendasi : 

Atau anda menyukai kisah ini :