- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Bom Bunuh Diri Tewaskan 25 Orang Saat Perayaan Idul Fitri di Afghanistan

Erabaru.net. Sebuah ledakan mengguncang saat pertemuan pasukan keamanan Afghanistan, warga sipil dan Taliban, Sabtu (16/06/2018) sekitar pukul 5:30 sore. Ledakan ini menewaskan sedikitnya 25 orang.

[1]

Juru bicara daerah Nangarhar, Attaullah Khogyani kepada tolonews mengatakan ledakan yang turut menewaskan warga sipil itu terjadi di distrik Rodat saat pertemuan Idul Fitri antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan yang merayakan gencatan senjata.

“25 orang tewas dan 54 lainnya terluka termasuk Taliban, pasukan keamanan dan warga sipil,” ujarnya.

Dia menegaskan ledakan tersebut adalah bom bunuh diri dan bukan ledakan tak disengaja seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Ledakan terjadi saat gencatan senjata Idul Fitri antara Taliban dan pemerintah Afghanistan sedang berlangsung.

Pemerintah Afghanistan mengatakan akan melanjutkan operasi terhadap kelompok-kelompok pemberontak lainnya, termasuk Daesh atau Islamic State, dan hanya Taliban yang menjadi bagian dari gencatan senjata.

Militan Daesh masih aktif di beberapa bagian provinsi Nangarhar. Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri.

Saat ini, ketika gencatan senjata digelar antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, ratusan anggota Taliban tiba di kota, pusat distrik dan ibu kota provinsi untuk merayakan Idul Fitri dengan warga sipil dan pasukan keamanan.

Anggota Taliban, pasukan keamanan dan warga sipil Afghanistan mengatakan mereka sangat senang gencatan senjata dan mendesak kedua belah pihak untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka jalan bagi perdamaian permanen di negara itu.

Gencatan senjata sepihak oleh Presiden Ashraf Ghani diumumkan pada 7 Juni 2018 lalu setelah pertemuan para ulama agama di Kabul yang mengeluarkan fatwa menentang perang yang sedang berlangsung di negara itu.

Gencatan senjata Ghani dimulai pada 27 Ramadan (12/06/2018) dan akan berlangsung hingga hari kelima Idul Fitri (19/06/2018).

Dua hari setelah Ghani mengumumkan gencatan senjata, Taliban, mengeluarkan pernyataan dan memerintahkan para pejuangnya untuk tidak berbenturan dengan pasukan keamanan Afghanistan selama tiga hari pertama Idul Fitri.

Gencatan senjata disambut hangat di seluruh negeri oleh rakyat dan pasukan keamanan.

Para mitra internasional Afghanistan turut menyambut gencatan senjata itu dan mengatakan mereka berharap akan menuntun kedua pihak menuju perdamaian permanen.

Pada Jumat dan Sabtu, ratusan anggota Taliban hadir di antara anggota masyarakat di sejumlah provinsi dan kabupaten, serta di Kabul. (asr)