Erabaru.net. Sebagai langkah mengurangi kecelakaan par pejalan kaki yang ceroboh, pemerintah di salah satu kota di Tiongkok telah mengambil langkah kreatif dengan menempatkan tanda peringatan, sinyal dan hukuman di jalur pejalan kaki pada lampu rambu lalu lintas jika ada pejalan kaki yang menyeberang jalan sebelum lampu menunjukan isyarat pejalan kaki berwarna hijau .

(Foto : NDTV)

Otoritas lalu lintas di Daye, wilayah Hubei di Tiongkok tengah telah memperkenalkan teknologi baru dengan menempatkan tiang pendek berwana kuning yang dapat mendeteksi gerakan manusia ketika pejalan kaki ingin menyeberang jalan sebelum waktunya.

Sebelum lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, sensor laser akan melacak pejalan kaki yang melangkah di atas garis peringatan, kemudian semprotan air akan menimpa mereka.

Sistem akan mengeluarkan peringatan, “Tolong jangan menyeberang jalan, melintasi jalan berbahaya”. The Beijing News melaporkan.

(Foto: DailyMail)

Sistem ini tidak hanya menyemprotkan air kepada pejalan kaki yang ceroboh, malahan gambar mereka saat melakukan kesalahan itu turut direkam oleh kamera CCTV dan ditampilkan pada layar LED besar terdekat untuk memungkinkan wajah pelanggar lalu lintas dilihat oleh orang banyak.

(Foto : CHANDAN KHANNA / Getty Images)

Sebagian besar kota di Tiongkok telah mulai menggunakan teknologi pengenalan wajah terbaru ini dalam penegakan hukum dan peraturan jalan raya. Pelanggar lalu lintas akan diidentifikasi dengan cara yang lebih efektif, sehingga pejalan kaki yang ceroboh ini akan diberi tahu tentang kesalahan mereka melalui pesan singkat.

Menurut laporan Straits Times, Kepala Asisten Biro Keamanan Publik Daye, Wan Xinqiang mengatakan, “Mesin ini memiliki dua sistem dengan fungsi yang berbeda. Satu untuk pengenalan wajah dan satu lagi untuk peringatan dan hukuman. “

Menyebrangi jalan raya di Tiongkok menimbulkan bahaya bagi pejalan kaki pada tingkat tertinggi. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mencoba untuk membuat langkah-langkah dan solusi untuk meminimalkan kemacetan lalu lintas dan keterlibatan pejalan kaki.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 700 orang akan tewas dalam kecelakaan di jalan raya di Tiongkok setiap hari, dengan statistik pada 260.000 kematian akibat kecelakaan di jalan pada 2013.

(Foto : MalayMail)

Menurut Wan, ketika sistem semprotan air diperkenalkan dalam masa tiga hari, beberapa orang terlihat menyeberang jalan ketika lampu lalu lintas pejalan kaki berwarna merah.

Dia menambahkan, “Untuk mencegah laser yang dipasang di tiang warna kuning akan menciderai mata anak-anak, kami telah mengurangi ketinggian dari 1,2 meter menjadi 0,8 meter. Dan karena semprotan air hanya air biasa, itu aman dan tidak membahayakan anak-anak dan masyarakat. Airnya bersih dan akan diganti setiap hari. “

(Foto : Youtube)

Wan berkata, “Jika sistem berjalan lancar dan memiliki efek yang baik, kami akan memperluas penggunaan sistem ini di seluruh kota.”

Jadi, bagi mereka yang ada di kota ini , berhati-hatilah saat menyeberang jalan. Pejalan kaki akan disemprot dengan air karena melanggar lampu merah. Kapan sistem seperti ini berada di Indonesia?(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular