EpochTimesId – Setidaknya 17 orang tewas dalam perkelahian dan penyerbuan di sebuah klub malam di Venezuela. Seperti dilaporkan sejumlah media setempat.

Sementara itu, CBS News melaporkan korban tewas dipicu oleh ledakan sebuah tabung gas air mata dalam perkelahian di klub malam yang ramai di Caracas, ibu kota negara itu, Sabtu (16/6/2018) waktu setempat. Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol mengatakan insiden di ‘Los Cotorros’ menewaskan 17 orang dan melukai beberapa orang lainnya.

“Lokasi itu telah diperintahkan untuk ditutup, dan kami sedang menyelidiki dalam koordinasi dengan kementerian publik, yang mengarahkan penyelidikan kriminal,” kata Reverol.

Tujuh orang ditangkap dalam insiden itu, termasuk orang yang diyakini telah melemparkan tabung gas air mata.

“Yang saya tahu adalah anak saya meninggal,” kata Nilson Guerra, 43 tahun, kepada wartawan.

Menurut Telesur, setidaknya 500 orang berada di dalam tempat hiburan malam tersebut ketika perkelahian terjadi.

“Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela, yang dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro, menyesalkan insiden ini dari pemerintah kami. Kami menyampaikan kata-kata belasungkawa untuk keluarga korban, dan juga pedoman masing-masing untuk orang tua dan perwakilan untuk menetapkan langkah-langkah pengendalian anak di bawah umur, sebagaimana ditetapkan oleh undang-undang Venezuela,” sambung Reverol, dikutip dari Telesur.

Julio Cesar Perdomo, seorang anggota keluarga korban, mengatakan kepada Sky News bahwa gas airmata dilemparkan dari salah satu kamar mandi. Itu memicu orang-orang untuk mencoba pergi keluar klub malam.

“Anak-anak (terjebak) tidak bisa pergi,” kata Perdomo.

Anggota dewan setempat, Jesus Armas, mengatakan bahwa kementerian dalam negeri perlu menjelaskan bagaimana seorang warga sipil mendapatkan tabung gas air mata. Tabung itu seharusnya hanya bisa dimiliki oleh polisi dan pasukan keamanan. Sementara itu, para pejabat juga didesak untuk menyelidiki apakah klub itu memiliki izin untuk mengadakan kegiatan dengan ratusan pengunjung.

“Itu bukan ruang besar dan itu tidak boleh diotorisasi,” katanya. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular