Erabaru.net- Baru-baru ini, seorang murid SMA pria yang dicurigai gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi sehingga mengalami prubahan suasana hati dan memilih mengakhiri hidup dengan cara melompat dari tebing di Zhangjiajie. Seluruh prosesnya terekam oleh kamera yang terpasang di sana.

Pemberitaan media Tiongkok pada 16 Juni 2018 menyebutkan bahwa seorang pria muda diketahui telah melompat ke dasar jurang dari jalur tebing Tianmenshan yang terbuat dari kaca di Zhangjiajie.

 Sore hari sekitar pukul 5:35, staf resor menemukan sebuah tas ransel berwarna hitam yang tergeletak di dinding tebing. Saat memutar kembali rekaman TV sirkuit baru mengetahui bahwa pemiliknya, seorang turis pria berusia muda setelah meninggalkan ransel, duduk sejenak lalu menghampiri dan melangkah keluar pagar pengaman di tepi tebing dan melompat ke dasar tebing.

Sebuah rekaman video berdurasi 30 detik menunjukkan bahwa sebelum kejadian, pria muda tersebut sempat duduk sejenak di tepi dinding tebing. Lalu ia beranjak dan memegangi pagar besi pengaman, ia sempat terlihat sedang bimbang untuk beberapa detik sebelum mengambil keputusan akhir. Sayang, video ini sekarang sudah tidak dapat diputar di Tiongkok.

Pada 14 Juni sore, jenasah pemuda tersebut ditemukan. Setelah diidentifikasi diketahui ia bermarga Tu, berusia 18 tahun. Murid SMA di sebuah sekolahan kota Nanchang, propinsi Jiangxi.

Kepala Biro Propaganda Distrik Yongding, Zhangjiajie, Mr. Li mengatakan : “Dari kartu identitas yang bersangkutan diketahui bahwa korban kelahiran tahun 2000, sekarang berusia 18 tahun”. Kesedihan meliputi orangtuanya yang datang ke lokasi setelah mendapatkan pemberitahuan.

Selanjutnya, ada berita online menyebutkan bahwa pemuda tersebut baru saja mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan mungkin ia memilih mengakhiri hidup karena merasa gagal. Seorang netizen kemudian mengajukan pertanyaan : Siapa yang bersalah yang menyebabkan murid berusia 18 tahun itu memilih lompat ke dasar tebing di Zhangjiajie setelah gagal mengikuti ujian masuk perguruan tinggi ?

Dalam beberapa tahun terakhir, setiap tahun akan terjadi kasus bunuh diri siswa karena tekanan luar biasa terhadap mereka. Pada 7 Juni pagi saat ujian masuk perguruan tinggi tahun ini baru memasuki hari pertama, seorang siswa asal Kota Pingquan, Provinsi Hebei, tewas bunuh diri dengan cara melompat dari gedung karena stress yang melampaui batas.

Pada 7 Juni 2017, seorang siswa mengulang SMA di kota Kazuo County, kota Chaoyang, Provinsi Liaoning yang berusia 22 tahun bunuh diri dengan melompat dari gedung karena tekanan.

Pada 7 Juni 2015, seorang murid peserta ujian di Kota Qifu, Shandong, mau bunuh diri karena tidak mampu mengendalikan emosinya setelah gagal menyelesaikan tulisan karangannya. Seorang siswi SMA bermarga Zhao di kota Urad Front Banner, Mongolia Dalam, tewas bunuh diri setelah mengikuti ujian bahasa.

Beberapa netizen mengatakan bahwa anak-anak telah menjadi korban dari sistem pendidikan Tiongkok yang cacat. Pendidikan Tiongkok sedang menghadapi krisis.

Artikel yang diterbitkan di internet bernama samaran ‘Fengqing Yang’ menyebutkan, bukan karena kegagalan dalam mengikuti ujian masuk perguruan tinggi telah menghancurkan kehidupan anak-anak ini, lebih baik mengatakan bahwa terjadinya satu nilai pandangan yang telah menghancurkan masa depan anak-anak.

Usai Ujian, selanjutnya adalah masalah estimasi nilai ujian, pelaporan sukarela, pengumuman nilai ujian, pendaftaran sekolah …. setiap progres tersebut akan berdampak psikologis terhadap setiap anak peserta ujian yang umumnya masih rapuh.

Melalui peristiwa tragis ini, apa yang terlihat adalah biasan dari masalah tekanan tenaga kerja di Tiongkok saat ini yang cukup besar.

Para peserta percaya bahwa kegagalan dalam ujian berarti kegagalan hidup. Ujian masuk perguruan tinggi telah berada di peringkat terdepan dalam peristiwa yang menegangkan dan telah menjadi salah satu faktor sosial penting yang menyebabkan gangguan psikologis dan mental. (Sin/asr)

Share

Video Popular