EpochTimesId – Akuisisi perusahaan senjata Inggris oleh perusahaan Tiongkok dihentikan oleh pemerintah Inggris dengan alasan keamanan nasional. Ini adalah kasus terbaru, dimana pemerintah terpaksa campur tangan untuk melakukan pencegahannya akibat kekhawatiran pada dampak keamanan nasional.

Northern Aerospace yang memproduksi bagian-bagian sayap pesawat dan berbagai drone untuk Royal Air Force dan Angkatan Udara Amerika Serikat adalah perusahaan yang akan diakuisisi. Pengakuisisi pertama adalah perusahaan Gardner Space, namun akan dijual kepada perusahaan Tiongkok bernama Shanxi Ligeance Mineral Resources.

Pejabat pemerintah Inggris mengaku tetap khawatir. Perusahaan yang diakuisisi itu memang hanyalah sebuah perusahaan kecil yang menjadi rekanan perusahaan Airbus atau Boeing.

Namun, akuisisi mungkin saja memiliki dampak penting bagi keamanan nasional. Oleh karena itu pemerintah Inggris memutuskan untuk menolak memberikan persetujuan akuisisi.

Perusahaan Gardner telah menyatakan kesediaannya untuk membayar 44 juta poundsterling, atau 58 juta dolar AS untuk mengakuisisi perusahaan Northern Aerospace. Namun, pada hari Senin (22/6/2018) lalu, pihak berwenang Inggris menangguhkan transaksi setelah melakukan penyelidikan. Pihak berwenang menyatakan akan menyerahkan laporan investigasinya pada 13 Juli 2018 mendatang.

“Ini adalah prosedur hukum yang perlu kami ikuti untuk memastikan penilaian komprehensif dan penjelasan implikasi keamanan nasional dari akuisisi yang diusulkan,” ujar juru bicara Departemen Perdagangan Inggris dalam sebuah pernyataannya, seperti dikutip dari New York Times pada 20 Juni 2018.

Seorang sumber internal pemerintahan Inggris yang mengetahui permasalahan itu mengungkapkan kepada media Inggris bahwa pihak berwenang khawatir, Tiongkok akan memilih untuk menggunakan cara akuisisi. Karena mereka sudah tidak dapat memperoleh teknologi asing melalui pembajakan.

Sumber tersebut juga khawatir jika akuisisi berhasil, Tiongkok komunis akan mampu meningkatkan kemampuan dalam menembak jatuh pesawat terbang Inggris dan Amerika. CEO perusahaan Gardner, Nick Sanders dalam sebuah pernyataannya pada hari Rabu mengatakan perusahaan akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelidiki kesepakatan akuisisi. Perwakilan dari Northern Airlines tidak segera berkomentar.

Ini adalah contoh skeptisisme terbaru di antara negara-negara di dunia mengenai akuisisi modal Tiongkok. Ponsel Huawei dan ZTE tidak dapat dijual di pangkalan militer AS. Di Australia, anggota kongres sedang mempertimbangkan untuk memblokir masuknya Huawei ke program pengembangan sistem operasi seluler generasi kelima.

Pemerintah Barat dari Amerika Serikat hingga Jerman juga khawatir, jika Tiongkok akan menggunakan akuisisi yang efektif untuk mendapatkan teknologi yang dibutuhkan untuk menciptakan perusahaan raksasa yang didanai pemerintah Tiongkok. Perusahaan yang mampu bersaing dengan Amerika Serikat dan Eropa.

Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga regulator pemerintah AS telah menolak investasi perusahaan Tiongkok ke perusahaan AS yang terlibat dalam penelitian tentang teknologi sensitif. Tahun ini, Presiden Trump mencegah Singapore Broadcom mengakuisisi Qualcomm, sebuah perusahaan chip komputer Amerika.

Trump khawatir Tiongkok mengancam daya saing Amerika Serikat dalam teknologi 5G. Baik Gedung Putih dan anggota DPR, telah mengusulkan pengetatan lebih lanjut tentang prosedur peninjauan investasi asing, khususnya perusahaan Tiongkok di perusahaan AS.

Beberapa negara Eropa telah mengikuti cara tersebut dan menyerukan untuk memperkuat proses peninjauan akuisisi oleh perusahaan Tiongkok di bidang robotika dan bidang lainnya.

Bahkan Kanada juga telah mulai mewaspadai kasus akuisisi yang didanai Tiongkok. Bulan lalu, pemerintah Kanada menolak akuisisi perusahaan konstruksi Kanada oleh sebuah perusahaan Tiongkok dengan alasan keamanan nasional. (Xu Zhenqi/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular