Erabaru.net. Penyebab sulitnya mengetahui jumlah penumpang KM Sinar Bangun 5 yang tenggelam di Perairan Danau Toba akhirnya terungkap.   Pasalnya, KM ini beroperasi tanpa manifes penumpang. Hingga kemudian masih simpang siur jumlah penumpang.

“Bahwa sampai saat ini jumlah data korban yang valid masih belum dapat dipastikan,” demikian keterangan Kepala Bagian Penerangan Satuan (Kabag Pensat) Divisi Humas Polri Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (20/6/2018).

Menurut dia, sebanyak 350 personel gabungan yang diturunkan. Langkah lainnya didirikan posko untuk mendata karena memang kapal tidak ada manifes.

Kombes Yusri mengatajab saat ini sekitar 178 orang atau keluarga yang melapor ke posko pengaduan. Tak hanya itu, hingga kini apart gabungan masih terus melakukan pencarian di Danau Toba.

Menurut Yusri, saat ini tim masih terus mencoba melakukan pencarian dan terkendala dengan cuaca. Adapun pencarian, kata dia, dilakukan tujuh hari dan ditambah tiga hari kalau diperlukan, jadi total sekitar 10 hari.

Hingga kini upaya pencarian terhadap penumpang Kapal yang hilang masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan TNI/Polri, Basarnas BPBD Kab. Samosir dan Kab. Simalungun dan dari Pemkab Samosir dengan menggunakan kapal kayu milik Organisasi Perkapalan Simanindo (OPS) sebanyak 3 unit dan KMP Sumut I.

Kini di Pelabuhan penyeberangan Simanindo Kab. Samosir telah didirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) yang dipimpin oleh Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes dr. Sahat Harianja dan Karumkit Bhayangkara Tingkat II Medan dr. A. Nyoman Purnama Wirawan, DFM, S.pF serta Tim.

Saat ini di Pelabuhan Simanindo juga telah didirikan Dapur Umum oleh Dinas Sosial Kab. Samosir untuk menerima sumbangan dalam bentuk barang/bahan makanan dan uang serta mendirikan Posko Kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kab. Samosir dan Posko Bara JP (relawan Djoss).

KM Sinar Bangun yang membawa wisatawan tenggelam di Perairan Danau Toba Prapat, Sumatera Utara, Senin (18/06/2018) pukul 17.30 WIB.

Laporan yang diperoleh BNPB menyebutkan  KM. Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba Prapat akibat cuaca buruk. (asr)

Share

Video Popular