Erabaru.net. Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahamn divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Selatan, Jumat (22/06/2018).

Putusan ini bersamaan ketika Indonesia berjuang untuk mengendalikan gelombang terorisme domestik yang meningkat. Sebagian kelompok ini terinspirasi oleh kelompok teroris ISIS setelah parlemen menyetujui Undang-Undang anti-terorisme yang lebih keras bulan lalu.

Aman Abdurrahman (46) dianggap sebagai pemimpin ideologis Jemaah Ansharut Daulah (JAD) – kelompok dari simpatisan ISIS di Indonesia.

“Pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa,” kata hakim, Ahmad Zaini, menambahkan bahwa Aman telah terbukti bersalah karena “melakukan terorisme.”

Abdurrahman langsung bersujud ke lantai saat mendengar putusan, tetapi tidak menanggapi pertanyaan hakim apakah dia akan mengajukan banding terhadap putusan itu.

Aman dinyatakan bersalah karena merencanakan serangan senjata dan bom tahun 2016 di pusat kota Jakarta yang menewaskan delapan orang, termasuk empat penyerang.

Aman juga terbukti berada di balik serangan bunuh diri tahun lalu yang menewaskan tiga petugas polisi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta dan pemboman sebuah gereja di Samarinda, Kalimantan Timur yang melukai empat anak.

Dia menjalani hukuman di penjara keamanan maksimum saat itu.

Kuasa Hukum Abdurrahman mengatakan kepada wartawan bahwa hukuman itu “terlalu keras.”

“Dia sendiri tidak memiliki keinginan untuk mengajukan banding karena dia tidak mengakui pengadilan atau hukum Indonesia,” kata Asludin Hatjani, seorang pengacara untuk Abdurrahman, menambahkan bahwa tim pembela memiliki seminggu untuk mempertimbangkan mengajukan banding.

Sebelum pengadilan, puluhan petugas polisi bertopeng dan bersenjata lengkap berjaga-jaga mengelilingi Aman di PN Jakarta Selatan.

Aksi terorisme bulan lalu di Surabaya, Jawa Timur menewaskan lebih dari 30 orang. Aksi ini dilakukan oleh keluarga dengan anak-anak kecil, terkait dengan sel-sel JAD.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pengelompokan JAD adalah organisasi “teroris” yang terkait dengan banyak serangan. (asr)

Share

Video Popular