EpochTimesId – Amerika Serikat melampaui Jerman sebagai penerima terbanyak aplikasi suaka baru dari para pengungsi di dunia. Demikian dilaporkan oleh Badan Pengungsi AS, Sabtu (23/6/2018) waktu setempat.

Lebih dari 331.000 pengungsi mengajukan permohonan baru untuk mendapat suaka ke Amerika Serikat pada tahun 2017. Jumlah itu meingkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan laporan Global Trends yang diterbitkan pada 19 Juni 2018.

Sementara itu, permohonan atau aplikasi baru di Jerman turun 73 persen pada 2017 menjadi 198.300. Fakta itu membuat Amerika Serikat melejit ke daftar teratas untuk pertama kalinya sejak 2012.

Angka-angka terbaru dirilis satu hari setelah Presiden AS, Donald Trump menulis pesan di Twitter yang menghubungkan migrasi massal di Jerman dan Eropa dengan meningkatnya kejahatan jalanan dengan kekerasan.

“Orang-orang Jerman berbalik melawan kepemimpinan mereka karena migrasi mengguncang koalisi Berlin yang sudah renggang,” tulis Trump di Twitter pada 18 Juni 2018.

“Kejahatan di Jerman sudah naik. Kesalahan besar yang dilakukan di seluruh Eropa dalam mengizinkan jutaan orang yang telah begitu kuat dan kasar mengubah budaya mereka!” Trump melanjutkan.

Pada 19 Juni, Trump menindaklanjuti dengan pesan yang meragukan statistik kejahatan resmi Jerman.

“Kejahatan di Jerman naik 10 persen lebih (pejabat tidak mau melaporkan kejahatan ini) karena para migran diterima. Negara-negara lain bahkan lebih buruk. Jadilah orang Amerika yang pintar!” imbuh Trump.

Menurut statistik resmi, jumlah kejahatan di Jerman telah menurun secara signifikan. Statistik kejahatan yang ditangani oleh polisi disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer pada Mei 2018, menunjukkan 5,76 juta pelanggaran pada tahun lalu. Itu diklaim sebagai tingkat terendah sejak 1992.

Meskipun pernyataan menteri dalam negeri didahului oleh banjir laporan kabar baik bahwa Jerman sekarang lebih aman daripada sejak 1992, sebagian kalangan di Jerman meragukan angka-angka tersebut.

Apalagi, laporan menteri dalam negeri tidak termasuk kejahatan bermotif politik, pelanggaran hukum negara, pelanggaran administratif, serta pelanggaran lalu lintas, dan terorisme.

Ketika kejahatan kekerasan melanda di Jerman pada tahun 2016, tinjauan statistik oleh surat kabar Die Zeit menghubungkan peningkatan itu dengan krisis pengungsi. (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular