Hong Xi

Ketika membicarakan ‘minum cuka’, maka acapkali orang lantas berpikir ‘minum cuka’ yang bermakna lain. Karena dalam bahasa mandarin kata ‘minum cuka’ / 吃醋 / Chi Cu (dibaca: Jek Ju)’ juga dipergunakan untuk mengungkapkan perasaan iri hati atau cemburu dari pasangan suami/istri/pacar. Dalam kehidupan nyata, baik ditinjau dari aspek PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) ataupun pengobatan Barat/modern, ‘minum cuka’ ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh!

Terjadinya anekdot Minum Cuka

Ada yang berteori bahwa minum cuka (cemburu) berasal dari dinasti Tang. Konon, kaisar Tang Taizong (Li Shimin, 598 – 649) hendak menganugerahkan beberapa wanita cantik kepada Perdana Menteri Fang Xuanling, tak ditanya tawaran itu beberapa kali ditolak halus oleh Fang.

Kemudian sang kaisar mengetahui bahwa Lushi, istri sang Perdana Menteri menentang hal tersebut. Itu sebabnya kaisar Tang mengutus sang istri yakni Ratu Changsun menyampaikan kepada Lushi bahwa hal ini bermakna anugerah dari kekaisaran. Namun Lushi bersikeras tidak setuju. Lalu Kaisar Tang mengutus ulang sang ratu untuk menyampaikan pesannya, “Apakah Anda lebih memilih mati karena cemburu atau melepaskan kecemburuan untuk menyelamatkan hidup Anda?” Lushi berkata: “Saya lebih baik mati karena cemburu.”

Tang Taizong memerintahkan seorang utusan untuk memberinya secawan, arak, dengan pesan berbunyi: “Bila Anda memilih mati, maka minumlah secawan arak beracun ini.” Tak disangka Lushi setelah mendengar titah kaisar tersebut, tanpa ragu langsung mengangkat cangkir arak dan ditenggak habis.

Mendengar hasil yang menyeramkan itu, sang Kaisar menghela napas: “Bahkan aku pun takut kepadanya, apalagi Fang Xuanling!”

Lushi tidak mati karena minum arak tersebut, karena arak itu hanyalah arak biasa yang tidak beracun. Dalam kitab kuno “Sui Tang Jia Hua (anekdot dari dinasti Sui & Tang)” hanya tercatat dia (Lushi) minum arak, bukan minum cuka. Namun kekeliruan yang tersebar dikemudian hari, mengubahnya menjadi “minum cuka (bukan minum arak)”, dan sejak itu “minum cuka” ditafsirkan sebagai bermakna “kecemburuan”.

Sejarah khasiat medis cuka bisa ditelusuri hingga 3000 tahun silam

Berbicara tentang cuka, khasiatnya benar-benar nyata! Menurut catatan literatur yang ada, sejarah membuat cuka di Tiongkok sejak lebih dari 3000 tahun.

Di zaman Tiongkok kuno, ‘cuka (Cu 醋)’ punya sebutan lain yakni Zuo (酢) dan lainlain. Pada masa dinasti Zhou sudah muncul profesi khusus ‘pembuat cuka’ yakni teknisi yang membuat cuka yang khusus membuat cuka untuk kerajaan Zhou. Hingga saat ini, Jepang masih menulis aksara Kanji-nya cuka sebagai sebagai Zuo (酢).

Baik dipandang dari aspek Pengobatan Tradisional Tiongkok maupun Pengobatan Modern, minum cuka memiliki banyak manfaat bagi tubuh. (Shutterstock)

Cuka kebanyakan terbuat dari ketan, sorgum, beras, jagung, gandum dan jenis glukosa serta jenis alkohol yang meragi. Dalam makanan, cuka adalah bumbu perasa yang sangat dibutuhkan, dalam pemeliharaan kesehatan dan pengobatan, cuka merupakan obat yang manjur.

Dalam kitab resep medikal paling kuno yang masih eksis hingga kini: “52 resep penyakit”, menjelaskan penggunaan cuka dalam PTT.

Buku medis ini kira-kira sudah ada di zaman Zhan Guo (Periode Negara Perang, abad ke 5 hingga ke 3 SM), dalam buku diperkenalkan cara pengobatan 52 jenis penyakit diantaranya terdapat 17 penyakit yang menggunakan cuka untuk pengobatan.

Sejak saat itu para dokter/sinshe PTT sudah mengetahui bahwa cuka memiliki efek penyembuhan bisul, meredakan panas dalam dan mengurai racun, menghentikan pendarahan dan menyembuhkan stasis.

Khasiat cuka dari sudut pandang PTT

Menurut catatan dari kitab kuno “Shen Nong Ben Cao Jing Shu – Cu”, sifat cuka asam lunak, tidak beracun, dapat menghilangkan bisul bernanah, mengurai cairan dalam tubuh yang bersifat dingin, juga bisa mengusir medan energy buruk, membunuh racun, memiliki khasiat pembuka lambung dan memelihara liver, menguatkan otot serta menghangatkan tulang.

Selama liburan atau hari raya jamuan makan malam tak terhindarkan. Jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak atau mabuk akibat minuman keras ketika berkumpul bersama teman, saat itu minumlah sedikit cuka, bisa berkhasiat lebih cepat tersadar dari mabuk dan menghilangkan mual, mengatur Qi (energy vital) menghindari energi buruk, juga bisa mengurai unsur racun yang terdapat dalam seafood (ikan, udang, kepiting dan lain-lain). 

Di masa lalu dalam persalinan, kaum ibu suka menggunakan aroma cuka untuk memengaruhi aroma ruang persalinan, sangat berguna untuk perangsang kelahiran atau ketika muncul luka dalam persalinan.

Selain itu dalam kasus ada orang terkena hawa jahat (Qi buruk) dan mendadak pingsan, bisa menggunakan api besar untuk merebus cuka agar rasa asam dari cuka memenuhi seluruh rumah, hal itu berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah dan membuat pikiran menjadi jernih dan bersemangat kembali.  

Penelitian modern tentang cuka: cuka  memperbaiki diabetes dan obesitas

Penelitian modern telah menemukan bahwa cuka dapat berfungsi sebagai anti oksidan, memperbaiki penyakit diabetes, menurunkan lemak darah dan tekanan darah serta mencegah penyakit kardiovaskular. Bahkan beberapa peneliti mengusulkan minum cuka untuk memperbaiki daya kognisi otak.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam majalah “Diabetes Care” di Amerika Serikat menunjukkan bahwa cuka dapat meningkatkan sensivitas insulin dan memperbaiki diabetes tipe 2. Dalam percobaan ada 19% sensivitas insulin dari penderita diabetes tipe 2 telah meningkat, sebanyak 34% penderita pra-diabetes kondisinya membaik.

Beberapa tahun terakhir ini banyak penelitian pada manusia dan hewan juga menunjukkan bahwa cuka dapat memperbaiki penyakit diabetes atau mungkin dapat digunakan sebagai pelengkap dalam terapi pengobatan diabetes.

Cuka juga bisa membantu menurunkan berat badan. Peneliti AS mengatur sekelompok peserta tes untuk minum dua sendok cuka (buah) rubus setiap hari tanpa membatasi makan dan minum, hasilnya setelah 4 minggu berat badan mereka malahan berkurang; sekelompok lain minum jus raspberry setiap hari dengan jumlah yang sama, 4 minggu kemudian berat badan mereka bertambah. Para ahli percaya bahwa ini dikarenakan cuka dapat mengekang nafsu makan, menambah rasa kenyang sekaligus dapat memperbaiki kadar gula darah setelah makan.

Orang yang berpantangan minum cuka

Meskipun asam cuka memiliki kasiat menurunkan kolestrol, menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit kronis dan memperpanjang usia. Namun ada dua jenis orang yang tidak disarankan minum cuka:

Karena “asam meresap ke dalam urat”, maka bagi penderita penyakit tendon, seperti kram kaki dan tangan, tidak leluasa menjulurkan dan menekuk kaki dan tangan, tidak cocok mengonsumsi cuka.

Meskipun asam  bisa bermanfaat bagi liver namun tidak baik bagi Qi di limpa, maka itu orang yang fungsi limpanya buruk juga sebaiknya mengurangi minum cuka. (LIN/WHS/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds