EpochTimesId – Badai debu yang sangat besar dan masif diperkirakan segera mengelilingi Planet Mars. Badai itu pun mengancam salah satu robot penjelajah (Rover) NASA di permukaan planet.

Kendaraan penjelajah bernama ‘the Opportunity’ itu dikhawatirkan akan menjadi tidak aktif dan tidak responsif di sebuah situs yang disebut Perseverance Valley. Hal itu dikatakan oleh pejabat badan antariksa AS (NASA) pekan lalu.

Para pejabat, bagaimanapun, menyatakan optimis bahwa robot penjelajah memiliki peluang untuk bertahan. Robot itu dibangun untuk beroperasi selama tiga bulan, namun dia justru terus bertahan dan bekerja di Mars sejak Januari 2004. Sehingga mereka yakin robot itu akan mampu bertahan dan melanjutkan misi ilmiahnya.

John Callas, manajer proyek di ‘NASA Jet Propulsion Laboratory di California’, mengatakan bahwa Rover tidak lagi menanggapi perintah. Rover mengandalkan tenaga surya. Sementara Matahari terhalang oleh badai debu yang semakin meluas, dan bahkan sudah menelan seperempat planet Mars.

“Robot penjelajah roda enam mengandalkan listrik yang panel suryanya dihasilkan dari sinar matahari. Tim proyek sangat prihatin. Darurat pesawat ruang angkasa telah diumumkan,” kata Callas kepada para wartawan.

“Harapan kami pada titik ini adalah bahwa Rover sedang tertidur, dia berada dalam mode daya rendah. Dan itu, akan tetap dalam mode daya rendah sampai ada cukup energi untuk mengisi baterai kembali hingga batas tertentu,” Callas menambahkan.

Mars yang dingin dan sunyi, dengan atmosfernya yang tipis dan kondisi gurun, rentan terhadap badai debu. Badai debu bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Seluruh planet itu juga pernah dilanda badai pada tahun 2007.

Selain kehilangan daya listrik, ada kekhawatiran tentang kondisi dingin. Meskipun Callas mengatakan ‘the Opportunity’ harus tetap di atas suhu operasi minimum yang diizinkan untuk jangka panjang.

“Jadi kita harus bisa keluar dari badai. Ketika langit cerah dan ‘the Opportunity’ mulai mengisi batery, ia harus mulai berkomunikasi dengan kami,” kata Callas, mengungkapkan keyakinan bahwa Rover ‘the Opportunity’ tidak akan terkubur dalam debu.

Insinyur NASA sempat menerima transmisi dari ‘the Opportunity’ pekan lalu. Akan tetapi, tidak ada respon ketika mereka mencoba untuk balik menghubungi.

Rover NASA lainnya, yang diberi nama Curiosity, tiba di Mars pada tahun 2012. Curiosity tidak menghadapi tingkat ancaman yang sama dari badai, yang terdeteksi pada 30 Mei 2018.

Temuan ilmiah ‘the Opportunity’ adalah, termasuk bukti bahwa Mars mungkin memiliki kondisi yang menguntungkan untuk mempertahankan kehidupan mikroba. ‘the Opportunity’ telah memeriksa apakah fitur geologis ‘Perseverance Valley’ terbentuk dengan mengalirkan air, erosi angin atau keduanya.

‘the Opportunity’ dan kembarannya, ‘the Spirit’, tiba pada bulan yang sama, keduanya membawa seperangkat instrumen ilmiah untuk mempelajari medan, beroperasi di sisi berlawanan dari planet Mars. Komunikasi NASA dengan ‘The Spirit’ terputus pada tahun 2010, setelah terjebak di padang pasir. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds