EpochTimesId – Pemimpin dari 16 negara Uni Eropa berkumpul di Brussel, Belgia, Minggu (24/6/2018) kemarin. Mereka datang untuk menghadiri pertemuan darurat yang membahas isu pengungsi, sekaligus mempersiapkan KTT Uni Eropa pekan depan.

Para pemimpin sektor imigrasi dan keamanan dari berbagai negara berada di bawah tekanan besar, terkait masalah pengungsi yang membanjiri Eropa. Pemilih dalam negeri mereka sendiri menyoroti masalah pengungsi, dan mendesak kecenderungan untuk lebih ketat dalam pengawasan perbatasan.

Tahun ini, hanya 41.000 orang pengungsi yang menyeberang laut menuju negara-negara Uni Eropa.

“Untuk mencegah gerakan bebas para pengungsi memasuki Kawasan Schengen (Visa Uni Eropa), pertama-tama kita harus secara ketat mengendalikan perbatasan Uni Eropa,” ujar Perdana Menteri Belgia, Charles Michel.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyarankan bahwa aturan Dublin yang mengharuskan pengungsi untuk mengajukan permohonan suaka perlu direformasi. Aturan Dublin mengatur bahwa pengungsi hanya dapat mengajukan permohonan suaka pada negara peserta, dimana mereka menginjakkan kaki ketika pertama kali masuk Eropa.

Italia telah lama menjadi lahan bagi para pengungsi yang mendarat dengan perahu. Pemerintahan baru Italia telah menolak untuk menanggung lebih banyak beban pengungsi. Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte meminta UE untuk mengeluarkan kebijakan tentang pengaturan pengungsi yang lebih rinci.

“Aturan yang diperkenalkan pada masa lalu itu adalah untuk menangani keadaan darurat dan sekarang perlu secara sistematis menangani masalah-masalah pengungsi,” kata Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Kanselir Jerman, Angela Merkel kemudian mengingatkan bahwa sulit untuk mencapai solusi akhir di tingkat Uni Eropa. Sehingga masing-masing negara perlu melakukan konsultasi bilateral atau multilateral.

Selain itu, Merkel sendiri juga menghadapi krisis kekuasaan. Menteri Dalam Negeri Jerman menolak untuk mendaftarkan para pengungsi yang terdaftar di negara-negara Uni Eropa lainnya untuk memasuki Jerman.

Horst Seehofer menuntut Merkel untuk mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa sebelum akhir bulan ini. Jika tidak, dia akan memaksa polisi perbatasan untuk mengeksekusi perintah tersebut.

Dalam sepekan terakhir, Spanyol telah menerima kapal pengungsi yang ditolak oleh Italia. Perdana Menteri Pedro Sanchez menghimbau negara lain untuk bekerja sama dan mengontrol aliran pengungsi.

Jumlah pengungsi yang saat ini melakukan perjalanan ke Eropa melalui Laut Mediterania telah menurun secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekitar satu juta orang pengungsi memasuki Uni Eropa pada tahun 2015.

Survei opini publik menunjukkan bahwa pengungsi sudah menjadi masalah yang paling menarik perhatian utama 500 juta jiwa penduduk Eropa. Pertemuan darurat ini disambut dengan penolakan oleh beberapa negara Eropa Tengah. (NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds