Erabaru.net. Orang-orang sering mengatakan “Jangan melihat segala sesuatu itu hanya dari permukaannya”, karena yang disaksikan di depan mata itu belum tentu benar”!

Ada orang yang langsung saja menentukan benar atau salahnya seseorang hanya berdasarkan pandangan mata yang disaksikannya saat itu, sementara dia tidak tahu menahu dengan seluk-beluk masalah bersangkutan, sehingga mudah menyebabkan kesalahpahaman yang tidak perlu. Seperti misalnya cerita pendek berikut ini layak kita renungkan !

Sepasang suami istri yang terlihat biasa-biasa saja ini naik bis kota sambil menggendong seorang anak balita mereka. Namun, entah mengapa anak yang digendongnya menangis terus. Akibat tangisannya yang keras itu, penumpang pria di sampingnya pun merasa terusik dan terbangun dari tidurnya.

Penumpang pria itu tampak tidak senang dan berkata : “Seluruh penumpang terbangun gara-gara (anak) Anda ? ”cetusnya kesal pada orangtua si balita.

Pria itu tampak kesal, bahkan meminta mereka untuk turun saja, sementara itu, ayah balita yang mengendong anak itu tampak tidak berdaya mendengar gerutu penumpang pria itu, “Dia kan masih balita, wajarlah kalau nangis, lagipula kami juga tidak bisa mengendalikannya ?” katanya membela diri dan balik bertanya, apakah dia tidak menangis saat masih balita dulu ?.

Mendengar ucapan sang suaminya, istrinya buru-buru meminta maaf kepada penumpang pria itu, namun, pria itu tidak menggubrisnya, dia terus berbicara kasar.

Pada saat itu, seorang kakek tua yang menyaksikan pertengkaran mereka pun tidak tahan lagi dan mencoba meredakan suasana panas itu, kemudian berbalik meminta pasangan itu memberikan susu untuk balitanya.

Namun, sang suami menjelaskan, bahwa istrinya sendiri tidak punya ASI yang cukup, apalagi anak mereka juga tidak minum susu bubuk…

Melihat anaknya masih saja menangis, wanita itu kemudian berdiskusi dengan suaminya dan memutuskan untuk turun dari bus.

Ketika kedua pasangan itu hendak turun, tiba-tiba saja penumpang pria tersebut menghalangi jalan mereka dan berkata, “Enak saja mau pergi begitu saja setelah mengusik tidurku,” katanya.

Dia meminta pasangan itu membayar biaya ganti rugi immaterial, atau jangan harap bisa pergi. Wanita itu pun ingin mengakhiri masalah itu dengan memberikan kompensasi, tapi pria itu tidak terima karena terlalu sedikit …

Saat ketiganya sedang bertengkar, penumpang lain akhirnya membela pasangan itu, dan menghubungi polisi.

Ketika polisi tiba dan naik ke bus, meminta mereka menunjukkan kartu identitas, dan saat si suami meminta kartu identitas istrinya, dia meminta bantuan polisi untuk menggendong anaknya sebentar, sementara dia akan mengambil kartu tanda penduduknya. Tapi tak disangka, detik berikutnya dia menarik tangan suaminya dan melarikan diri…

Semua penumpang tiba-tiba baru sadar, ternyata pasangan yang terlihat seperti suami istri itu sebenarnya adalah pasangan perdagangan anak.

Sementara itu, penumpang pria yang bertengkar itu merasa ada yang tidak beres dengan pria dari pasangan wanita tersebut, karena dia memperhatikan suami si wanita diam-diam memasukkan sesuatu ke botol bayi, kemudian dia melihat pasangan tersebut tampak tidak familiar dengan bayi yang digendongnya, dia pun menduga kalau mereka bukan orangtua si bayi tersebut. Namun, karena khawatir, mereka akan melakukan sesuatu yang membahayakan si bayi, jadi, dia pun sengaja mencari masalah untuk menarik perhatian penumpang lain, kemudian menghubungi polisi terdekat.

Akhirnya, pasangan itu ditangkap di tempat kejadian. Sementara bayi itu selamat dan dibawa polisi. Hasil yang tak terduga akhirnya membuat netizen tercengang!

Tak disangka, pasangan yang terlihat seperti suami istri itu ternyata adalah anggota organisasi perdagangan anak. Jadi, jangan melihat segala sesuatu itu hanya dari permukaan !

Berkat penumpang pria yang curiga dengan sikap dan prilaku pasangan itu, akhirnya pasangan yang menyamar sebagai suami istri itu berhasil ditangkap polisi.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular