Erabaru.net. Untuk apa sebenanya kita bekerja? Pernahkah Anda merenungg soal ini? Ada yang bilang demi mencapai kesuksesan, mewujudkan keinginan dan sebagainya, tetapi yang pasti bagi sebagian besar orang tujuan bekerja adalah untuk mempertahankan hidup.

Terutama bagi kaum biasa bukan dari generasi kedua yang kaya dan tidak memiliki latar belakang sebagai kaum berpunya, jika itu adalah pencari nafkah di luar daerah, maka bekerja bagi mereka adalah memastikan masih bisa makan untuk keesokannya dan rumah untuk bernaung.

Tapi jika tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan uang demi “hidup berkelanjutan”, maka pernahkah Anda berpikir lebih jauh, bahwa Anda sedang mengorbankan hidup Anda demi menjalani hidup Anda itu?

Sebenarnya Anda yang mengendalikan uang atau sebaliknya Anda yang dikendalikan oleh uang? Jika Anda sendiri tidak jelas dengan hal ini, maka Anda tidak akan pernah bisa menjadi penguasa uang. Karena kunci utama menjadi orang berada, Anda harus menjadi penguasa/pengendali uang, bukan budak uang.

“Uang seharusnya menjadi sesuatu yang membuat Anda bebas”. Seberapa jauh Anda mengerti tentang kalimat ini? Untuk menjadi orang kaya, Anda harus memahami cara melihat uang dan belajar mengendalikan uang!

Langkah pertama dalam mengendalikan uang adalah belajar untuk tidak dikendalikan oleh “angka/nominal”(besaran jumlah uang)

Bagi banyak kaum pekerja, perangkap uang yang paling umum adalah tergoda oleh “angka/nominal”. Banyak orang yang hanya mengejar gaji tinggi, tetapi tidak memikirkan bagaimana dengan keuntungan dan kerugian dari balik angka yang didapatkan itu.

Sebenanya manakah yang lebih baik, antara sebuah pekerjaan bergaji tinggi tapi selalu lembur, dengan gaji yang mungkin tidak setinggi itu, namun, memiliki lebih banyak waktu untuk pekerjaan mereka sendiri ?

Kebanyakan orang mungkin akan terus mengejar yang pertama (bergaji tinggi dan lembur) untuk membuat hidup mereka lebih baik, sementara mengabaikan yang kedua, yang jelas memiliki waktu yang tersedia untuk dimanfaatkan, dan bisa jadi yang dapat diperoleh belum tentu akan jauh lebih buruk daripada perbedaan angka dari gaji mereka.

Terlepas dari apakah untuk menciptakan karier kedua Anda sendiri, atau bekerja sampingan dengan keahlian lain, atau bahkan menggunakan waktu luang untuk memperdalam ketrampilan (kerja) lain. Pahami keuntungan dan kerugian di balik “angka”(besaran uang), ini adalah langkah pertama dalam belajar mengendalikan uang!

Langkah kedua dalam mengendalikan uang adalah belajar untuk tidak dibatasi oleh “positif dan negatif” (pandangan terkait uang)

Penekanan pada aspek positif dan negatif dari kekayaan adalah masalah yang mudah dihadapi oleh banyak investor kecil. Pada tingkat yang paling dasar, tidak lebih dari definisi “pinjaman” dan “liabilitas” – Hutang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain.

Kebanyakan orang akan menganggap pinjaman sebagai beban hutang, berpikir bahwa mereka berhutang, dan bahkan harus membayar bunga ekstra. Namun, ada cukup banyak orang yang tidak kekurangan uang, seperti dokter misalnya, yang masih akan meminjam uang dari bank, kenapa ?

Kuncinya adalah, mereka tidak menganggap pinjaman sebagai beban hutang, tetapi menggunakan uang orang lain untuk membantu mereka mendapatkan lebih banyak uang.

Kehilangan atau memperoleh, kuncinya terletak pada tujuan Anda “meminjam uang”. Ini juga sama dengan meminjam uang dari bank. Apakah angsuran mobil akan sama dengan angsuran rumah ? Pahami prinsip aliran uang, jangan membuat diri Anda jatuh ke dalam rasa takut terjerat “hutang”, maka belajarlah cara mengendalikan uang.

Doctor with money

Tujuan mengendalikan uang adalah untuk memahami bagaimana menggunakan uang untuk membeli kembali kebebasan

“Tujuan kita mencari uang, jelas agar bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik.” Jika Anda setuju dengan kalimat ini, maka Anda harus belajar mengendalikan uang, dan biarkan uang yang selain bisa secara otomatis menghampiri Anda, juga akan mulai membantu Anda menghasilkan lebih banyak uang.

Jika Anda bekerja keras dengan susah payah adalah untuk hidup, maka Anda tidak boleh menggunakan uang yang diperoleh melalui tenaga dan waktu itu untuk menikmati hidup. Sebaliknya, belajar menggunakan uang itu untuk mengumpulkan uang ekstra secara bertahap, Anda bisa mengendalikan uang itu, dan biarkan ia (uang) yang dapat dikendalikan ini mulai menghasilkan uang untuk Anda.

Ketika semakin banyak kekayaan dapat dikendalikan oleh diri Anda, dan bahkan secara bertahap memenuhi kebutuhan hidup, maka pada saat inilah tujuan “kebebasan dari uang” telah tercapai, yaitu mencapai batas kebebasan kakayaan.

Jangan biarkan diri Anda dikendalikan oleh uang dan kehilangan hidup Anda, tetapi belajar mengendalikan uang Anda dan biarkan uang mencari nafkah untuk Anda.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular