Erabaru.net. Rasio terjadinya bayi kembar siam tidak tergolong tinggi, rata-rata 1/200000 dari kelahiran bayi. Pada zaman kuno, bayi kembar siam seringkali dianggap sebagai inkarnasi dari suatu mahkluk halus atau tanda-tanda yang tidak baik. Tidak hanya rendah tingkat kelangsungan hidupnya, namun, meski beruntung hidup juga, mereka akan diarak-arak sebagai monster, atau dibeli oleh saudagar untuk dijadikan sebagai pemain sirkus.

Buku-buku terkait kembar siam dari negeri Barat dapat ditelusuri kembali dalam buku “De Civitate Dei” yang ditulis Santo Agustinus atau (Saint Augustine dan Saint Austin dalam bahasa Inggris) tahun 415 Masehi, sementara catatan resmi muncul di Armenia pada tahun 945 Masehi. Ketika itu kembar siam dibawa ke Konstantinopel dan dipamerkan sebagai janin ganjil.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, orang-orang mulai memahami bahwa bayi kembar siam itu disebabkan oleh pembuahan embrio yang tidak merata, bukan “titisan siluman/makhluk halus atau pertanda tidak baik” sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang zaman dahulu.

Ketika teknologi medis menjadi lebih canggih, semakin banyak bayi kembar siam yang mampu bertahan hidup dengan selamat. Seperti misalnya, kembar siam di Provinsi Nakhon Sawan, Thailand ini, Ketika mereka lahir, 2 anak ini berbagi anggota bagian dada ke bawah, memiliki 2 kepala dan 2 rongga dada, 4 tangan dan 2 kaki.

Kembar siam ini masing-masing bernama Pin dan Pan, beberapa tahun lalu, kisah mereka pernah diliput secara luas oleh media setempat.

Awalnya, para dokter tidak optimis dengan nasib mereka, dan mengatakan bahwa hidup mereka kurang dari setahun. Namun, di bawah perawatan telaten keluarganya, Pin dan Pan tumbuh dengan sehat.

Sekarang mereka sudah berumur 9 tahun. Meskipun mereka hanya bisa bergerak secara merangkak atau menggunakan sepeda roda tiga untuk bepergian, berjalan seperti kepiting menggunakan tangan dan kaki mereka.

Guru akan membantu mendorong kursi roda dari satu ruang kelas ke ruang lain saat di sekolah. Mereka pun cukup populer di antara anak-anak lain karena keunikannya itu. Dan meski hidup sederhana, tapi sekeluarga bahagia.

Beberapa waktu lalu, netizen memosting foto mereka di “Facebook” dan seketika disebarluaskan ke dunia maya. Media Thailand kembali meliput ke rumah mereka. Nenek dari kembar siam Pin dan Pan menuturkan bahwa mereka sekarang hidup normal.

Mereka selalu dibantu oleh departemen terkait. Dia berterima kasih kepada orang-orang yang pernah memberikan perhatian kepada mereka.

Mereka suka bernyanyi, makan es krim, membantu satu sama lain dalam berdandan dan tertawa cekikikan bersama.

Dua gadis yang telah berusia sembilan tahun ini belajar berjalan bersama, mamakain pakaian bersama, juga naik sepeda roda tiga bersama ke sekolah.

Setelah menghabiskan waktu untuk belajar bersama, ternyata Pin dan Pan sama saja seperti anak lain.

Kegigihan dan keteguhan hidup manusia jauh melampaui apa yang bisa kita bayangkan. Seperti misalnya Pin dan Pan ini. Awalnya tidak ada yang menyangka mereka bisa menjalani hidupnya dengan penuh semarak. Mungkin mereka masih akan menghadapi tantangan lain pada hari-hari yang akan akan datang, tapi diyakini si kembar yang saling mendukung ini mampu menghadapinya bersama dengan tegar !(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular