- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Ketika Jagoan PDI-P Kalah di 11 Pilgub Serentak 2018 dan Hanya Menang di 6 Provinsi

Erabaru.net. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 berlangsung Rabu (27/06/2018) di tingkat Provinsi yang diusung oleh PDI-P hanya menang di 6 Provinsi. Sedangkan 11 Pilgub lainnya yang diusung oleh koalisi PDI-P kalah dari pasangan calon partai-partai lainnya.

Data-data ini berdasarkan hasil hitung cepat yang dirilis oleh berbagai lembaga survey. Hasil hitung cepat dari KPU RI juga menunjukkan hasil serupa. Hanya saja selisih beberapa persen dari hitungan lembaga survei. Namun hasil resmi nantinya akan diumumkan oleh KPU RI.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Kusuma Sundari dalam keterangannya menyebutkan dari 17 Pilgub, PDI Perjuangan hanya menang di 6 provinsi (35%) yakni Bali, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Sulawesi Selatan.

Adapun di 6 provinsi tersebut, kata Eva, terdapat 4 kader partai PDI-P yang menjadi gubernur dan 3 kader jadi wakil gubernur.

  1. Pilgub Sumatera Utara

Koalisi PDI-P dan PPP yang mengusung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus harus menerima kekalahan setelah disingkirkan oleh koalisi Golkar, Gerindra, PKS, PKB, Demokrat, NasDem dan PAN yang mengusung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Hitung cepat SMRC yang ditayangkan di Metro TV pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeksah memperoleh 58,9 persen suara. Sedangkan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus hanya memperoleh 41 persen suara.

  1. Pilgub Sumatera Selatan

PDI-P bersama koalisi Golkar, PKB mengusung pasangan Dodi Alex Noedin-Giri Ramanda Kiemas. Hasilnya hanya memperoleh 31,94 persen suara versi LSI. Adapun Pilgub Sumsel dimenangi oleh Koalisi Nasdem, PAN Herman Deru-Mawardi Yahya dengan 35,33% versi LSI.

  1. Pilgub Lampung

Paslon yang diusung PDI-P yakni Herman HN-Sutono hanya mendapatkan 25,50 persen suara versi SMRC. Pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik) sebagai pemenang yang diusung oleh PAN, PKB, dan Partai Golkar dengan angka 38,32 persen serupa hitungan cepat versi SMRC.

  1. Pilgub NTT

Hitung Cepat SMRC menyebutkan PDIP yang mencalonkan Marianus Sae-Emelia J Nomleni hanya meraih 27,31 persen suara.  Paslon Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi menjadi pemenang dengan 37,17 persen suara.

  1. Pilgub NTB

PDI-P bersama PPP, Gerindra, PAN, Hanura, dan PBB mengusung Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang hanya memperoleh 25,5 persen versi LSI Denny JA. Sedangkan paslon yang diusung Demokrat-PKS yakni Zulkieflimansyah-Siti Rohmi Djalilah meraih 30,68% persen suara.

  1. Pilgub Kalimantan Barat

Koalisi PDI-P dengan Demokrat yang mengusung Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot hanya meraih 33,78% suara yang dikalahkan oleh pasangan Sutarmidji-Ria Norsan dengan 59,96% suara. Hitung cepat ini berdasarkan LSI Deni JA.

  1. Pilgub Kalimantan Timur

PDIP yang mengusung Rusmadi dan Safaruddin hanya mendapatkan 24,4 persen suara berdasarkan LSI Deni JA. Keduanya dikalahkan oleh koalisi Gerindra-PAN-PKS yang mengusung Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

  1. Pilgub Jawa Barat

Pasangan yang diusung oleh PDI-P yakni Tb Hasanuddin-Anton Charliyan hanya meraih 13,04% suara. Sedangkan yang diusung Nasdem, PPP, Hanura dan PKB Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mendapatkan 32,33% suara versi Indobarometer.

  1. Pilgub Jawa Timur

Adapun di Pilgub Jawa Timur, hitung cepat SMRC menunjukkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno hanya mendapatkan 47,63% suara. Jauh lebih unggul dari pasalon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang meraih 52,37% suara.

  1. Pilgub Riau

Survei Polmark menunjukkan pasangan Syamsuar-Edy Nasution yang diusung PKS, PAN dan Nasdem meraih 38,17% suara. ┬áSedangkan paslon yang diusung Golkar dan PDI-P yakni Arsyadjuliandi ‘Andi’ Rachman-Suyatno hanya mendapatkan 24,35% suara.

  1. Pilgub Sulawesi Tenggara

Hitung cepat The Haluoleo Institute (THI), Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut satu, Ali Mazi – Lukman Abunawas yang diusung Golkar dan Nasdem memperoleh 42,52 persen suara. Adapun pasangan calon yang diusung PAN, PKS, PDIP, Gerindra, dan Hanura yakni Asrun-Hugua hanya mendapatkan 25,15 persen suara. (asr)