oleh Luo Tingting

Beberapa waktu ini, seorang putri durhaka warga kota Yangquan, Shanxi, Tiongkok menyiksa ibunya di jalanan gara-gara gagal mendapatkan uang 3.000 Renminbi yang diminta dari ibunya.

Putri ini tidak segan-segan untuk melakukan pemukulan, menarik rambut dan menyeret ibunya di jalanan tempat keramaian.

Beberapa warga yang melihat berusaha untuk mencegah, tetapi putri tersebut tidak mau mendengar dan terus menyeret dan memukuli ibu kandungnya. Adegan memicu warga naik pitam lalu mengeroyoknya.

Sebuah berita bergambar beredar di kalangan teman-teman micro channel di kota Yangquan, Shanxi, Tiongkok.

Gambar video yang diunggah mempertontonkan seorang wanita berusia sekitar 30 tahun, melakukan tindakan tidak terpuji terhadap ibu kandungnya gara-gara gagal mendapatkan uang 3,000 Renminbi yang ia minta.

Wanita yang merupakan putri dari ibu tersebut terlihat menarik rambut dan menyeret ibu kandungnya di jalan sampai belasan meter dengan kasar sekali seperti sedang menghadapi musuh bebuyutan.

Beberapa warga yang melihat langsung mendekat ingin mencegah, Tetapi wanita itu malah menantang dengan mengatakan bahwa ini adalah ibu saya yang meminjam uang saya tetapi tidak mau membayar.

Tetapi ibu yang sudah berusia setengah baya mengatakan bahwa ia tidak meminjam uangnya, mendengar penjelasan itu, wanita muda kembali melakukan pemukulan dan mencaci maki. Tindakan anak durhaka tersebut menyulut kemarahan warga yang melihat. Karena nasihat warga tidak didengar bahkan wanita muda itu masih terus memukuli ibunya, warga langsung maju mengerumuni lalu rame-rame memukil wanita muda tersebut. Situasi di luar kendali. Polisi kemudian membawa wanita muda itu pergi untuk diinterogasi.

Malam itu, keterangan kepada masyarakat dari pihak berwenang juga dipublikasikan lewat  micro blog, pejabat setempat menginformasikan bahwa wanita muda tersebut menderita gangguan mental skizofrenia, dan telah dikirim ke rumah sakit jiwa untuk perawatan.

Namun, beberapa warganet mempertanyakan apakah pejabat takut terhadap efek buruk dari kejadian ini lalu berupaya untuk menutup-tutupi dengan alasan tersebut.

Video seorang putri memukui ibu kandungnya yang sempat beredar di micro blog kemudian menyebabkan kemarahan banyak warga. Warga  mengeluh mengenai nilai-nilai sosial, hubungan antar manusia yang semakin merosot. Menurut laporan, insiden serupa ini, yaitu anak menyerang orang tuanya telah terjadi di berbagai tempat Tiongkok.

Pada 27 April, di sebuah tempat keramaian di kota Xuanhan, Sichuan, seorang putri terlihat sedang bersengketa mulut dengan ibu kandungnya, karena itu ia menampar ibunya di tempat keramaian.

Orang-orang yang berdekatan tak tahan melihatnya lalu bergegas mencegah dan memberikan saran. tetapi tanpa terduga, wanita muda ini malahan ingin mengayunkan pukulan kepada orang yang memberi saran kepadanya. meski sebagai ibu ia masih ingin membela putrinya.

Namun, seorang pria di tempat itu tidak tahan melihat kejadian itu lalu menendang wanita itu hingga jatuh terduduk mengundang sorak gembira para penonton yang berkerumun.

Daratan Tiongkok sejak zaman dahulu mempertahankan nilai menghormati leluhur dan berbakti kepada orangtua. Tetapi sejak Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengambil alih kekuasaan pada tahun 1949, gerakan untuk menghancurkan budaya tradisional, merusak hubungan antar manusia yang harmonis terus terjadi. Bahkan anak-anak bisa secara terbuka mencela orangtua mereka, dan memutus hubungan bahkan membunuh orangtua.

Buku ‘Tujuan Akhir Komunisme’ mengungkapkan bahwa, gerakan Partai Komunis Tiongkok  yang melibatkan semua warga negara untuk saling mengkritik, mengecam satu sama lain telah menyapu bersih seluruh nilai sosial Tionghoa tradisional yang dibentuk berdasarkan etika keluarga. telah membuat nilai sosial tradisional benar-benar runtuh.

Komunisme adalah roh jahat yang berusaha menghancurkan manusia melalui  merusak budaya Tionghoa tradisional dan merusak moralitas. (Sin/asr)

Share

Video Popular