Erabaru.net. Reaksi sebagian besar orang-orang ketika mendengar pacarnya minta putus dengannya, umumnya menjadi panik, sehingga menyebabkan hilangnya banyak pertimbangan rasional.

Misalnya:

Ceweknya berkata: “Kita putus saja.”

Jawaban yang salah:

Cowok : “Kenapa? Nggak ah, hubungan kita kan baik-baik saja.”

Cewek : “Aku rasa kita tidak cocok.”

Cowok : “Tidak, bagaimana denganku nanti kalau kita putus ?”

Analisa : Jika jawabannya seperti di atas, mungkin masih bisa mempertahankan pacar mu, tetapi kamu tidak mempertimbangkan hari-hari selanjutnya, dia (pacar) akan semakin bertingkah dan sulit dikendalikan. Selain itu, dia akan merasa kamu tidak berkharisma lagi atau tidak punya daya tarik lagi. Lama kelamaan, dia akan semakin antipati/tidak suka padamu.

Jawaban yang tepat :

Cewek : “Kita putus saja.”

Cowok : “Apa sudah kamu pertimbangkan baik-baik ?”

Cewek : “Ya, sudah kupikirkan matang-matang.”

Cowok : “OK, aku menghormati keputusanmu. Mungkin kamu tidak membutuhkannya, tetapi aku akan memberimu tiga hari untuk mempertimbangkannya kembali. Jika kamu kembali lagi dalam tiga hari ini, maka hubungan kita lanjutkan. Tetapi jika setelah lewat tiga hari, meskipun aku masih mencintaimu, namun, kurasa tidak akan semesra dulu lagi.”

Analisa : Ini adalah trik klasik saat pacar minta putus, dengan memberikan waktu kepadanya untuk mempertimbangkannya, jika kamu hanya bertindak gegabah dan sekehendaknya, ini akan memberikan tekanan yang besar pada pacarmu, dan hanya akan membuat hubungan/jarak kalian semakin jauh.

Ketika Anda memberi batas waktu padanya, beritahu dulu akan konsekuensinya, buat dia merasa seakan-akan kehilangan sesuatu setelah tiga hari. Ini adalah perang psikologi/urat saraf.

Terkait hal ini, jangan pikir bahwa Anda telah mempelajari trik-trik hebat, lalu bisa sekehendak hati. Ketika pacarmu memutuskan untuk putus, maka ada baiknya Anda harus secara serius merenung dan instrospeksi, apakah Anda pernah serius menjalin hubungan asmara-cinta ini.

Pada awal cinta, kedua belah pihak masing-masing menunjukkan sisi terbaiknya, dengan tujuan untuk menarik perhatian satu sama lain, tetapi seiring berjalannya waktu, apakah Anda akan terus menjaga kondisi-kondisi yang baik mengesankan ini? Atau kekurangan dalam kehidupan sehari-hari sedikit demi sedikit mulai terkuak di permukaan.

Pada awalnya, kedua belah pihak saling peduli dan perlahan-lahan menjadi acuh tak acuh. mereka bahkan berpikir sudah sewajarnya karena dia (lk/pr) telah berkorban begitu banyak, dan bahkan terkadang menyindir dengan sinis.

Secara umum, kaum wanita mungkin tidak akan berkata apa-apa, karena dia sadar keduanya bisa bersama sejauh ini juga tidak mudah, sehingga ia hanya bisa menahannya secara diam-diam, namun, ketika Anda telah mengikis habis kesabarannya, maka dia kan secara tiba-tiba minta putus dengan Anda.
Ada sebagian pria yang segera memohon-mohon ketika menyadari pacarnya minta putus, dan sang pacar pun terkadang berulang kali mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan hubungannya lagi.

Dengan cara demikian, Anda berpikir bahwa trik Anda itu berhasil, gagal sekali Anda coba lagi untuk kedua kalinya, jika kedua kalinya gagal, Anda coba lagi ketiga kalinya dan seterusnya.

Inilah cara tradisional dalam melanjutkan/memulihkan hubungan, mengapa sehari sebelumnya Anda bisa makan malam yang indah, tapi pada keesokannya dia tak peduli lagi pada Anda.

Dalam banyak kondisi, perpisahan antar pasangan kekasih itu, bukan karena dia tidak cinta lagi, tetapi lebih dikarenakan banyaknya ketidakpuasan dan keluhan di antara pasangan terkait, yang menyebabkan konflik psikologis.

Pada saat yang sensitif ini, sedikit masalah sepele saja, kemungkina bisa secara langsung meletupkan emosi si wanita, sementara si pria tidak memahami wanitanya .

Bagi si pria, itu tak lebih dari sebuah masalah sepele, tapi kenapa harus marah-marah seperti itu, sehingga menyebabkan keduanya bertengkar hebat. Padahal, saling pengertian, saling toleransi, introspeksi diri, adalah makna sebenarnya untuk menghangatkan kembali hubungan dengan si dia.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular