DR.Xie Tan

Rapor hasil kerja Presiden Trump setelah 500 hari menjabat, terlihat sangat gemilang. Perekonomian AS begitu berkembang, dalam hal diplomatik AS kembali meraih posisi dominasinya di pentas dunia. Kalangan Partai Demokrat yang dulunya sempat menentang Trump, banyak di antaranya telah berubah pandangan dalam satu setengah tahun terakhir ini, mulai sepaham dengan pemikiran Trump, dan menyatakan akan mendukung Trump dalam pilpres mendatang pada pertengahan tahun ini. Masyarakat umum AS tahu betul berkat siapa perkembangan ekonomi yang diraih saat ini, tahu siapa yang sepantasnya berjasa bagi sektor perekonomian Amerika.

 

Beberapa hari lalu penulis bertemu seorang pengusaha dari RRT, ia tidak mengerti bagaimana bisa ekonomi AS menjadi kuat, karena ia tahu betul perekonomian RRT kini tengah payah, jadi ia bertanya mengapa perekonomian AS tumbuh begitu pesat, dimana letak titik pijakan perekonomian AS?

Saya katakan padanya, agar berjalan-jalan di wilayah pesisir timur, pesisir barat dan wilayah tengah barat untuk memahaminya, akan didapati pendorong perekonomian AS bukanlah karena adanya industri baru, teknologi yang bersifat revolusioner, terlebih lagi bukan karena kredit pemerintah atau pembangunan infrastruktur, namun justru adalah investasi perorangan dan investasi perusahaan berskala besar, yang menyebabkan pengangguran berhasil ditekan drastis, kepercayaan konsumen pun seiring meningkat. Di tengah kekacauan dunia, situasi ini telah membuat kagum pemerintah banyak negara.

Tindakan keras Trump dalam hal ekonomi diplomatik yang paling menjadi sorotan adalah, tentu saja perang dagang terhadap RRT, dan hasil yang diperoleh hingga saat ini dari perang dagang RRT-AS tersebut. Perang RRT-AS seputar mengurangi defisit dagang bagi AS, menyeimbangkan dan restrukturisasi dagang ini, walaupun sarana kebijakan yang dipakai Trump tidak banyak, namun yang mengejutkan banyak orang adalah, semua sarana tersebut sangat efektif, baik penambahan bea masuk, investigasi 301, audit investasi dan pembatasan teknologi, semua itu langsung menohok titik kelemahan PKT, satu jurus mematikan yang tak kuasa ditangkis oleh PKT, serta memicu konflik internal PKT sendiri.

“Dewasa ini merupakan ‘masa krusial’ peralihan politik di AS, secara keseluruhan, kami ingin melihat stabilitas hubungan RRT-AS dan berkembang berkesinambungan.” Kata Xi Jinping kepada Kissinger (93) dan mengemukakan dirinya telah menemui Obama serta berbicara lewat telepon dengan Trump. (internet)

Menurut informasi, akibat perang dagang RRT-AS ini, internal PKT terpecah menjadi kelompok moderat dan kelompok radikal. Kelompok mana pun yang akan unggul, akibat dari keruntuhan ekonomi PKT akan sama saja.

Perang dagang RRT-AS yang diprakarsai oleh Trump, sebenarnya adalah satu tindakan yang mendapat Sembilan perolehan, satu upaya kecil yang mampu mendongkrak hal besar, yang ditakdirkan mengubah total masa depan perdagangan RRT-AS.

Perolehan pertama Trump, adalah memperbesar daya dorong pertumbuhan ekonomi AS. Perang dagang RRT-AS ini secara drastis meningkatkan keyakinan sektor industri di AS, kebijakan perdagangan tidak adil yang diterapkan selama bertahun-tahun oleh PKT, seperti peralihan teknologi secara paksa, pencurian kekayaan intelektual dan lain-lain, telah berhasil dihentikan.

Ditambah lagi dengan pengurangan pajak membuat industri AS banyak yang kembali ke negerinya sendiri, seluruh AS mengalami pertambahan lapangan kerja sebanyak 3 juta orang, lapangan kerja industri pun mencapai kondisi terbaik dalam sepuluh tahun terakhir; tingkat pengangguran turun sampai di bawah 4%, lowongan kerja bertambah hingga 6,6 juta orang, merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Dua pertiga warga AS percaya bahwa ini adalah saatnya untuk menemukan pekerjaan yang lebih layak.

Perolehan kedua Trump, adalah tanpa sengaja telah menguak cadar PKT. Di tengah “jual-beli” perang dagang, PKT sempat melakukan kebodohan, yakni secara langsung mengakui bahwa RRT bukan negara ekonomi pasar. Selama ini PKT selalu menuntut AS dan Eropa mengakuinya sebagai “negara ekonomi pasar”, namun Amerika dan Eropa tidak pernah memberikan pengakuan itu, sekarang sama saja berarti PKT telah benar-benar mengakui bukan sebagai negara ekonomi pasar.

Bagi negara normal yang menganut ekonomi pasar, AS tidak mungkin menuntut suatu negara untuk berjanji membeli komoditas senilai USD 200 milyar (2.812 triliun rupiah)! Uang dari mana? Apakah negara memungut pajak khusus untuk membeli produk impor? Negara ekonomi pasar tidak memiliki anggaran seperti itu, juga tidak mungkin pemerintahnya berjanji membeli produk senilai USD ratusan milyar.

Dulu AS juga pernah meminta pada Jepang agar mengurangi defisit, tapi tidak menuntut pemerintah Jepang membeli sesuatu, hanya meminta Jepang mengurangi bea masuk dan menambah investasi terhadap Amerika. PKT telah berjanji akan berbelanja sebesar dua ratus milyar, itu berarti telah mengakui dirinya sendiri sebagai pencuri harta negara, penghisap darah rakyatnya sendiri.

Trump sedang menandatangani 3 perintah eksekutif di kantor Gedung Putih pada 23 Januari 2017. (Ron Sachs-Pool/Getty Images)

Perolehan ketiga Trump, adalah menggagalkan secara total aksi PKT dalam hal menggalang kekuatan, menyuap, dan mengendalikan kaum politisi dan pengusaha AS yang oleh PKT disebut “front persatuan bisnis dan industri”.

Wakil Kepala Kemenlu PKT Liu He saat pergi ke AS dalam rangka perundingan kedua perdagangan RRT-AS, berharap agar dapat meredakan perang dagang RRT-AS yang tengah memanas. Namun mengutip pandangan Kenneth Jarrett selaku Ketua Kamar Dagang Amerika di Shanghai, majalah Forbes mengatakan, PKT sudah tidak memiliki teman di Washington, kaum bisnis sudah tidak lagi membela PKT! Selama bertahun-tahun PKT telah membangun bisnisnya, nyaris telah sirna dalam sekejap. Kemenlu RRT dan instansinya di Amerika diperkirakan akan melakukan perombakan personalia besar-besaran.

Perolehan keempat Trump, adalah menurun drastisnya defisit dagang AS, dalam penurunan angka defisit dagang AS yang terbaru telah terlihat hal ini. Penurunan defisit dagang AS, meningkatnya ekspor, tumbuhnya ekonomi, akan mendatangkan peningkatan pendapatan pemerintah, diperkirakan pada semester kedua tahun ini hingga tahun depan akan sangat membantu dalam mengurangi hutang luar negeri AS.

Perolehan kelima Trump, adalah merobek pundi uang PKT. Dalam perdagangan selama tiga puluh tahun, lewat cara mengendalikan nilai tukar mata uang, pembatasan transaksi valuta asing, pemaksaan penukaran valuta, telah merampas kekayaan besar dari rakyatnya.

Kekayaan devisa asing ini adalah cadangan devisa milik Tiongkok. Cadangan devisa yang dikumpulkan selama tiga dekade setidaknya lebih dari USD 6 trilyun, namun akibat digerogoti, dihamburkan dan dialihkan oleh PKT, yang tersisa hanya USD 3 trilyun.

Tindakan Trump telah memaksa PKT memuntahkan lagi kekayaan yang ditelannya itu, dan terpaksa harus digunakan untuk membeli produk AS untuk menekan harga produk. Tindakan ini telah merobek pundi uang naga merah, juga mensejahterakan rakyat Tiongkok.

Perolehan ketujuh Trump, adalah membuat rakyat menyadari bahwa PKT hanya macan kertas, menyadari kebohongan film propaganda “betapa hebat negeriku (Li hai le wo de guo)”, menyadari PKT sesungguhnya kelihatannya saja hebat.

Perang dagang RRT-AS telah menguakkan kebohongan PKT: media massa PKT sesumbar mempropagandakan peringatan bagi AS “akibatnya akan sangat parah”, dan akan “menghunus pedang” terhadap AS, “akan melayani AS dengan segala cara”, sampai akhirnya ujuk-ujuk berubah muka dan mengatakan “memperbesar impor adalah untuk mensejahterakan kehidupan rakyat”, “gencatan perang dagang RRT-AS adalah kemenangan kedua negara”… Serangan gencar Trump tidak mampu ditangkis oleh PKT.

Rakyat Tiongkok telah menyadari, penguasa ini ternyata tong kosong nyaring bunyinya alias tidak begitu kuat, setidaknya dalam hal ekonomi dan dagang serta teknologi tinggi, ternyata sangat lemah.

Perolehan ketujuh Trump, adalah mulai membangun tatanan internasional yang baru. Perang dagang RRT-AS diamati oleh seluruh dunia; setelah AS menang, Uni Eropa dan Jepang pun segera mengikuti jejaknya.

Kerangka dagang yang tadinya multi-lateral di bawah panji “globalisasi” akan runtuh. Dan akan tergantikan dengan hubungan bilateral, dengan kebijakan dagang yang fleksible antara dua negara dengan keunikan karakteristiknya masing-masing.

Perolehan kedelapan Trump, adalah membuat Kim Jong-Un gentar melihat lewat perang dagang RRT-AS ini dan menyadari bahwa majikannya PKT pun tidak bisa diandalkan, bahwa PKT hanyalah macan kertas ekonomi. PKT kelihatannya kaya, namun baru digertak sekali saja oleh AS, pundi uang PKT sudah menciut.

Setelah perang dagang AS-RRT, jika perundingan senjata nuklir AS-Korut tercapai kesepakatan, maka Korut pun akan ingin berdagang dengan AS dan ingin mendapat keuntungan sendiri dari AS tanpa harus mengemis dari “musuh millennium”-nya.

Perolehan kesembilan Trump, adalah cara-cara ekonomi dagang yang dikuasainya dengan smart, sekali gebrakan memperlemah kekuatan komunisme internasional. Seratus tahun gerakan komunis internasional, terutama PKT yang mewarisi komunis Soviet, secara licik dari sisi ekonomi telah memperbesar kekayaannya. Trump telah memutus sumber harta PKT, merobek pundi uang naga merah, juga menebaskan golok memperlemah pengaruh jahat komunisme internasional. (SUD/WHS/asr)

Share

Video Popular