EpochTimesId – Amerika Serikat diam-diam mengembangkan senjata hipersonik untuk menghadapi ancaman dari Tiongkok dan Rusia. Direktur Badan Pertahanan Rudal AS mengatakan bahwa penyebaran senjata hipersonik ke gudang senjata AS hanya masalah waktu.

“Ancaman hipersonik itu nyata, bukan khayalan,” kata Direktur Badan Pertahanan Rudal AS, Letnan Jenderal (AU) Samuel Greaves di Capitol Hill Club, Selasa (26/6/2018 Juni).

Samuel Greaves juga mengatakan bahwa sistem pertahanan terhadap senjata hipersonik juga menjadi prioritas utama badan ini.
Senjata hipersonik adalah rudal yang bergerak dengan kecepatan 5 Mach atau lebih tinggi dan setidaknya lima kali lebih cepat daripada kecepatan suara. Itu berarti bahwa senjata hipersonik dapat melaju sekitar satu mil per detik.

Samuel Greaves mengatakan, mereka yang memiliki akses ke informasi yang relevan tahu bahwa kemampuan untuk menyebarkan senjata hipersonik sudah ada di sana. “Ini benar, peralatan untuk penyebarannya (senjata hipersonik) segera tiba, jadi hanya masalah waktu.”

“Masalahnya adalah bahwa kita dapat melakukan sesuatu untuk mempersiapkannya mulai sekarang, dan kita dapat mengurangi atau menghilangkan ancaman ini dalam lima atau tujuh tahun mendatang,” imbuh Greaves.

Para ahli senior di Angkatan Udara AS yang terlibat dalam pengembangan senjata percaya bahwa senjata supersonik AS mungkin akan disebarkan pertama kali pada tahun 2020-an. Seorang perwira tinggi mengatakan kepada media militer Warrior Maven bahwa drone tingkat tinggi yang dilengkapi teknologi hipersonik juga akan digunakan untuk melakukan misi Intelijen. Pengawasan dan Pengintaian dengan pesawat itu akan dilakukan pada tahun 2030-an dan 2040-an.

Untuk melawan ancaman Tiongkok dan Rusia
Tinjauan Samuel Greaves mendasarkan sejumlah laporan intelijen AS yang menyebutkan bahwa Rusia mampu menciptakan kendaraan peluncur berkecepatan hipersonik sebelum tahun 2020. Itu adalah senjata yang tidak dapat ditandingi oleh negara mana pun.

Senjata yang diberi nama Avangard itu dirancang untuk dipasang pada rudal balistik antarbenua. Setelah diluncurkan, Ia menggunakan aerodinamis untuk terbang di atas lapisan atmosfer.

Menurut sumber yang akrab dengan laporan intelijen AS, Avangard kebal terhadap sistem pertahanan rudal yang paling canggih. Senjata ini memiliki kemampuan manuver yang tinggi dan karenanya sulit dilacak radar.

Untuk melawan kendaraan peluncur Rusia tersebut, pemerintah Trump bermaksud untuk berinvestasi dalam pengembangan serangkaian wahana rudal ruang angkasa pada tahun 2020. Rudal antariksa itu akan digunakan untuk mengisi titik buta sistem pertahanan anti-rudal AS.

Tom Karako, seorang peneliti senior di Pusat Studi Strategis Internasional, mengatakan bahwa jika ingin melacak senjata terbang supersonik, menguasai keunggulan dari ruang angkasa adalah mutlak.

Menteri Pertahanan AS Michael Griffin pernah menekankan di sebuah think-tank di Washington bahwa Amerika Serikat akan fokus pada pengembangan kecerdasan buatan, supersonik dan senjata energi terarah.

Griffin mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak hanya harus mengembangkan kekuatan militer yang setara dengan Tiongkok dan Rusia, tetapi harus mempertahankan teknologi militernya dalam posisi terdepan.

AS tidak mengungkapkan rincian senjata hipersonik
Pada saat yang sama, Pentagon dan pemasok senjata terbesarnya berbagi rincian terbatas mereka tentang pengembangan senjata serupa.

Lockheed Martin menerima kontrak dari Angkatan Udara AS senilai 928 juta dolar AS untuk membangun sejumlah senjata hipersonik. Perwakilan perusahaan mengatakan bahwa karena itu adalah isu sensitif, perusahaan tidak akan menerima wawancara yang berkaitan dengan program tersebut.

Demikian pula, juru bicara Angkatan Udara AS mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membuat pernyataan apapun tentang perkembangan pekerjaan hipersoniknya dalam waktu dekat. (Xia Yu/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular