Toronto – Himpunan Spesialis Kandungan Kanada, Society of Obstetricians and Gynecologists (SOCG), mengeluarkan Panduan di tengah peningkatan jumlah bedah caesar atau operasi c-section yang dipilih dalam kelahiran. Komunitas spesialis kandungan itu menekankan pentingnya otonomi pasien.

SOCG mengatakan keputusan tentang apakah seorang ibu hamil akan mendapatkan bedah caesar atau tidak, pada akhirnya harus diputuskan oleh pasien, bukan oleh dokter. Banyak wanita hamil memang memilih caesar, namun hal itu bisa menciptakan dilema etika.

Dr. Jon Barrett, kepala pengobatan maternal-fetal di Pusat Sains Kesehatan Sunnybrook di Toronto, Kanada merupakan salah satu penulis Pedoman baru itu. Dia mengatakan bahwa ada prinsip-prinsip perbandingan yang harus disampaikan dan dipertimbangkan oleh seorang dokter ketika seorang pasien meminta bedah caesar.

“Sebagai contoh, satu [prinsip etis] mungkin bagi dokter yang tidak membahayakan pasien, namun kita tahu bahwa pada caesar mungkin lebih berisiko daripada kelahiran normal, setidaknya secara keseluruhan,” kata Dr. Barrett.

Dr. Barrett melanjutkan, prinsip etis ini tidak merugikan pasien, namun harus diimbangi dengan prinsip otonomi pasien. Sehingga memungkinkan bagi seorang pasien untuk memutuskan sendiri apakah mereka ingin mengambil risiko medis tertentu yang mempengaruhi tubuh mereka sendiri.

Ada juga prinsip etika untuk mempertimbangkan komunitas. “Di sini di Kanada kami memiliki sistem kesehatan yang didanai, jadi apa implikasi sumber daya yang ada untuk pilihan individu pada pilihan masyarakat lainnya?”

Dr. Barrett mengatakan ada urutan prioritas yang jelas untuk prinsip-prinsip ini. “Pada intinya, otonomi pasien hampir selalu mengalahkan segalanya.”

Tetapi apakah setiap rumah sakit menerapkan pedoman baru itu, masih terserah pada pihak RS masing-masing.

Banyak dokter tidak setuju bahwa pasien memiliki hak untuk memilih bedah caesar atau lahir alami, berdasarkan penelitian tahun 2009 yang dikutip SOCG. Ditemukan bahwa hanya 42 persen dari dokter kandungan Kanada yang mendukung hak seseorang untuk memilih bedah caesar. Angka itu lebih rendah di antara dokter keluarga, yang hanya 19 persen.

Jadi bagaimana jika seorang pasien dan dokter tidak setuju? Bagaimana jika pemahaman medis seorang dokter bertentangan dengan keinginan pasien?

Pedoman menyarankan bahwa keputusan untuk memiliki bedah caesar harus dilakukan selama beberapa sesi. Bahkan, mungkin juga termasuk anggota lain dari tim perawatan kesehatan ibu hamil diberikan kesempatan untuk memberi masukan dan pandangan.

Hal itu dinilai dapat memberikan pasien dan dokter lebih banyak kesempatan untuk bertukar pandangan.

“Sangat sering, pasien yang datang kepada saya meminta c-section, begitu Anda mulai mendiskusikan alasannya, dan Anda berbicara tentang beberapa ketakutan kelahiran, rasa sakit, dan Anda mulai mendiskusikan proses kelahiran. Sebagian besar tidak cukup waktu untuk mendiskusikannya,” kata Dr. Barrett.

Tetapi jika pasien berkeras untuk mendapatkan bedah caesar akibat saran dokter, maka dokter memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasien memiliki akses terhadap seluruh informasi dan perawatan.

“Dokter harus menemukan seseorang yang bersedia melaksanakan keinginan pasien,” kata Dr. Barrett. “Dan melakukan segala upaya yang wajar untuk melakukan itu. Seorang praktisi tidak dipaksa untuk melakukan itu sendiri, tetapi dipaksa untuk memastikan bahwa pasien memiliki akses pada layanan itu.”

Pedoman SOCG akan muncul di Journal of Obstetrics and Gynecology Kanada pada bulan Juli. (Carrie Gilkison/Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular