Washington – Masa depan industri penerbangan telah tiba. Atau setidaknya hampir tiba. Perusahaan pembuat pesawat terbang asal Amerika Serikat, akan segera menerapkan teknologi hipersonik setidaknya dalam satu dekade mendatang.

Boeing telah merilis konsep untuk pesawat penumpang hipersonik. Pesawat itu akan dapat, secara teori, membawa penumpang dari New York ke London hanya dalam waktu dua jam. Perjalanan tersebut biasanya memakan waktu sekitar delapan jam.

Konsep untuk pesawat itu diresmikan pada konferensi ‘American Institute of Aeronautics and Astronautics (AIAA) Aviation 2018’ di Atlanta, Georgia, baru-baru ini.

“Manusia selalu ingin melangkah lebih cepat, selalu ingin melakukan hal-hal lebih cepat. Orang-orang tidak dapat meluangkan waktu, sehingga ada nilai yang melekat pada waktu,” kata Kevin Bowcutt, kepala ilmuwan hipersonik di Boeing, dikutip dari NBC News.

Pesawat futuristik Boeing akan mampu terbang sekitar lima kali kecepatan suara, atau sekitar 3.800 mil (6.115 km) per jam. Insinyur penerbangan itu mengatakan pesawat hipersonik bisa menyeberangi Samudera Pasifik dalam tiga jam.

Menurut Aviation Week, pesawat itu akan lebih besar dari jet bisnis jarak jauh, namun lebih kecil dari Boeing 737. Pesawat hiper itu bisa diproduksi untuk spesifikasi militer atau penerbangan sipil.

“Secara teknologi kita bisa memiliki pesawat hipersonik [operasional militer], seperti ISR, terbang dalam waktu 10 tahun yang akan datang. Tetapi ada banyak pertimbangan untuk digunakan sebagai pesawat komersial, termasuk persyaratan pasar, peraturan, dan lingkungan, sehingga akan terjadi (pesawat penumpang hiper) ketika ada konvergensi dari hal-hal itu,” sambung Bowcutt.

Sebuah pesawat supersonik generasi sebelumnya, Concorde, bisa menempuh jarak sekitar 550 mil (885 km) per jam dan terbang melintasi Samudra Atlantik Utara, dikandangkan. Penelitian dan pengembangannya dihentikan pada tahun 2003, setelah pesawat itu terbakar dan jatuh di Prancis.

Alasan lain pesawat itu dipensiunkan, menurut Mike Sinnett, wakil presiden Boeing untuk pengembangan pesawat masa depan, adalah faktor ekonomi. Dengan harga tiket yang lebih tinggi dan rute yang lebih sedikit, maka saat ini tidak masuk akal untuk digunakan sebagai pesawat komersial.

“Kita dapat melakukan semua hal keren, tetapi hal-hal keren tersebut harus mengarah pada sesuatu yang menciptakan nilai, atau pada akhirnya tidak akan berhasil,” katanya kepada NBC. “Secara umum, orang-orang menerbangkan [Concorde] sebagai hal baru, jika itu tidak mengubah dunia dan ekonomi, maka itu tidak benar.”

Secara teknis, Boeing juga harus mencari tahu bagaimana mengatur suhu pesawat, baik di kabin dan di sekitar sistem propulsi. Mereka harus mengurangi dentuman sonik yang akan dihasilkan pesawat. Itu adalah salah satu alasan rute Concorde sangat terbatas. Regulator tidak ingin pesawat sonik terbang di wilayah padat penduduk karena besarnya gangguan yang ditimbulkan.

Tapi Ketua dan CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan kepada CNBC bahwa pasar untuk pesawat itu pada akhirnya akan muncul.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah bisnis agar masuk akal bagi pelanggan kami. Tetapi kami melihat inovasi masa depan di mana Anda dapat terhubung ke mana saja di seluruh dunia dalam waktu sekitar dua jam, dan saya pikir itu akan menjadi langkah maju yang penting,” kata Muilenburg.

“Saya pikir dalam satu atau dua dekade mendatang, Anda akan melihat hal itu menjadi kenyataan.” (Holly Kellum/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular