Washington – Pejabat Biro Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengatakan bahwa pemerintah Korea Utara masih terus memproduksi bahan untuk pengayaan uranium setelah KTT AS-Korea Utara di Singapura. Situs web AS, ’38 North’ yang mengkhususkan diri dalam memantau tren nuklir Korea Utara merilis foto-foto satelit awal pekan ini. Foto itu menunjukkan bahwa kegiatan di dekat Fasilitas Penelitian Nuklir Yongbyon masih cukup aktif.

Sementara itu, NBC News baru-baru ini mengutip pernyataan dari lima pejabat AS yang namanya dirahasiakan. Mereka memberitakan bahwa menurut CIA dan badan-badan intelijen lainnya, Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir terus meningkatkan produksi bahan untuk uranium yang digunakan dalam senjata nuklir. Hasil produksi pengayaan uranium lalu didistribusikan ke beberapa basis penelitian rahasia.

Seorang pejabat AS menungkapkan, peluncuran rudal dan pengujian senjata nuklir Korea Utara memang telah dihentikan. Namun, tidak ada bukti bahwa Korea Utara telah berhenti memproduksi senjata nuklir atau mengurangi persediaan.

Dia mengatakan bahwa ada bukti yang sangat jelas menunjukkan pihak berwenang Korea Utara berusaha menyembunyikan informasi tentang senjata nuklir. Mereka mencoba untuk menipu Amerika.

Beberapa pejabat AS membenarkan bahwa Kim Jong-un telah menandatangani kesepakatan untuk denuklirisasi dengan Presiden Trump di Singapura pada 12 Juni lalu. Namun dari bukti citra satelit yang disampaikan CIA menunjukkan bahwa produksi pengayaan uranium di beberapa pangkalan nuklir rahasia Korea Utara masih terus berlangsung.

Selain itu, citra satelit yang dipublikasikan ’39 North’ menunjukkan bahwa pekerjaan perbaikan infrastruktur di Pusat Penelitian Sains Nuklir Yongbyon masih terus berkembang dengan cepat. Di langit-langit pabrik pengayaan uranium terdapat beberapa perubahan warna akibat pencemaran uap air dari enam unit pendingin yang terkait dengan proses sentrifugasi gas. Fenomena tersebut mengarah pada spekulasi bahwa pabrik pembuat bahan uranium masih beroperasi.

Langit-langit pabrik pengayaan uranium terdapat beberapa perubahan warna yang mengarahkan spekulasi bahwa pabrik pembuat bahan uranium masih beroperasi. (foto : 38 North.)

Pada gambar lain, dua bangunan baru telah berdiri di dekat fasilitas nuklir Yongbyon. Dilaporkan bahwa setidaknya satu bangunan baru dapat digunakan untuk menyimpan bahan kimia pendukung operasi bagi gedung produksi utama.

Karena dalam sebulan terakhir, Korea Utara telah menyelesaikan pekerjaan penggalian terowongan bawah tanah untuk menghubungkan dua bangunan baru ke bangunan produksi utama. Saluran penghubung untuk memudahkan pengalihan bahan kimia tersebut.

Dua gedung baru muncul di dekat fasilitas nuklir Yongbyon. Diperkirakan setidaknya satu dari gedung digunakan untuk menyimpan bahan kimia. (foto : 38 North)

Bahkan, sebelum 6 Mei tahun ini, citra satelit ’38 North’ telah menangkap gambar Korea Utara mempercepat proyek perbaikan di pabrik fasilitas nuklir Yongbyon.

Pada awal bulan Juni 2008, Korea Utara secara terbuka meledakkan menara pendingin fasilitas nuklir di Nyongbyon-gun, Phyonganbuk-do. Mereka juga menghancurkan Situs Uji Coba Nuklir Punggye-ri pada 24 Mei tahun ini. Dan pada 6 Juni lalu 38 North mempublikasikan citra satelit yang menunjukkan bahwa pemerintah Korea Utara membongkar fasilitas pengujian peluncuran rudal balistik di Kusong.

Otoritas Kim Jong-un di Korea Utara terus-menerus menampilkan kepada dunia luar kesan ‘tulus’ untuk menghentikan program nuklir. Namun, belakangan ini terbukti bahwa infrastruktur fasilitas nuklir Yongbyon berkembang dengan cepat. Melihat hal ini, para pejabat intelijen AS berkesimpulan bahwa Korea Utara tidak menunjukkan itikad baik, untuk melepaskan senjata nuklir.

Jeffrey Lewis, penanggungjawab East Asia Nonproliferation Program dari Middlebury Institute of International Studies mengatakan, untuk waktu yang lama, semua orang tahu ada fasilitas nuklir Korea Utara selain Yongbyon. Di luar pangkalan itu, Korut setidaknya masih memiliki lebih dari satu pabrik yang memproduksi pengayaan uranium yang sengaja disembunyikan.

Setelah menganalisis laporan NBC, Jeffrey Lewis mengatakan, penilaian badan intelijen itu telah menyiratkan bahwa Korea Utara memiliki setidaknya tiga pangkalan fasilitas nuklir rahasia. Akan tetapi, pemerintah Pyongyang tidak berniat untuk secara jujur mengungkapkan keberadaan mereka.

Korea Utara tampaknya hanya memangkas fasilitas nuklir yang sudah diketahui masyarakat luar untuk dipublikasikan sebagai proses denuklirisasi. Sementara itu, mereka diam-diam justru meningkatkan produksi bahan uranium yang menunjang nuklirisasi di tempat lain yang masih dirahasiakan.

Setelah isi berita NBC tersebut dirilis, CIA menolak untuk membuat komentar resmi terkait laporan tersebut. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka masih belum bisa mengkonfirmasi isi laporan, oleh karena itu sementara masih bersikap ‘no-comment’. Sikap yang sama juga disampaikan oleh Gedung Putih. (Xiao Jing/NTDTV/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular