oleh Liang Xin

Baru-baru ini seorang anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) dikeluarkan dari partai karena diketahui ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Berita tersebut kemudian beredar luas melalui jaringan internet di daratan Tiongkok.

Seorang mantan pegawai pemerintah Tiongkok mengatakan bahwa 90 % anggota PKT tidak percaya kepada partai, mereka itu cenderung mendukung partai secara verbal demi kepentingan pribadi.

Media corong PKT memberitakan bahwa Komisi Inspeksi Kedisiplinan Haiyuan County, Ningxia pada 27 Juni menemukan seorang anggota PKT bernama Matingo yang tinggal di Desa Mabao, Kota Qiying pernah pergi ke Mekah untuk mengikuti ibadah haji pada 30 Agustus 2015. Perilaku yang melanggaran disiplin partai dan politik itu kemudian mengakibatkan ia dipecat dari partai sejak 18 Mei 2018.

Sehari kemudian, berita pemecatan itu beredar di internet dan mengumpulkan banyak komentar warganet.

Keterangan foto: Slogan yang saat ini paling trendy dan paling heboh baik di RRT maupun di luar RRT, juga yang paling ditakuti oleh PKT, adalah “langit akan musnahkan PKT”. Foto: Suasana demo Umbrella Movement di Hongkong yang juga mengusung spanduk besar bertuliskan: “Langit akan memusnahkan PKT (天滅中共)” pada September 2014 lalu. (AFP)

Di antaranya ada warganet yang mempertanyakan, mengapa kejadian lama baru dihukum sekarang ? Juga ada seorang netizen yang bertanya : Apakah ada anggota partai yang percaya kepada komunisme ? 2 menit kemudian, seorang warganet membalas dengan menulis : “Tetapi saya tidak percaya terhadap komunisme.”

Faktanya, insiden ini juga menunjukkan bahwa PKT mengklaim memiliki 80 juta orang anggota partai, tetapi berapa banyak dari mereka yang percaya pada partai dan persoalan apakah mereka berkeyakinan seperti PKT.

Pria mantan pegawai negeri bermarga Song kepada Epoch Times mengatakan, lebih dari 90 % anggota PKT memiliki keyakinan yang tidak sama seperti PKT. Mereka itu cenderung mendukung partai secara verbal demi kepentingan pribadi.

“Demi uang, kekuasaan, kepentingan lainnya. Karena PKT adalah partai yang berkuasa, hanya dengan bersandar kepada partai mereka mendapatkan manfaat untuk pribadi dan keluarga. Pada hal mereka masing-masing memiliki keyakinan. Sebagai contoh ada orang yang percaya kemampuan uang, ketenaran dan keberuntungan. Anggota yang atheisme hanya sedikit jumlahnya. Mereka rata-rata percaya ada Tuhan dan setan di alam semesta ini,” ungkapnya.  

Song mengatakan, sejumlah besar pejabat PKT secara diam-diam pergi ke kuil untuk bersembahyang, membakar dupa, atau meminta bantuan keluarga mereka untuk mewakili sembahyang, memanjatkan doa… “Ini adalah fenomena yang biasa terjadi di kalangan PKT, dan antar mereka pun sering saling membahas, hanya saja tidak dilakukan di depan umum. Karena takut dapat mempengaruhi masa depan politik mereka.”

Janji PKT kepada rakyatnya tidak pernah dipenuhi. (internet)

Notaris bermarga Li dan aktivis HAM Tiongkok mengatakan, karena PKT korup, pejabatnya berbicara manis tetapi berperilaku buruk, apasaja kejahatan berani mereka lakukan. Dalam keadaan ini, para pejabat PKT akan pergi ke kuil untuk bersembahyang memohon perlindungan, atau membakar dupa di rumah, melihat kalender untuk mengetahui kapan hari baik dan kapan hari sial. Mereka berkesimpulan : Lebih baik percaya daripada tidak.

“Asalkan dapat melindungi saya (pejabat PKT). Mereka sepenuhnya berpikir dari sudut pandang keuntungan dengan tujuan saya memang berdosa, melanggaran kemanusiaan, tetapi Tuhan ! Kau datang dan tolongi saya, Agar terbebas dari hukuman. Inilah kejiwaan mereka. Dan dipecat dari keanggotaan partai kerena pergi ke Mekah untuk beribadah haji itu tujuannya tak lain adalah demi kepentingan propaganda belaka.”

Mantan reporter radio Shaanxi, Ma Xiaoming juga mengatakan bahwa pejabat PKT korupsi, kolusi, penggelapan, perampokan, membohongi rakyat adalah realitas sosial yang nyata, dan siapa yang akan percaya ucapan-ucapan PKT ?

“Tidak ada orang yang percaya! Tindakan mereka telah membuktikan bahwa teori yang mereka gunakan itu sudah tidak efektif lagi untuk memikat atau menipu orang,” jelas Ma Xiaoming.

1 Juli ditetapkan oleh PKT sebagai hari jadi PKT, tetapi jumlah mereka yang menyatakan mundur dari partai beserta segala organisasi afialisinya yang tercatat di Epoch Times hingga saat ini sudah mencapai 384,2 juta orang.

Menurut Mr. Song bahwa ini adalah penyikapan dari sebagian besar anggota partai yang berada di Daratan Tiongkok. Mereka ingin memisahkan diri dengan partai yang ternyata jahat.

Ma Xiaoming percaya bahwa mundur dari keanggotaan PKT adalah tindakan demi keadilan dan kebenaran yang sangat berarti. ” Ini Berarti Adalah cambuk dan kecaman keras bagi PKT,” tegasnya. (Sin/asr)

Share

Video Popular