EpochTimesId – Angkatan Udara Amerika Serikat menggelar serangkaian uji coba bersama perdana dengan Badan Keamanan Nuklir atau National Nuclear Security Administration (NNSA). AU dan badan di bawah Departemen Energi AS itu menguji kemampuan menjatuhkan bom gravitasi B61-12 dari pesawat bomber siluman B-2A Spirit.

Uji coba itu adalah bagian dari proyek untuk memperpanjang usia produktif bom. Departemen itu berhasil menyelesaikan dua tes kualifikasi penerbangan sistem non-nuklir bomber pada 9 Juni, di Lapangan Tembak Tonopah Test Range di Nevada, menurut rilis NNSA, Selasa (3/7/2018) waktu setempat.

“Tes penerbangan kualifikasi ini menunjukkan desain B61-12 memenuhi persyaratan sistem dan mengilustrasikan kemajuan lanjutan dari program perpanjangan daya aktif B61-12 untuk memenuhi persyaratan keamanan nasional,” kata Brigjen Michael Lutton, Asisten Deputi Kepala bidang Aplikasi Militer NNSA.

Program bersama yang dijuluki ‘B61-12 Life Extension Program (LEP)’ bertujuan untuk memperpanjang masa pakai bom. Sekaligus, pada saat yang sama meningkatkan keamanan, keselamatan, dan keandalannya. Pesawat Bomber itu pertama kali diperkenalkan pada tahun 1968.

Menurut rilis, ujicoba ini adalah yang pertama dari rangkaian ujicoba kualifikasi ‘end-to-end’ dari jenis B-2A Spirit Bomber untuk B61-12.

Presiden AS, Donald Trump telah merevisi program modernisasi nuklir yang pertama kali diperkenalkan oleh mantan presiden Barack Obama. Trump mengubahnya menjadi proyek 30 tahun yang akan memakan biaya setidaknya 1,2 triliun dolar AS untuk ditargetkan selesai pada 2046.

Menurut laporan kantor anggaran kongres, 772 miliar dolar AS akan dialokasikan untuk operasi, pelestarian, dan modernisasi sistem pengiriman dan senjata nuklir strategis. Sementara lebih dari 400 miliar dolar akan dihabiskan untuk memodernisasi sistem.

Laporan tersebut menguraikan penekanan Amerika Serikat pada pencegahan nuklir yang telah diandalkan oleh dunia Barat selama beberapa dekade. “Peran mendasar dari senjata nuklir AS, adalah untuk mencegah serangan nuklir terhadap Amerika Serikat, sekutu kita, dan mitra,” kata laporan itu, mengutip laporan ‘2010 tentang Tinjauan Postur Nuklir’.

Program LEP akan mengkonsolidasikan dan mengganti varian bom B61 yang ada di gudang persediaan nuklir Amerika Serikat. Unit produksi pertama dijadwalkan akan selesai pada tahun fiskal 2020. (Bowen Xiao/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds