Brussel – Pejabat senior Tiongkok berusaha keras membujuk Uni Eropa untuk mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Upaya bujukan itu dilakukan sebelum KTT Tiongkok-Uni Eropa digelar.

Namun, permintaan Tiongkok mendapat penolakan dari Uni Eropa. Sejumlah media asing dalam editorialnya pun menyebut bahwa fakta ini menunjukkan jika otoritas Beijing sangat takut bila perang dagang benar-benar terjadi.

Tiongkok membujuk Uni Eropa menentang kebijakan Trump
CNBC dalam laporan eksklusif, mengatakan dalam beberapa pertemuan dengan pejabat Uni Eropa, beberapa pejabat Partai Komunis Tiongkok tampak hadir. Mereka adalah Wakil Perdana Menteri Liu He, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi.

Mereka menyatakan menaruh harapan kepada Uni Eropa untuk bersama-sama mengeluarkan kecaman atas kebijakan perdagangan Presiden Trump. Tiongkok pada kesempatan itu berjanji memberi imbalan, dengan membuka lebih luas pasar Tiongkok untuk Uni Eropa.

KTT Tiongkok-Uni Eropa akan digelar di Beijing pada 16-17 Juli 2018. Para pemimpin Partai komunis Tiongkok (PKT) dan pejabat senior Uni Eropa diperkirakan akan menghadiri KTT tersebut.

Pejabat senior PKT menyarankan pernyataan bersama akan dikeluarkan setelah KTT, untuk menunjukkan sikap Tiongkok dan Uni Eropa dalam menentang kebijakan perdagangan AS.

Menurut CNBC, Liu He bahkan secara pribadi menyatakan Tiongkok bersedia membuka beberapa kesempatan investasi di bidang industri langsung pada saat KTT untuk menarik Uni Eropa. Namun, para pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa mereka hanya mau mengeluarkan komunike moderat.

Komunike moderat akan berisi pernyataan yang menegaskan komitmen Tiongkok dan Uni Eropa pada sistem perdagangan multilateral. Pernyataan lainnya adalah janji untuk mendirikan sebuah organisasi untuk membantu reformasi WTO.

Karena perbedaan pandangan pada isu perdagangan dan Laut Tiongkok Selatan, kedua belah pihak tidak mengeluarkan pernyataan bersama di dua KTT Tiongkok-Uni Eropa pada tahun 2016 dan 2017.

Dalam perselisihan Tiongkok-AS, Uni Eropa tidak berdiri di pihak Tiongkok
Pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa media resmi PKT telah mempublikasikan berita bahwa Uni Eropa berdiri di pihak Tiongkok. Berita tersebut telah membuat mereka merasa malu.

“Tiongkok (PKT) sangat mengharapkan Uni Eropa berdiri di pihak Beijing untuk melawan Washington,” seorang diplomat Eropa mengatakan, “Kami mengatakan kepada mereka bahwa kami tidak akan berbuat seperti itu.”

Meskipun antara Eropa dan Amerika Serikat juga terjadi gesekan dalam perdagangan, tapi Uni Eropa sama seperti Amerika Serikat, prihatin dengan gangguan Tiongkok terhadap pasar internasional. Eropa juga tidak puas dengan manipulasi perdagangan internasional yang dilakukan oleh Beijing.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisi Uni Eropa pada 1 Juni 2018 disebutkan, Uni Eropa telah mengajukan proses hukum ke WTO terhadap pencurian hak milik intelektual perusahaan-perusahaan Eropa oleh pihak Tiongkok.

“Kami hampir setuju dengan kemarahan Amerika Serikat terhadap Tiongkok (PKT),” kata seorang diplomat Uni Eropa lainnya.

Jyrki Katainen, wakil ketua Komisi Uni Eropa mengatakan kepada media setelah dialog Tiongkok-Uni Eropa pada akhir bulan Juni lalu bahwa, tindakan perdagangan pemerintahan Trump terhadap Tiongkok itu dapat dimengerti karena Beijing telah lama memperlakukan perdagangan yang tidak adil kepada Amerika Serikat. Dia juga mengindikasikan bahwa Uni Eropa tidak akan berdiri di pihak PKT dalam perselisihan dagang antara Tiongkok-AS.

Sikap Tiongkok mengambil peluang dari perselisihan AS-Uni Eropa dinilai mencerminkan rasa takut yang tinggi. Analisis CNBC menyebutkan, Amerika Serikat memiliki hubungan persekutun dengan negara-negara Eropa, serta hubungan ekonomi dan keamanan yang cukup solid.

Mereka mengaku terkejut karena pejabat senior komunis Tiongkok tidak merasa malu untuk melakukan ‘adu domba’ dalam forum internasional.

Analisa CNBC berpendapat, fakta ini menunjukkan bahwa PKT sangat khawatir tentang perang dagang dengan Amerika Serikat. Pada 6 Juli 2018, Amerika Serikat akan secara resmi memberlakukan tarif kenaikan 25 persen terhadap komoditas Tiongkok sebesar 34 miliar dolar AS.

Tarif meliputi 818 item, termasuk produk kedirgantaraan, teknologi informasi dan komunikasi, mesin industri serta industri lainnya.

Selain itu, ketika ada gesekan dalam perdagangan antara Amerika Serikat dengan Eropa atau dengan Kanada, atau dengan Jepang. Pejabat PKT tak segan-segan mengambil peluang dari perselisihan mereka demi keuntungan PKT.

Seorang pejabat negara di Eropa mengatakan, “Tiongkok sedang berusaha menggunakan (perselisihan Barat) untuk dimanfaatkan bagi keuntungannya. Mereka tidak senang dengan masyarakat Barat yang bersatu.”

“PKT berusaha memecah belah kesatuan Uni Eropa melalui berbagai bidang seperti perdagangan, dan HAM,” sambung pejabat tersebut. (Xu Jian/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular